{"id":597097,"date":"2026-05-13T14:29:49","date_gmt":"2026-05-13T07:29:49","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=597097"},"modified":"2026-05-13T14:32:26","modified_gmt":"2026-05-13T07:32:26","slug":"lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/","title":{"rendered":"Lonjakan Tajam Harga Energi di AS Mendorong Inflasi Berkepanjangan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"83\" data-end=\"147\">(Vibiznew-Kolom) Inflasi yang meningkat pada April ke tingkat tertinggi sejak Mei 2023. Guncangan pasokan minyak global yang dipicu oleh perang Iran kini membakar kantong para pengendara dan konsumen Amerika lainnya, sebagaimana terlihat jelas dari data federal terbaru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"334\" data-end=\"584\">Kenaikan harga energi menyumbang sekitar 40% dari total lonjakan inflasi pada April, ketika Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) melonjak pada tingkat tahunan sebesar 3,8%, menjadi kenaikan tercepat dalam hampir tiga tahun terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"586\" data-end=\"856\">Departemen Tenaga Kerja menemukan bahwa indeks harga bensin bulan lalu naik lebih dari 28% dibandingkan setahun sebelumnya. Secara keseluruhan, biaya energi \u2014 yang mencakup bensin, minyak pemanas, dan listrik \u2014 naik hampir 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bagi jutaan pekerja, lonjakan harga dalam dua bulan terakhir berarti inflasi kini melampaui pertumbuhan upah, menurut para analis Wall Street.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1002\" data-end=\"1352\">Brian Coulton, kepala ekonom Fitch Ratings, mengatakan bahwa kondisi tersebut menunjukkan secara jelas bagaimana harga energi yang lebih tinggi menekan upah riil rumah tangga. Ia juga memperingatkan bahwa inflasi utama dapat melampaui 4% ketika pemerintah merilis laporan CPI berikutnya pada awal Juni apabila harga minyak tetap tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1354\" data-end=\"1684\">Harga rata-rata bensin di seluruh AS kini mencapai US$4,50 per galon, naik lebih dari US$1,50 sejak perang dimulai, menurut AAA. Dalam proyeksi yang dirilis Selasa, Administrasi Informasi Energi AS memperkirakan harga bensin eceran akan rata-rata berada di US$3,88 per galon selama sisa tahun ini dan US$3,62 per galon pada 2027. Sebelum konflik Timur Tengah pecah pada Februari, harga rata-rata nasional untuk satu galon bensin berada sedikit di bawah US$3.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1816\" data-end=\"2110\">Patrick De Haan, pakar perminyakan di GasBuddy, memperkirakan warga Amerika telah mengeluarkan tambahan US$28 miliar untuk membeli bensin sejak 1 Maret akibat kenaikan harga. Dari jumlah itu, sekitar US$22 miliar diperkirakan berasal langsung dari dampak perang Iran terhadap biaya bahan bakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2112\" data-end=\"2331\">Pejabat pemerintahan Trump mengatakan mereka memperkirakan gangguan arus minyak akibat konflik Timur Tengah hanya bersifat sementara dan harga bensin di AS akan segera turun begitu pasokan minyak mentah kembali normal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2333\" data-end=\"2834\">Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menyatakan kepada media bahwa laporan CPI April memperkuat pandangan pemerintah bahwa agenda ekonomi jangka panjang Presiden Trump tetap memberikan hasil meskipun terjadi gangguan akibat konflik. Ia mengatakan harga obat dan layanan rumah sakit mengalami penurunan berkat kebijakan Most-Favored-Nation serta inisiatif transparansi harga, sementara investasi bernilai triliunan dolar terus mendorong pertumbuhan upah riil bagi pekerja manufaktur dan konstruksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2836\" data-end=\"2871\"><em>Tekanan meluas di luar pompa bensin<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2873\" data-end=\"3148\">Harga listrik di seluruh AS juga melonjak, naik rata-rata 6,1% pada April dibandingkan setahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi ketika perusahaan teknologi berlomba membangun pusat data yang mampu memasok kebutuhan energi sangat besar untuk layanan kecerdasan buatan atau AI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3150\" data-end=\"3333\">Dalam laporan terbaru, analis Goldman Sachs mengatakan mereka memperkirakan peningkatan permintaan listrik akibat ledakan pusat data akan mendorong inflasi selama dua tahun ke depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3335\" data-end=\"3730\">Tarif tiket pesawat juga menjadi sektor lain yang membebani konsumen, dengan harga tiket naik hampir 21% pada April dibandingkan setahun sebelumnya, menurut data CPI. Maskapai menaikkan harga untuk menutupi kenaikan biaya bahan bakar jet, yang telah meningkat lebih dari US$1,50 sejak sebelum perang dimulai, berdasarkan data dari Airlines for America, asosiasi perdagangan maskapai penerbangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3732\" data-end=\"4081\">Konsumen juga berpotensi menghadapi harga bahan makanan yang lebih tinggi karena perang Iran mendorong kenaikan harga solar atau diesel, yang banyak digunakan dalam transportasi, pengiriman barang, dan sektor pertanian. Harga diesel rata-rata mencapai US$5,64 per galon pada Selasa, hanya 18 sen di bawah rekor tertinggi pada Juni 2022, menurut AAA. Harga pangan pada April naik 3,2% dibandingkan setahun sebelumnya, menurut data CPI terbaru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4177\" data-end=\"4210\"><em>Ke mana arah inflasi selanjutnya?<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4212\" data-end=\"4367\">Para ekonom memperkirakan inflasi AS akan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang seiring dampak perang merembet lebih luas ke seluruh perekonomian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4369\" data-end=\"4718\">Janelle Jones, peneliti senior tamu di Century Foundation dan mantan kepala ekonom Departemen Tenaga Kerja AS, mengatakan\u00a0 bahwa meskipun perang Iran berakhir hari itu juga, dampak krisis ekonomi yang ditimbulkannya masih akan berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan lebih lama, mulai dari harga bensin hingga pangan dan utilitas.<\/p>\n<p data-start=\"4369\" data-end=\"4718\"><strong>Inflasi Amerika Mei 2023 &#8211; April 2026<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4369\" data-end=\"4718\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-597105\" src=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Inflasi-Amerika-May-2023-APril-2026.png\" alt=\"Inflasi Amerika May 2023 - April 2026\" width=\"719\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Inflasi-Amerika-May-2023-APril-2026.png 719w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Inflasi-Amerika-May-2023-APril-2026-300x147.png 300w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Inflasi-Amerika-May-2023-APril-2026-696x341.png 696w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Inflasi-Amerika-May-2023-APril-2026-324x160.png 324w, https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Inflasi-Amerika-May-2023-APril-2026-533x261.png 533w\" sizes=\"auto, (max-width: 719px) 100vw, 719px\" \/><\/p>\n<p data-start=\"4369\" data-end=\"4718\">Sumber : U.S. Bureau of Labor Statistics<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4720\" data-end=\"5040\">Gregory Daco, kepala ekonom EY-Parthenon, memperkirakan tingkat inflasi tahunan akan melampaui 4% pada Mei, sementara inflasi inti \u2014 yang tidak memasukkan harga pangan dan energi yang volatil \u2014 akan mendekati 3%. Inflasi inti pada April tercatat 2,8%, sedikit di atas perkiraan ekonom yang disurvei FactSet sebesar 2,7%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5042\" data-end=\"5217\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan inflasi yang semakin menjauh dari target 2% milik Federal Reserve, banyak ekonom kini memprediksi bank sentral AS tidak akan memangkas suku bunga sama sekali tahun ini.<\/p>\n<p data-start=\"5042\" data-end=\"5217\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\"><em>Dampak Bagi Indonesia<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"587\">Bagi Indonesia, lonjakan harga energi global seperti yang terjadi di Amerika Serikat dapat membawa dampak yang cukup kompleks karena struktur ekonomi Indonesia masih sangat sensitif terhadap pergerakan harga minyak dunia. Ketika harga minyak melonjak akibat konflik geopolitik seperti perang Iran, tekanan pertama biasanya muncul pada nilai tukar rupiah, subsidi energi, dan biaya impor bahan bakar. Indonesia memang merupakan produsen energi, tetapi konsumsi domestik minyak masih jauh lebih besar dibanding produksi sehingga Indonesia tetap bergantung pada impor minyak mentah dan BBM.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"589\" data-end=\"1046\">Kenaikan harga minyak dunia biasanya langsung meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi pemerintah. Jika harga minyak bertahan tinggi dalam waktu lama, anggaran negara dapat mengalami tekanan karena pemerintah harus menjaga harga BBM tertentu tetap stabil agar daya beli masyarakat tidak jatuh terlalu dalam. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia beberapa kali harus menambah anggaran subsidi energi ketika harga minyak global melonjak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1048\" data-end=\"1523\">Dampak berikutnya muncul pada inflasi domestik. Ketika harga energi naik, biaya distribusi barang ikut meningkat karena sektor logistik Indonesia masih sangat bergantung pada transportasi berbahan bakar solar. Efeknya bisa merembet ke harga pangan, tiket transportasi, biaya produksi industri, hingga tarif jasa. Tekanan seperti ini mirip dengan yang sedang dialami Amerika Serikat, meskipun skalanya di Indonesia biasanya lebih dipengaruhi oleh kebijakan subsidi pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1525\" data-end=\"1934\">Bagi Bank Indonesia, kondisi ini juga tidak mudah. Jika inflasi meningkat dan rupiah melemah akibat arus modal keluar ke Amerika Serikat, ruang untuk menurunkan suku bunga menjadi semakin terbatas. Investor global biasanya lebih memilih aset dolar ketika ketidakpastian geopolitik meningkat dan suku bunga AS tetap tinggi. Situasi ini dapat memberi tekanan tambahan pada pasar obligasi dan nilai tukar rupiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1936\" data-end=\"2353\">Indonesia memiliki beberapa bantalan yang relatif lebih baik dibanding masa-masa krisis energi sebelumnya. Hilirisasi komoditas, surplus perdagangan dari ekspor mineral, serta pertumbuhan investasi domestik membantu menopang cadangan devisa dan penerimaan negara. Selain itu, konsumsi rumah tangga Indonesia masih menjadi motor utama ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi tidak sepenuhnya bergantung pada ekspor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2355\" data-end=\"2765\">Kenaikan harga energi juga bisa memberi keuntungan bagi beberapa sektor di Indonesia. Perusahaan batu bara, gas, dan komoditas energi biasanya menikmati kenaikan pendapatan ketika harga energi global meningkat. Penerimaan negara dari royalti dan ekspor komoditas juga berpotensi naik. Namun keuntungan itu sering kali tidak sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan terhadap daya beli masyarakat luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2767\" data-end=\"3237\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Yang paling penting bagi Indonesia adalah menjaga stabilitas harga pangan dan energi domestik. Jika harga beras, transportasi, dan listrik naik secara bersamaan, tekanan terhadap kelas menengah dan masyarakat berpenghasilan rendah bisa semakin berat. Karena itu pemerintah biasanya berusaha menjaga kombinasi subsidi, operasi pasar, stabilisasi rupiah, dan pengendalian impor pangan untuk menahan dampak gejolak global agar tidak terlalu besar terhadap ekonomi domestik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznew-Kolom) Inflasi yang meningkat pada April ke tingkat tertinggi sejak Mei 2023. Guncangan pasokan minyak global yang dipicu oleh perang Iran kini membakar kantong para pengendara dan konsumen Amerika lainnya, sebagaimana terlihat jelas dari data federal terbaru. Kenaikan harga energi menyumbang sekitar 40% dari total lonjakan inflasi pada April, ketika Indeks Harga Konsumen atau Consumer [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101053,"featured_media":433631,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669],"tags":[241],"class_list":["post-597097","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","tag-inflasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lonjakan Tajam Harga Energi di AS Mendorong Inflasi Berkepanjangan - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lonjakan Tajam Harga Energi di AS Mendorong Inflasi Berkepanjangan - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznew-Kolom) Inflasi yang meningkat pada April ke tingkat tertinggi sejak Mei 2023. Guncangan pasokan minyak global yang dipicu oleh perang Iran kini membakar kantong para pengendara dan konsumen Amerika lainnya, sebagaimana terlihat jelas dari data federal terbaru. Kenaikan harga energi menyumbang sekitar 40% dari total lonjakan inflasi pada April, ketika Indeks Harga Konsumen atau Consumer [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-13T07:29:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-13T07:32:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/amerikainflasi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"409\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/\",\"name\":\"Lonjakan Tajam Harga Energi di AS Mendorong Inflasi Berkepanjangan - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/amerikainflasi.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-13T07:29:49+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-13T07:32:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/amerikainflasi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/amerikainflasi.jpg\",\"width\":750,\"height\":409,\"caption\":\"inflasi Amerika\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lonjakan Tajam Harga Energi di AS Mendorong Inflasi Berkepanjangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\",\"name\":\"Fadjar Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lonjakan Tajam Harga Energi di AS Mendorong Inflasi Berkepanjangan - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lonjakan Tajam Harga Energi di AS Mendorong Inflasi Berkepanjangan - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznew-Kolom) Inflasi yang meningkat pada April ke tingkat tertinggi sejak Mei 2023. Guncangan pasokan minyak global yang dipicu oleh perang Iran kini membakar kantong para pengendara dan konsumen Amerika lainnya, sebagaimana terlihat jelas dari data federal terbaru. Kenaikan harga energi menyumbang sekitar 40% dari total lonjakan inflasi pada April, ketika Indeks Harga Konsumen atau Consumer [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-05-13T07:29:49+00:00","article_modified_time":"2026-05-13T07:32:26+00:00","og_image":[{"width":750,"height":409,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/amerikainflasi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Dewanto","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/","name":"Lonjakan Tajam Harga Energi di AS Mendorong Inflasi Berkepanjangan - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/amerikainflasi.jpg","datePublished":"2026-05-13T07:29:49+00:00","dateModified":"2026-05-13T07:32:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/amerikainflasi.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/amerikainflasi.jpg","width":750,"height":409,"caption":"inflasi Amerika"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/13\/lonjakan-tajam-harga-energi-di-as-mendorong-inflasi-berkepanjangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lonjakan Tajam Harga Energi di AS Mendorong Inflasi Berkepanjangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf","name":"Fadjar Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/597097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101053"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=597097"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/597097\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":597107,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/597097\/revisions\/597107"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/433631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=597097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=597097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=597097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}