{"id":599615,"date":"2026-07-15T17:34:08","date_gmt":"2026-07-15T10:34:08","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=599615"},"modified":"2026-07-15T17:34:48","modified_gmt":"2026-07-15T10:34:48","slug":"harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/","title":{"rendered":"Harga Emas Terkoreksi di Tengah Reli Minyak, Pasar Kembali Cermati Arah Kebijakan The Fed"},"content":{"rendered":"<p>Harga emas dunia kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis setelah investor mengalihkan perhatian dari data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan menuju dampak kenaikan harga minyak terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Reli harga minyak mentah yang berlanjut memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama, sehingga berpotensi membuat bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga tinggi dalam periode yang lebih panjang.<\/p>\n<p>Perubahan fokus pasar tersebut mendorong aksi ambil untung pada emas, yang sebelumnya mencatat kenaikan signifikan setelah rilis data inflasi konsumen AS menunjukkan perlambatan lebih besar dari ekspektasi.<\/p>\n<p>Pada pukul 04.41 ET (08.41 GMT), harga emas spot (XAU\/USD) turun 0,63% ke level US$4.027,31 per troy ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas (Gold Futures) melemah 0,89% menjadi US$4.033,35 per troy ounce.<\/p>\n<p>Logam mulia lainnya juga bergerak bervariasi. Perak (XAG\/USD) turun 0,70% ke US$58,30 per ounce, sedangkan platinum (XPT\/USD) justru menguat 0,34% ke level US$1.638,20 per ounce.<\/p>\n<p><strong>Reli Emas Mulai Kehilangan Momentum<\/strong><\/p>\n<p>Pelemahan harga emas terjadi hanya dua hari setelah logam mulia tersebut melonjak lebih dari 2%, dipicu oleh laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index\/CPI) Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan pasar.<\/p>\n<p>Data inflasi Juni bahkan mencatat penurunan bulanan pertama sejak 2020. Kondisi tersebut sempat meningkatkan optimisme bahwa tekanan inflasi mulai mereda sehingga Federal Reserve tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga.<\/p>\n<p>Respons pasar saat itu terlihat jelas. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) menurun, sementara indeks dolar AS ikut melemah. Kedua faktor tersebut menjadi katalis positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.<\/p>\n<p>Namun, euforia tersebut tidak berlangsung lama.<\/p>\n<p>Pelaku pasar kini kembali mempertimbangkan risiko inflasi dari sisi energi setelah harga minyak mentah bertahan di level tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Kenaikan harga energi dinilai berpotensi menghambat proses penurunan inflasi sehingga ruang bagi Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan moneternya menjadi lebih terbatas.<\/p>\n<p><strong>Harga Minyak Kembali Menjadi Variabel Penting<\/strong><\/p>\n<p>Reli harga minyak memasuki hari ketiga berturut-turut setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertahankan blokade angkatan laut di sekitar pelabuhan-pelabuhan Iran serta memperingatkan kemungkinan eskalasi militer lebih lanjut apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan.<\/p>\n<p>Perkembangan geopolitik tersebut memicu kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi global.<\/p>\n<p>Bagi pasar, kenaikan harga minyak bukan sekadar persoalan pasokan energi. Minyak merupakan salah satu komponen penting pembentuk inflasi karena memengaruhi biaya transportasi, logistik, hingga harga berbagai barang dan jasa.<\/p>\n<p>Apabila harga minyak terus bertahan tinggi, tekanan inflasi berpotensi kembali meningkat. Kondisi tersebut dapat mempersulit upaya Federal Reserve dalam mengembalikan inflasi menuju target jangka panjang sebesar 2%.<\/p>\n<p><strong>The Fed Tetap Berhati-hati Meski Inflasi Melandai<\/strong><\/p>\n<p>Meskipun data inflasi terbaru memberikan sinyal yang menggembirakan, para pejabat Federal Reserve masih menunjukkan sikap hati-hati.<\/p>\n<p>Mereka pada dasarnya menyambut baik perlambatan inflasi yang terjadi, tetapi menilai satu kali laporan yang lebih lemah belum cukup untuk memastikan bahwa tekanan harga benar-benar telah terkendali.<\/p>\n<p>Bank sentral Amerika Serikat masih memerlukan serangkaian data tambahan yang konsisten sebelum memperoleh keyakinan bahwa inflasi sedang bergerak secara berkelanjutan menuju target.<\/p>\n<p>Sikap tersebut membuat pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan bahwa suku bunga akan tetap berada di level tinggi lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.<\/p>\n<p>Bagi emas, prospek tersebut menjadi tantangan tersendiri.<\/p>\n<p>Sebagai aset yang tidak memberikan bunga maupun dividen, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga meningkat. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi membuat investor memiliki alternatif investasi yang menawarkan return lebih menarik dibandingkan menyimpan emas.<\/p>\n<p><strong>ANZ:<\/strong> <strong>Prospek Jangka Panjang Emas Tetap Positif<\/strong><\/p>\n<p>Analis dari ANZ menilai harga emas masih berpotensi bergerak dalam kisaran terbatas pada jangka pendek.<\/p>\n<p>Menurut mereka, ekspektasi pasar terhadap setidaknya satu kali kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini masih menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga emas.<\/p>\n<p>Meski demikian, ANZ tetap mempertahankan pandangan positif terhadap prospek jangka panjang logam mulia tersebut.<\/p>\n<p>Mereka memperkirakan minat beli akan kembali meningkat apabila harga emas mengalami koreksi yang lebih dalam. Fundamental jangka panjang emas dinilai masih kuat di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global, permintaan bank sentral, serta kebutuhan investor terhadap aset lindung nilai.<\/p>\n<p>Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pelemahan harga saat ini belum tentu mengubah tren jangka panjang emas, melainkan lebih mencerminkan penyesuaian ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.<\/p>\n<p><strong>Pasar Menanti Data Inflasi Berikutnya<\/strong><\/p>\n<p>Fokus investor kini beralih pada rilis data <strong>Producer Price Index (PPI)<\/strong> Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit pada Kamis waktu setempat.<\/p>\n<p>Data tersebut akan memberikan gambaran mengenai tekanan harga di tingkat produsen dan menjadi salah satu indikator penting yang digunakan Federal Reserve dalam menilai arah inflasi ke depan.<\/p>\n<p>Apabila PPI kembali menunjukkan perlambatan, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga dapat kembali berkurang sehingga berpotensi memberikan dukungan baru bagi harga emas.<\/p>\n<p>Sebaliknya, apabila tekanan harga produsen meningkat, pasar kemungkinan akan kembali memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.<\/p>\n<p>Perkembangan tersebut diperkirakan akan memengaruhi pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta harga emas dalam jangka pendek.<\/p>\n<p>Sementara itu, berdasarkan perangkat <strong>CME FedWatch<\/strong>, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar <strong>58%<\/strong> bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Angka tersebut turun dibandingkan estimasi sekitar <strong>76%<\/strong> sebelum laporan CPI dirilis pada Selasa.<\/p>\n<p>Perubahan ekspektasi tersebut mencerminkan bahwa pasar masih berada dalam fase mencari keseimbangan antara sinyal perlambatan inflasi dan risiko baru yang muncul akibat reli harga minyak. Selama kedua faktor tersebut masih saling tarik-menarik, volatilitas di pasar emas diperkirakan tetap tinggi, sementara setiap rilis data ekonomi Amerika Serikat akan menjadi penentu utama arah pergerakan logam mulia dalam beberapa waktu ke depan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Harga emas dunia kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis setelah investor mengalihkan perhatian dari data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan menuju dampak kenaikan harga minyak terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Reli harga minyak mentah yang berlanjut memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama, sehingga berpotensi membuat bank [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101031,"featured_media":584225,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[14922,3011],"tags":[],"class_list":["post-599615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-economy-and-business","category-news-insight"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Harga Emas Terkoreksi di Tengah Reli Minyak, Pasar Kembali Cermati Arah Kebijakan The Fed - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Harga Emas Terkoreksi di Tengah Reli Minyak, Pasar Kembali Cermati Arah Kebijakan The Fed - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Harga emas dunia kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis setelah investor mengalihkan perhatian dari data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan menuju dampak kenaikan harga minyak terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Reli harga minyak mentah yang berlanjut memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama, sehingga berpotensi membuat bank [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-15T10:34:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-15T10:34:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gold-30.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kristanto Nugroho\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kristanto Nugroho\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/\",\"name\":\"Harga Emas Terkoreksi di Tengah Reli Minyak, Pasar Kembali Cermati Arah Kebijakan The Fed - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gold-30.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-15T10:34:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-15T10:34:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ab8c0e34ef493acf62c0a6b01eef3108\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gold-30.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gold-30.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Harga Emas Terkoreksi di Tengah Reli Minyak, Pasar Kembali Cermati Arah Kebijakan The Fed\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ab8c0e34ef493acf62c0a6b01eef3108\",\"name\":\"Kristanto Nugroho\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/94d25d2082f4c98bcbae05e8010a8b71?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/94d25d2082f4c98bcbae05e8010a8b71?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kristanto Nugroho\"},\"description\":\"CEO of Vibiz Media Network, currently he is also the advisor of Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/kristanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Harga Emas Terkoreksi di Tengah Reli Minyak, Pasar Kembali Cermati Arah Kebijakan The Fed - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Harga Emas Terkoreksi di Tengah Reli Minyak, Pasar Kembali Cermati Arah Kebijakan The Fed - Vibiznews.com","og_description":"Harga emas dunia kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis setelah investor mengalihkan perhatian dari data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan menuju dampak kenaikan harga minyak terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Reli harga minyak mentah yang berlanjut memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama, sehingga berpotensi membuat bank [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-07-15T10:34:08+00:00","article_modified_time":"2026-07-15T10:34:48+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gold-30.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kristanto Nugroho","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kristanto Nugroho","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/","name":"Harga Emas Terkoreksi di Tengah Reli Minyak, Pasar Kembali Cermati Arah Kebijakan The Fed - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gold-30.jpg","datePublished":"2026-07-15T10:34:08+00:00","dateModified":"2026-07-15T10:34:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ab8c0e34ef493acf62c0a6b01eef3108"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gold-30.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/gold-30.jpg","width":1280,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/15\/harga-emas-terkoreksi-di-tengah-reli-minyak-pasar-kembali-cermati-arah-kebijakan-the-fed\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Harga Emas Terkoreksi di Tengah Reli Minyak, Pasar Kembali Cermati Arah Kebijakan The Fed"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ab8c0e34ef493acf62c0a6b01eef3108","name":"Kristanto Nugroho","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/94d25d2082f4c98bcbae05e8010a8b71?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/94d25d2082f4c98bcbae05e8010a8b71?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kristanto Nugroho"},"description":"CEO of Vibiz Media Network, currently he is also the advisor of Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/kristanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/599615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101031"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=599615"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/599615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":599616,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/599615\/revisions\/599616"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/584225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=599615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=599615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=599615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}