{"id":597835,"date":"2026-06-05T14:31:36","date_gmt":"2026-06-05T07:31:36","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=597835"},"modified":"2026-06-05T14:32:15","modified_gmt":"2026-06-05T07:32:15","slug":"era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/","title":{"rendered":"Era Serba Longgar dalam Kredit Swasta Mulai Berakhir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"58\" data-end=\"186\">(Vibiznews &#8211; Kolom) Era ketika hampir segala sesuatu bisa dilakukan dalam proses pemberian pinjaman oleh industri kredit swasta kini mulai berakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"188\" data-end=\"501\">Perusahaan-perusahaan kredit swasta mulai memperketat standar pemberian pinjaman, menaikkan suku bunga serta berbagai biaya lain yang dikenakan pada pinjaman baru, membatasi jumlah utang yang dapat diperoleh peminjam, dan menutup celah yang memungkinkan pembiayaan tambahan dengan menjaminkan aset milik peminjam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"503\" data-end=\"925\">Para eksekutif dan pengacara yang terlibat di industri ini mengatakan perubahan standar tersebut mulai terlihat sekitar bulan Maret dan semakin intensif sejak saat itu. Para pengelola dana juga melihat meningkatnya risiko gagal bayar di pasar pinjaman. Selain itu, mereka harus menghadapi dampak dari meningkatnya pengawasan para investor yang menyebabkan jumlah dana yang tersedia untuk disalurkan menjadi lebih terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"927\" data-end=\"1522\">Selama beberapa bulan terakhir, investor individu semakin khawatir terhadap risiko yang terkandung dalam pinjaman-pinjaman dasar yang menjadi aset kredit swasta. Kekhawatiran tersebut mendorong mereka menarik miliaran dolar dari berbagai dana kredit swasta. Para pelaku industri menilai reaksi tersebut berlebihan dan kini berupaya memberikan lebih banyak informasi guna menenangkan pasar. Namun, sebuah dana milik <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Blackstone<\/span><\/span>, yang merupakan salah satu yang terbesar di sektor ini, melaporkan pada Kamis bahwa investor masih terus mengajukan permintaan penarikan dana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1524\" data-end=\"1818\">Pengetatan standar ini menjadi perubahan besar dibandingkan beberapa tahun terakhir ketika pertumbuhan pesat industri kredit swasta memicu persaingan sengit. Saat itu para pemberi pinjaman berlomba menawarkan berbagai kemudahan dan syarat yang menguntungkan peminjam demi memenangkan transaksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1820\" data-end=\"2362\">Chief Executive Officer <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Ares Management<\/span><\/span>, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Michael Arougheti<\/span><\/span>, mengatakan dalam sebuah konferensi investor pekan lalu bahwa berkurangnya tekanan persaingan akibat gejolak pasar dan arus keluar dana dari segmen kekayaan telah menciptakan lingkungan yang lebih menguntungkan bagi pemberi pinjaman. Menurutnya, pasar yang sebelumnya cenderung berpihak kepada peminjam kini beralih menjadi pasar yang lebih menguntungkan bagi kreditur, dan kondisi tersebut merupakan perkembangan yang positif bagi industri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2364\" data-end=\"2940\">Pada pinjaman-pinjaman baru, para pemberi dana kini menambahkan margin yang lebih besar di atas suku bunga dasar, terutama untuk perusahaan-perusahaan berukuran besar. Menurut data penasihat perbankan investasi <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Lincoln International<\/span><\/span>, untuk perusahaan dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) di atas 100 juta dolar AS, margin median untuk struktur utang yang umum di pasar direct lending mencapai 5,13% pada Mei. Angka tersebut naik dari 5% pada April dan 4,88% pada Maret, sekaligus menjadi level tertinggi dalam hampir dua tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2942\" data-end=\"3060\">Pinjaman kepada perusahaan dengan kualitas kredit yang tidak termasuk kategori terbaik juga mengalami kenaikan margin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3062\" data-end=\"3160\">Tidak hanya suku bunga yang meningkat, biaya pinjaman secara keseluruhan juga menjadi lebih mahal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3162\" data-end=\"3776\">Pemberi kredit swasta kini menaikkan biaya yang dikenakan saat pinjaman diterbitkan, yang dalam industri dikenal sebagai <em data-start=\"3283\" data-end=\"3308\">original issue discount<\/em> (OID). Mekanisme ini mengurangi jumlah dana yang benar-benar diterima peminjam. Sebagai contoh, pada akhir tahun lalu, peminjam yang memperoleh pinjaman sebesar 100 juta dolar AS rata-rata hanya menerima 99,15 juta dolar setelah dikurangi biaya tersebut, meskipun tetap harus mengembalikan penuh 100 juta dolar ditambah bunga. Hingga akhir April, jumlah yang diterima rata-rata turun menjadi 98,96 juta dolar, yang berarti terdapat biaya awal sekitar 1,04 juta dolar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3778\" data-end=\"4222\">Dalam beberapa kasus, biaya tersebut bahkan jauh lebih besar. Perusahaan investasi <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Charlesbank Capital Partners<\/span><\/span> baru-baru ini menawarkan pinjaman sekitar 100 juta dolar kepada target akuisisi sebuah perusahaan ekuitas swasta dengan diskon sekitar 5%, setara dengan biaya awal sebesar 5 juta dolar. Setelah meninjau kondisi keuangan perusahaan tersebut, Charlesbank menilai tingkat diskon tersebut sebanding dengan risiko yang dihadapi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4224\" data-end=\"4494\">Menurut para eksekutif industri, sejumlah pemberi pinjaman juga mulai mengurangi berbagai fasilitas yang sebelumnya digunakan untuk membuat pinjaman lebih menarik bagi peminjam. Salah satunya adalah memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk menunda pembayaran bunga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4496\" data-end=\"4662\">Sebagian pemberi kredit bahkan menerapkan standar penilaian yang lebih konservatif terhadap sektor-sektor tertentu karena ancaman perkembangan kecerdasan buatan (AI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4664\" data-end=\"5238\"><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Guggenheim Investments<\/span><\/span>, misalnya, kini melakukan pengawasan lebih ketat terhadap firma akuntansi dan berbagai perusahaan jasa profesional lainnya. Perusahaan tersebut khawatir kecerdasan buatan dapat menghilangkan sebagian bahkan seluruh model bisnis dalam sektor-sektor tersebut. Sebagai respons, Guggenheim menurunkan tingkat leverage yang diperbolehkan, memperketat rasio pinjaman terhadap nilai aset (<em data-start=\"5084\" data-end=\"5105\">loan-to-value ratio<\/em>), serta meminta dokumentasi yang lebih ketat ketika belum jelas perusahaan mana yang akan menjadi pemenang atau korban dalam era AI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5240\" data-end=\"5764\">Kepala Origination pada divisi kredit korporasi Guggenheim Investments, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Joe McCurdy<\/span><\/span>, mengatakan bahwa perusahaannya memilih pendekatan yang konservatif ketika menghadapi ketidakpastian mengenai perusahaan mana yang akan diuntungkan atau dirugikan oleh perkembangan AI. Menurutnya, menurunkan tingkat leverage lebih masuk akal dibandingkan sekadar menaikkan harga pinjaman karena strategi tersebut memberikan bantalan perlindungan yang lebih besar apabila asumsi yang digunakan ternyata tidak tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5766\" data-end=\"5957\">Industri kredit swasta juga mulai memberlakukan lebih banyak pembatasan terhadap perusahaan ekuitas swasta yang selama ini sangat bergantung pada pinjaman untuk melakukan akuisisi perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5959\" data-end=\"6475\">Pembatasan tersebut mencakup pengurangan kemampuan perusahaan ekuitas swasta untuk menambahkan utang baru pada perusahaan yang diakuisisi, serta membatasi kemampuan mereka menjual atau menjaminkan peralatan dan aset berwujud lainnya. Para pelaku industri juga mengatakan bahwa mereka kini tidak lagi memberikan banyak kelonggaran dalam penyesuaian metrik keuangan, seperti menghapus biaya-biaya satu kali atau biaya diskresioner yang dapat membuat kondisi keuangan perusahaan tampak lebih kuat daripada kenyataannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6477\" data-end=\"6897\">Perubahan ini sangat berbeda dengan beberapa tahun terakhir ketika industri kredit swasta berada di bawah tekanan untuk segera menyalurkan modal yang besar. Pada masa itu, perusahaan ekuitas swasta yang melakukan akuisisi sering kali memiliki posisi tawar lebih kuat sehingga dapat menentukan syarat-syarat pinjaman. Kondisi tersebut didorong oleh derasnya aliran dana baik dari investor institusi maupun investor ritel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"6899\" data-end=\"7453\">Menurut para pengacara yang aktif di pasar kredit swasta, tanda pertama perubahan arah mulai terlihat sekitar pertengahan Maret. Sejumlah transaksi yang sebelumnya sedang berjalan harus dinegosiasikan ulang dengan harga baru, sementara beberapa transaksi lainnya bahkan dibatalkan. Dalam beberapa bulan terakhir, investor individu juga terus menarik dana dari berbagai produk kredit swasta, yang pada akhirnya mengurangi tingkat persaingan di antara para pemberi pinjaman, terutama untuk aset-aset yang kualitas kreditnya tidak termasuk kategori terbaik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"7455\" data-end=\"7757\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Chief Executive Officer <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Carlyle Group<\/span><\/span>, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Harvey Schwartz<\/span><\/span>, mengatakan bahwa perubahan kondisi pasar tersebut segera tercermin pada syarat-syarat pinjaman yang tersedia, yang kini menjadi lebih menguntungkan bagi pihak pemberi pinjaman dibandingkan sebelumnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews &#8211; Kolom) Era ketika hampir segala sesuatu bisa dilakukan dalam proses pemberian pinjaman oleh industri kredit swasta kini mulai berakhir. Perusahaan-perusahaan kredit swasta mulai memperketat standar pemberian pinjaman, menaikkan suku bunga serta berbagai biaya lain yang dikenakan pada pinjaman baru, membatasi jumlah utang yang dapat diperoleh peminjam, dan menutup celah yang memungkinkan pembiayaan tambahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101053,"featured_media":521323,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669],"tags":[15517],"class_list":["post-597835","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","tag-kredit-swasta"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Era Serba Longgar dalam Kredit Swasta Mulai Berakhir - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Era Serba Longgar dalam Kredit Swasta Mulai Berakhir - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews &#8211; Kolom) Era ketika hampir segala sesuatu bisa dilakukan dalam proses pemberian pinjaman oleh industri kredit swasta kini mulai berakhir. Perusahaan-perusahaan kredit swasta mulai memperketat standar pemberian pinjaman, menaikkan suku bunga serta berbagai biaya lain yang dikenakan pada pinjaman baru, membatasi jumlah utang yang dapat diperoleh peminjam, dan menutup celah yang memungkinkan pembiayaan tambahan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-05T07:31:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-05T07:32:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Jakarta-buildings-1-1068x600-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1068\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/\",\"name\":\"Era Serba Longgar dalam Kredit Swasta Mulai Berakhir - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Jakarta-buildings-1-1068x600-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-05T07:31:36+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-05T07:32:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Jakarta-buildings-1-1068x600-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Jakarta-buildings-1-1068x600-1.jpg\",\"width\":1068,\"height\":600,\"caption\":\"Vibizmedia photo\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Era Serba Longgar dalam Kredit Swasta Mulai Berakhir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\",\"name\":\"Fadjar Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Era Serba Longgar dalam Kredit Swasta Mulai Berakhir - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Era Serba Longgar dalam Kredit Swasta Mulai Berakhir - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews &#8211; Kolom) Era ketika hampir segala sesuatu bisa dilakukan dalam proses pemberian pinjaman oleh industri kredit swasta kini mulai berakhir. Perusahaan-perusahaan kredit swasta mulai memperketat standar pemberian pinjaman, menaikkan suku bunga serta berbagai biaya lain yang dikenakan pada pinjaman baru, membatasi jumlah utang yang dapat diperoleh peminjam, dan menutup celah yang memungkinkan pembiayaan tambahan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-06-05T07:31:36+00:00","article_modified_time":"2026-06-05T07:32:15+00:00","og_image":[{"width":1068,"height":600,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Jakarta-buildings-1-1068x600-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Dewanto","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/","name":"Era Serba Longgar dalam Kredit Swasta Mulai Berakhir - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Jakarta-buildings-1-1068x600-1.jpg","datePublished":"2026-06-05T07:31:36+00:00","dateModified":"2026-06-05T07:32:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Jakarta-buildings-1-1068x600-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Jakarta-buildings-1-1068x600-1.jpg","width":1068,"height":600,"caption":"Vibizmedia photo"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/06\/05\/era-serba-longgar-dalam-kredit-swasta-mulai-berakhir\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Era Serba Longgar dalam Kredit Swasta Mulai Berakhir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf","name":"Fadjar Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/597835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101053"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=597835"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/597835\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":597836,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/597835\/revisions\/597836"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/521323"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=597835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=597835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=597835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}