{"id":597327,"date":"2026-05-20T11:25:24","date_gmt":"2026-05-20T04:25:24","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=597327"},"modified":"2026-05-20T11:25:57","modified_gmt":"2026-05-20T04:25:57","slug":"hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/","title":{"rendered":"Hambatan Dagang Jadi Kunci Cuan Saham Energi Surya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"93\" data-end=\"231\">(Vibiznews-Kolom) Saat banyak orang terpaku pada arus minyak di Selat Hormuz, revolusi tenaga surya justru sedang berlangsung di sejumlah negara berkembang. Sayangnya, investor akan kesulitan menghasilkan keuntungan dari tren ini karena dominasi China yang begitu menyesakkan. Namun, ada efek lain dari perang yang bisa memberi sedikit ruang bernapas, yakni meningkatnya proteksionisme.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"464\" data-end=\"708\">Ekspor komponen surya China melonjak dua kali lipat dari Februari ke Maret dan mencapai rekor kapasitas 68 gigawatt. Sebanyak 50 negara mencatat rekor tertinggi impor panel surya asal China pada Maret, menurut lembaga riset energi bersih Ember.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"710\" data-end=\"1128\">Sebagian permintaan didorong oleh pembeli yang ingin mendahului kenaikan harga. Mulai April, produsen China tidak lagi mendapat pengembalian pajak pertambahan nilai dari pemerintah untuk ekspor komponen surya, sehingga harga diperkirakan akan naik. Namun di negara-negara seperti Malaysia, India, Indonesia dan Ethiopia, tempat krisis energi terasa paling berat, konsumen dan pelaku usaha semakin banyak beralih ke tenaga surya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1130\" data-end=\"1571\">Impor panel surya China oleh Nigeria melonjak 519% pada Maret dibanding Februari. Harga diesel telah naik lebih dari dua kali lipat sejak perang pecah, sehingga rumah tangga Nigeria memiliki insentif untuk meninggalkan generator diesel mereka. Analisis Ember menunjukkan bahwa penghematan dari peralihan tersebut kini dapat menutup biaya panel surya 420 watt seharga sekitar US$60 hanya dalam tiga bulan, dibanding enam bulan sebelum perang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1573\" data-end=\"2089\">Lonjakan serupa juga terjadi setelah krisis energi 2022 yang dipicu perang Ukraina. Tenaga surya yang pada 2020 hanya menyumbang sekitar 3% listrik Pakistan kini mencapai 32%, berdasarkan data pemerintah. Kenaikan itu bukan didorong kebijakan nasional, melainkan keputusan ratusan ribu konsumen dan usaha kecil yang mengganti generator diesel mahal dengan panel surya atap. Peralihan ke surya berlangsung begitu cepat dan tidak terkendali hingga perusahaan utilitas Pakistan kesulitan menghadapi penurunan penjualan.<\/p>\n<p>Energi surya bahkan lebih murah dari perkiraan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2140\" data-end=\"2639\">Namun investor dinilai tidak seharusnya terburu-buru membeli saham perusahaan energi solar China. Raksasa surya China masih terus merugi dan harga saham mereka turun sejak perang Iran dimulai. Longi Green Energy Technology, produsen wafer, sel, dan modul surya terkemuka, membukukan kerugian setara US$280 juta pada kuartal pertama, dibanding kerugian US$210 juta pada periode yang sama tahun 2025. Produsen besar lain seperti JinkoSolar dan Trina Solar juga mencatat kerugian pada kuartal tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2641\" data-end=\"2859\">Masalah utamanya adalah China memproduksi komponen surya dua kali lebih banyak daripada kebutuhan dunia. Banjir pasokan ini menekan harga, mendorong adopsi teknologi surya tetapi sekaligus menghancurkan profitabilitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2861\" data-end=\"3169\">Michael Davidson, profesor asosiasi teknik mesin dan dirgantara di University of California San Diego, menilai tidak ada negara yang mungkin mampu bersaing harga dengan perusahaan surya China yang terintegrasi secara vertikal. Menurutnya, pasar global pada akhirnya akan bergantung pada hambatan perdagangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3171\" data-end=\"3626\">Situasi ini menciptakan dilema bagi negara-negara yang sedang meninjau ulang ketergantungan mereka pada bahan bakar fosil setelah krisis energi kedua dalam empat tahun terakhir. Eropa, misalnya, tidak ingin mengganti ketergantungan itu menjadi ketergantungan pada impor panel surya China. Untuk menghasilkan energi yang lebih aman di dalam negeri, kawasan tersebut perlu melindungi perusahaan energi bersih domestik dari banjir peralatan murah asal China.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3628\" data-end=\"4057\">Awal bulan ini, Uni Eropa menyatakan tidak lagi mendanai proyek yang menggunakan inverter China, komponen penting dalam sistem tenaga surya. Para politisi khawatir inverter tersebut dapat dikendalikan dari jarak jauh dan menciptakan kerentanan baru dalam sistem kelistrikan kawasan. Saham produsen inverter Jerman SMA Solar Technology telah naik 99% tahun ini, meski hal itu juga dipengaruhi permintaan kuat dari Amerika Serikat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4059\" data-end=\"4332\">Amerika Serikat sejak lama menggunakan aturan antidumping, tarif, dan pembatasan akses subsidi federal untuk melindungi perusahaan surya domestik dari persaingan China. Berbeda dengan rival mereka di China, saham perusahaan energi solar AS justru naik sejak perang dimulai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4334\" data-end=\"4833\">SolarEdge, produsen peralatan surya yang tercatat di AS dan berbasis di Israel, telah melonjak lebih dari 90% sepanjang 2026. Enphase Energy yang berbasis di California dan memiliki bisnis surya rumah tangga besar, naik 55%. Kedua perusahaan beroperasi di Eropa, tempat konsumen tertekan harga gas tinggi dan memiliki insentif beralih ke tenaga surya. Analis TD Cowen, Jeff Osborne, mengatakan investor masih mengingat apa yang terjadi setelah perang Ukraina dan berharap Eropa akan kembali bangkit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4835\" data-end=\"5374\">Sebaliknya, Sunrun, perusahaan tenaga surya rumah tangga asal California, justru turun tahun ini karena sepenuhnya bergantung pada pasar AS. Kredit pajak untuk pemasangan panel surya berakhir tahun lalu sehingga minat terhadap saham perusahaan energi solar residensial melemah, meski hal itu tidak terlalu berdampak pada model bisnis berbasis langganan milik Sunrun. Namun perusahaan tersebut menambah pelanggan baru lebih sedikit pada kuartal pertama dibanding tahun lalu, sementara gagal bayar atas kontrak sewa yang ada mulai meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5376\" data-end=\"5617\">Sementara itu, perusahaan skala utilitas seperti First Solar masih menikmati permintaan berkelanjutan dari pembangunan infrastruktur listrik untuk kecerdasan buatan. Nextpower, produsen pelacak panel surya skala utilitas, naik 55% tahun ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5619\" data-end=\"5874\">Saham perusahaan energi solar memang memiliki rekam jejak yang tidak konsisten di mata investor. Investasi US$100 pada Invesco Solar ETF pada 2008 kini hanya bernilai US$34, sehingga energi surya kerap dipandang sebagai kisah pertumbuhan tanpa keuntungan. Kondisi tersebut dianggap menggambarkan apa yang sedang terjadi saat ini di pasar negara berkembang. Namun hambatan perdagangan dinilai akan membuat investasi di sektor surya di luar China menjadi lebih menarik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"44\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"42\">Bagaimana Saham Energi Surya Indonesia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"46\" data-end=\"519\">Saham energi surya di Indonesia masih berada pada tahap awal perkembangan dibanding China maupun Amerika Serikat. Belum banyak emiten di Bursa Efek Indonesia yang benar-benar fokus pada bisnis panel surya, sehingga investor umumnya masuk melalui perusahaan energi, infrastruktur, atau konglomerasi yang mulai berekspansi ke sektor energi baru terbarukan. Tema energi hijau memang semakin populer, tetapi industri surya domestik belum memiliki skala sebesar pemain global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"521\" data-end=\"1010\">Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap energi bersih, Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar. Permintaan listrik nasional terus tumbuh, sementara pemerintah juga mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan peningkatan kandungan lokal atau TKDN untuk panel surya. Kondisi ini bisa membuka ruang bagi perusahaan dalam negeri untuk berkembang, terutama ketika banyak negara mulai membatasi dominasi produk murah asal China melalui tarif dan hambatan perdagangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1012\" data-end=\"1544\">Namun tantangannya juga tidak kecil. Industri panel surya global saat ini mengalami kelebihan pasokan akibat produksi besar-besaran dari China. Harga panel menjadi sangat murah, yang memang mempercepat penggunaan energi surya, tetapi di sisi lain membuat margin keuntungan produsen sangat tipis. Banyak perusahaan energi surya dunia bahkan masih mencatat kerugian meski permintaan meningkat. Situasi seperti ini membuat perusahaan Indonesia harus bersaing tidak hanya dari sisi harga, tetapi juga teknologi dan efisiensi produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1546\" data-end=\"1961\">Karena itu, pasar cenderung lebih tertarik pada perusahaan yang memanfaatkan energi surya sebagai bagian dari strategi bisnis mereka dibanding produsen panel surya murni. Emiten yang bergerak di infrastruktur energi, kawasan industri, atau utilitas dinilai lebih stabil karena dapat memperoleh keuntungan dari efisiensi biaya listrik dan pertumbuhan proyek energi hijau tanpa terlalu tertekan perang harga global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Kolom) Saat banyak orang terpaku pada arus minyak di Selat Hormuz, revolusi tenaga surya justru sedang berlangsung di sejumlah negara berkembang. Sayangnya, investor akan kesulitan menghasilkan keuntungan dari tren ini karena dominasi China yang begitu menyesakkan. Namun, ada efek lain dari perang yang bisa memberi sedikit ruang bernapas, yakni meningkatnya proteksionisme. Ekspor komponen surya China [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101053,"featured_media":502185,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669],"tags":[15513],"class_list":["post-597327","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","tag-surya"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hambatan Dagang Jadi Kunci Cuan Saham Energi Surya - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hambatan Dagang Jadi Kunci Cuan Saham Energi Surya - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews-Kolom) Saat banyak orang terpaku pada arus minyak di Selat Hormuz, revolusi tenaga surya justru sedang berlangsung di sejumlah negara berkembang. Sayangnya, investor akan kesulitan menghasilkan keuntungan dari tren ini karena dominasi China yang begitu menyesakkan. Namun, ada efek lain dari perang yang bisa memberi sedikit ruang bernapas, yakni meningkatnya proteksionisme. Ekspor komponen surya China [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-20T04:25:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-20T04:25:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/energi-terbarukan-surya-di-aceh-po-yo.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/\",\"name\":\"Hambatan Dagang Jadi Kunci Cuan Saham Energi Surya - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/energi-terbarukan-surya-di-aceh-po-yo.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-20T04:25:24+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-20T04:25:57+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/energi-terbarukan-surya-di-aceh-po-yo.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/energi-terbarukan-surya-di-aceh-po-yo.jpg\",\"width\":900,\"height\":600,\"caption\":\"Sumber:Kemenkeu\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hambatan Dagang Jadi Kunci Cuan Saham Energi Surya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\",\"name\":\"Fadjar Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hambatan Dagang Jadi Kunci Cuan Saham Energi Surya - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hambatan Dagang Jadi Kunci Cuan Saham Energi Surya - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews-Kolom) Saat banyak orang terpaku pada arus minyak di Selat Hormuz, revolusi tenaga surya justru sedang berlangsung di sejumlah negara berkembang. Sayangnya, investor akan kesulitan menghasilkan keuntungan dari tren ini karena dominasi China yang begitu menyesakkan. Namun, ada efek lain dari perang yang bisa memberi sedikit ruang bernapas, yakni meningkatnya proteksionisme. Ekspor komponen surya China [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-05-20T04:25:24+00:00","article_modified_time":"2026-05-20T04:25:57+00:00","og_image":[{"width":900,"height":600,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/energi-terbarukan-surya-di-aceh-po-yo.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Dewanto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/","name":"Hambatan Dagang Jadi Kunci Cuan Saham Energi Surya - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/energi-terbarukan-surya-di-aceh-po-yo.jpg","datePublished":"2026-05-20T04:25:24+00:00","dateModified":"2026-05-20T04:25:57+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/energi-terbarukan-surya-di-aceh-po-yo.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/energi-terbarukan-surya-di-aceh-po-yo.jpg","width":900,"height":600,"caption":"Sumber:Kemenkeu"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/05\/20\/hambatan-dagang-jadi-kunci-cuan-saham-energi-surya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hambatan Dagang Jadi Kunci Cuan Saham Energi Surya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf","name":"Fadjar Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/597327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101053"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=597327"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/597327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":597328,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/597327\/revisions\/597328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/502185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=597327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=597327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=597327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}