{"id":599175,"date":"2026-07-07T12:18:09","date_gmt":"2026-07-07T05:18:09","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=599175"},"modified":"2026-07-07T14:09:07","modified_gmt":"2026-07-07T07:09:07","slug":"masa-depan-digital-banking-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/","title":{"rendered":"Masa Depan Digital Banking Indonesia"},"content":{"rendered":"<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">(Vibiznews-Kolom) Transformasi digital di sektor keuangan Indonesia telah berkembang jauh melampaui digitalisasi layanan perbankan. Perbankan digital kini menjadi bagian dari agenda besar pembangunan nasional yang menghubungkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat melalui sebuah ekosistem digital yang saling terintegrasi. Dalam kerangka tersebut, digital banking tidak lagi dipandang hanya sebagai penyedia layanan transaksi elektronik, tetapi sebagai infrastruktur strategis yang mendukung tata kelola pemerintahan, memperluas akses layanan keuangan, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Gambaran tersebut menjadi inti berbagai pemaparan dalam Indonesia Digital Bank Summit 2026. Seluruh pembahasan menunjukkan bahwa transformasi digital Indonesia sedang diarahkan menuju pembangunan <b>Digital Public Infrastructure (DPI)<\/b> yang didukung oleh <b>Artificial Intelligence (AI)<\/b> sebagai <i>enabler<\/i> berbagai Program Prioritas Nasional. Pendekatan ini menempatkan teknologi sebagai fondasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik sekaligus menciptakan sistem keuangan yang semakin terintegrasi.<\/span><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"1936\" data-end=\"2618\">Dalam arsitektur tersebut, <strong data-start=\"1963\" data-end=\"1984\">Identitas Digital<\/strong> menjadi pintu masuk utama. Integrasi identitas kependudukan dengan sistem digital memungkinkan masyarakat hanya memiliki satu identitas yang dapat digunakan dalam berbagai layanan. Setelah identitas diverifikasi, berbagai layanan pemerintah maupun layanan keuangan dapat memanfaatkan data tersebut secara lebih efisien. Bersamaan dengan itu, <strong data-start=\"2327\" data-end=\"2349\">Pembayaran Digital<\/strong> melalui QRIS menjadi infrastruktur transaksi yang mempercepat penyaluran berbagai layanan, sedangkan <strong data-start=\"2451\" data-end=\"2468\">Data Exchange<\/strong> melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) memungkinkan berbagai instansi saling bertukar data untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.<\/p>\n<p>Digital Public Infrastructure dibangun melalui sejumlah komponen utama yang saling terhubung. Pada lapisan <strong data-start=\"1290\" data-end=\"1318\">Layanan Digital Nasional<\/strong>, pemerintah mengembangkan berbagai platform seperti <strong data-start=\"1371\" data-end=\"1391\">Portal Perlinsos<\/strong>, <strong data-start=\"1393\" data-end=\"1400\">OSS<\/strong>, <strong data-start=\"1402\" data-end=\"1423\">INAPROC e-Katalog<\/strong>, <strong data-start=\"1425\" data-end=\"1443\">SIMBARA-CORTEX<\/strong>, dan <strong data-start=\"1449\" data-end=\"1458\">INAKU<\/strong>. Masing-masing memiliki fungsi berbeda, mulai dari penyaluran bantuan sosial, pelayanan investasi, digitalisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah, sistem kepatuhan dan <em data-start=\"1630\" data-end=\"1644\">traceability<\/em> sumber daya alam, hingga layanan digital bagi masyarakat. Di bawahnya terdapat fondasi berupa <strong data-start=\"1739\" data-end=\"1760\">Identitas Digital<\/strong>, <strong data-start=\"1762\" data-end=\"1784\">Pembayaran Digital<\/strong>, <strong data-start=\"1786\" data-end=\"1821\">Pertukaran Data (Data Exchange)<\/strong>, serta pemanfaatan <strong data-start=\"1841\" data-end=\"1873\">Artificial Intelligence (AI)<\/strong> yang didukung oleh berbagai lembaga dan instansi pemerintah.<\/p>\n<p>Transformasi tersebut tidak berhenti pada digitalisasi proses administrasi. Salah satu tujuan utama pembangunan Digital Public Infrastructure adalah menciptakan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dalam presentasi mengenai potensi dampak transformasi digital dijelaskan bahwa pergeseran subsidi berbasis komoditas menuju bantuan individu berbasis data akan menghasilkan sistem yang lebih efisien, lebih transparan, dan lebih akuntabel. Dengan memanfaatkan data lintas kementerian dan lembaga, pemerintah dapat memastikan bahwa bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi syarat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi berbagai ketidaktepatan sasaran sekaligus meningkatkan kualitas belanja negara.<\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"3343\" data-end=\"3919\">Pemanfaatan data juga diproyeksikan memberikan dampak terhadap efisiensi fiskal. Dalam contoh yang dipaparkan, anggaran subsidi listrik sebesar Rp90,2 triliun memiliki potensi penghematan hingga Rp45,28 triliun apabila penyaluran dilakukan berdasarkan data yang lebih akurat. Selain menghasilkan penghematan, pendekatan tersebut diharapkan mendorong <strong data-start=\"3693\" data-end=\"3714\">Formalisasi Usaha<\/strong>, karena pelaku usaha yang ingin memperoleh berbagai fasilitas pemerintah perlu melakukan pendaftaran dan validasi data sehingga dapat terhubung dengan berbagai program pembiayaan maupun pemberdayaan UMKM.<\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"3921\" data-end=\"4400\">Di dalam ekosistem tersebut, digital banking memiliki posisi yang semakin strategis. Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan bahwa transformasi industri perbankan telah berkembang dari era digitalisasi sederhana menuju pemanfaatan teknologi yang jauh lebih kompleks. Evolusi tersebut ditandai dengan penggunaan <strong data-start=\"4227\" data-end=\"4241\">blockchain<\/strong>, <strong data-start=\"4243\" data-end=\"4270\">Artificial Intelligence<\/strong>, dan <strong data-start=\"4276\" data-end=\"4298\">big data analytics<\/strong> yang memungkinkan peningkatan produktivitas sekaligus melahirkan inovasi produk dan layanan keuangan.<\/p>\n<p data-start=\"4402\" data-end=\"4833\">Perkembangan teknologi juga mendorong terjadinya integrasi antara perbankan dengan berbagai sektor lain. Kolaborasi dengan <strong data-start=\"4525\" data-end=\"4536\">fintech<\/strong>, <strong data-start=\"4538\" data-end=\"4552\">e-commerce<\/strong>, pasar modal, dan industri asuransi semakin memperluas fungsi perbankan dalam kehidupan masyarakat. Bank tidak lagi hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi mulai menjadi bagian dari ekosistem digital yang melayani berbagai kebutuhan transaksi keuangan dalam satu platform.<\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"4835\" data-end=\"5441\">Perubahan tersebut mengarah pada konsep <strong data-start=\"4875\" data-end=\"4896\">Universal Banking<\/strong>. Dalam model ini, bank diposisikan sebagai <strong data-start=\"4940\" data-end=\"4971\">One Stop Financial Services<\/strong> yang mampu menyediakan berbagai layanan keuangan secara terintegrasi. Selain aktivitas perbankan konvensional, bank memiliki peluang untuk menyediakan layanan yang berkaitan dengan pasar modal, pengasuransian, aset keuangan digital, pengelolaan dana perwalian, maupun kegiatan usaha lain sesuai ketentuan regulator. Model ini diharapkan mampu memperluas peran bank dalam memperdalam pasar keuangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri keuangan Indonesia.<\/p>\n<p data-start=\"5443\" data-end=\"5958\">Transformasi digital yang sedang berlangsung juga didukung oleh besarnya potensi ekonomi digital Indonesia. Tingginya jumlah pengguna internet dan berkembangnya berbagai layanan digital menciptakan peluang yang sangat besar bagi sektor keuangan. Masyarakat semakin menginginkan layanan yang cepat, mudah diakses, dan mampu memenuhi berbagai kebutuhan dalam satu ekosistem digital. Kondisi tersebut mendorong industri perbankan terus berinovasi sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pelaku ekonomi digital.<\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"5960\" data-end=\"6612\">Meskipun demikian, pembahasan dalam Indonesia Digital Bank Summit menunjukkan bahwa perluasan akses saja belum cukup. Pada sesi <strong data-start=\"6088\" data-end=\"6118\">Digital Finance and Growth<\/strong>, dijelaskan bahwa tantangan Indonesia kini tidak lagi hanya berkaitan dengan <strong data-start=\"6196\" data-end=\"6218\">Access &amp; Inclusion<\/strong>, tetapi juga mencakup <strong data-start=\"6241\" data-end=\"6273\">Digital &amp; Financial Literacy<\/strong>, <strong data-start=\"6275\" data-end=\"6302\">Trust, Safety &amp; Quality<\/strong>, serta kemampuan membangun sistem keuangan yang benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kepemilikan rekening bank atau penggunaan QRIS belum otomatis menghasilkan manfaat apabila masyarakat belum memiliki kemampuan mengelola keuangan secara baik maupun memahami risiko penggunaan teknologi digital.<\/p>\n<p data-start=\"6614\" data-end=\"7045\">Karena itu, fokus pembahasan berkembang menuju <strong data-start=\"6661\" data-end=\"6684\">Financial Wellbeing<\/strong>. Digital finance diharapkan mampu meningkatkan ketahanan keuangan masyarakat melalui berbagai produk yang mendukung tabungan, pembiayaan, perlindungan, maupun pengelolaan risiko. Perhatian tidak lagi hanya tertuju pada jumlah pengguna layanan digital, tetapi juga pada kemampuan masyarakat menghadapi guncangan ekonomi serta meningkatkan kualitas kehidupannya.<\/p>\n<p data-start=\"6614\" data-end=\"7045\">Sejalan dengan perkembangan tersebut, berbagai peluang baru juga mulai muncul. Pada sisi <strong data-start=\"7136\" data-end=\"7153\">Opportunities<\/strong>, pembicara menyoroti pentingnya <strong data-start=\"7186\" data-end=\"7215\">Cross Border Transactions<\/strong> yang semakin berkembang melalui interoperabilitas sistem pembayaran kawasan ASEAN. Penguatan kerja sama regional membuka peluang terciptanya pasar digital yang lebih luas sekaligus mendukung pertumbuhan perdagangan, investasi, pariwisata, dan aktivitas UMKM lintas negara.<\/p>\n<p data-start=\"6614\" data-end=\"7045\">Perkembangan <strong data-start=\"7515\" data-end=\"7548\">Digital Assets and Open Banking<\/strong> membuka kesempatan bagi industri keuangan untuk membangun layanan yang semakin terbuka dan terintegrasi. Bersamaan dengan itu, kebutuhan terhadap <strong data-start=\"7695\" data-end=\"7712\">AI Governance<\/strong> menjadi semakin penting agar pemanfaatan kecerdasan buatan berlangsung secara bertanggung jawab, transparan, dan mampu menjaga kepercayaan publik.<\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-start=\"7861\" data-end=\"8572\">Pada sisi inovasi, terdapat tiga area yang dipandang memiliki peran penting dalam masa depan digital banking. Pertama adalah <strong data-start=\"7986\" data-end=\"8006\">Transaction Data<\/strong>, yaitu pemanfaatan data transaksi untuk memperdalam layanan keuangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai produk keuangan. Kedua adalah <strong data-start=\"8162\" data-end=\"8192\">Alternative Credit Scoring<\/strong>, yang memungkinkan lembaga keuangan memanfaatkan berbagai sumber data digital untuk menilai kelayakan kredit masyarakat maupun UMKM yang belum memiliki riwayat kredit formal. Ketiga adalah <strong data-start=\"8382\" data-end=\"8402\">Embedded Finance<\/strong>, yaitu integrasi layanan keuangan ke dalam berbagai platform dan ekosistem digital sehingga layanan keuangan dapat diakses secara lebih mudah di berbagai sektor ekonomi.<\/p>\n<p data-start=\"8574\" data-end=\"9083\">Namun, seluruh inovasi tersebut memerlukan kerangka regulasi yang seimbang. Dalam presentasi mengenai <strong data-start=\"8676\" data-end=\"8700\">Regulatory Framework<\/strong>, pembangunan sektor keuangan digital digambarkan bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu <strong data-start=\"8788\" data-end=\"8798\">Enable<\/strong>, <strong data-start=\"8800\" data-end=\"8811\">Protect<\/strong>, dan <strong data-start=\"8817\" data-end=\"8828\">Enforce<\/strong>. Regulasi harus mampu menyediakan infrastruktur yang mendukung inovasi, memberikan perlindungan terhadap penggunaan data dan konsumen, serta memastikan adanya penegakan hukum terhadap praktik-praktik yang dapat merusak integritas sistem keuangan digital.<\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Seluruh pembahasan dalam Indonesia Digital Bank Summit 2026 menunjukkan bahwa digital banking Indonesia sedang memasuki fase transformasi yang lebih mendasar. Yang dibangun bukan sekadar layanan perbankan berbasis aplikasi, melainkan sebuah ekosistem nasional yang menghubungkan <b>Digital Public Infrastructure<\/b>, <b>Artificial Intelligence<\/b>, <b>Data Exchange<\/b>, <b>Digital Finance<\/b>, dan berbagai layanan pemerintah dalam satu sistem yang saling terintegrasi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Keberhasilan transformasi tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya transaksi digital atau jumlah pengguna layanan keuangan elektronik. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana ekosistem digital mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi fiskal, memperluas kesempatan bagi UMKM, memperkuat inklusi keuangan, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih berkelanjutan. Digital banking, dalam konteks ini, menjadi salah satu fondasi utama bagi pembangunan ekonomi digital nasional yang semakin terhubung, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Kolom) Transformasi digital di sektor keuangan Indonesia telah berkembang jauh melampaui digitalisasi layanan perbankan. Perbankan digital kini menjadi bagian dari agenda besar pembangunan nasional yang menghubungkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat melalui sebuah ekosistem digital yang saling terintegrasi. Dalam kerangka tersebut, digital banking tidak lagi dipandang hanya sebagai penyedia layanan transaksi elektronik, tetapi sebagai infrastruktur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101053,"featured_media":508275,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[669],"tags":[15520],"class_list":["post-599175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","tag-digital-banking-indonesia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Masa Depan Digital Banking Indonesia - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Masa Depan Digital Banking Indonesia - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews-Kolom) Transformasi digital di sektor keuangan Indonesia telah berkembang jauh melampaui digitalisasi layanan perbankan. Perbankan digital kini menjadi bagian dari agenda besar pembangunan nasional yang menghubungkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat melalui sebuah ekosistem digital yang saling terintegrasi. Dalam kerangka tersebut, digital banking tidak lagi dipandang hanya sebagai penyedia layanan transaksi elektronik, tetapi sebagai infrastruktur [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-07T05:18:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-07T07:09:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/bei-digital-banking-2-1-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/\",\"name\":\"Masa Depan Digital Banking Indonesia - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/bei-digital-banking-2-1-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-07T05:18:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-07T07:09:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/bei-digital-banking-2-1-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/bei-digital-banking-2-1-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1440,\"caption\":\"Digital Banking Indonesia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Masa Depan Digital Banking Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\",\"name\":\"Fadjar Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Masa Depan Digital Banking Indonesia - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Masa Depan Digital Banking Indonesia - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews-Kolom) Transformasi digital di sektor keuangan Indonesia telah berkembang jauh melampaui digitalisasi layanan perbankan. Perbankan digital kini menjadi bagian dari agenda besar pembangunan nasional yang menghubungkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat melalui sebuah ekosistem digital yang saling terintegrasi. Dalam kerangka tersebut, digital banking tidak lagi dipandang hanya sebagai penyedia layanan transaksi elektronik, tetapi sebagai infrastruktur [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-07-07T05:18:09+00:00","article_modified_time":"2026-07-07T07:09:07+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1440,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/bei-digital-banking-2-1-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Dewanto","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/","name":"Masa Depan Digital Banking Indonesia - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/bei-digital-banking-2-1-scaled.jpg","datePublished":"2026-07-07T05:18:09+00:00","dateModified":"2026-07-07T07:09:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/bei-digital-banking-2-1-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/bei-digital-banking-2-1-scaled.jpg","width":2560,"height":1440,"caption":"Digital Banking Indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/07\/masa-depan-digital-banking-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Masa Depan Digital Banking Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf","name":"Fadjar Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/599175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101053"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=599175"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/599175\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":599187,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/599175\/revisions\/599187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/508275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=599175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=599175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=599175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}