{"id":599661,"date":"2026-07-17T15:05:05","date_gmt":"2026-07-17T08:05:05","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=599661"},"modified":"2026-07-17T15:05:05","modified_gmt":"2026-07-17T08:05:05","slug":"analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/","title":{"rendered":"Analisis Ekonomi: Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap Stabilitas Rupiah dan Risiko Sektor Perbankan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibiznews \u2013 Economy) Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah proaktif untuk memperkuat stabilitas moneter dalam negeri, dengan menaikkan suku bunga atau BI rate pada hari Kamis (18\/6\/2026).<br \/>\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026, bank sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Sejalan dengan kenaikan tersebut, suku bunga Deposit Facility turut dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility naik menjadi 6,50%.<br \/>\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa keputusan kenaikan ini merupakan langkah lanjutan untuk memitigasi dampak<br \/>\nketidakpastian global yang masih tinggi serta menjaga pergerakan nilai tukar Rupiah dari tekanan eksternal.<br \/>\n\u201cKeputusan menaikkan BI-Rate ini tetap difokuskan pada penguatan stabilitas nilai tukar Rupiah serta memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5% \u00b11% untuk periode 2026 dan 2027,\u201d ujar Perry.<br \/>\nKenaikan kali ini menandai penyesuaian ketiga yang dilakukan BI sepanjang kuartal kedua tahun 2026, setelah sebelumnya BI menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada Mei, dan secara tak terduga menaikkan lagi sebesar 25 bps pada RDG mingguan tanggal 9 Juni lalu.<br \/>\nLangkah hawkish yang diambil oleh Bank Indonesia ini dinilai pasar sebagai respons tegas terhadap fluktuasi nilai tukar terhadap dolar AS yang dipicu sentimen geopolitik dan kebijakan suku bunga global. Pasca pengumuman hasil RDG, terpantau pergerakan nilai tukar Rupiah di pasar spot bergerak relatif stabil dan menunjukkan penguatan dibanding pembukaan pagi hari, bersandar di kisaran Rp17.730 per dolar AS pada pukul 14.30 WIB.<br \/>\nDi sisi lain, BI menegaskan bahwa bauran kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran longgar akan tetap dipertahankan untuk memastikan ketersediaan likuiditas perbankan dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik agar tetap tumbuh solid di sektor riil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengevaluasi Efektivitas &#8220;Rem Darurat&#8221;<br \/>\nTidak tertembusnya batas psikologis Rp18.000 per dolar AS sering kali diartikan sebagai keberhasilan kebijakan suku bunga tinggi. Namun, evaluasi pasar yang lebih mendalam menunjukkan bahwa stabilitas ini bukanlah murni reaksi organik atas imbal hasil. Di balik pergerakan harian, Bank Indonesia aktif melakukan Triple Intervention\u2014menginjeksi likuiditas valas di pasar Spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar SBN sekunder. Ketahanan batas harga tersebut merupakan hasil dari intervensi langsung yang mengandalkan cadangan devisa, bukan sekadar penahan alami dari tingginya BI-Rate.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pergeseran Risiko ke Operasional Perbankan<br \/>\nDi sisi lain, mempertahankan nilai tukar dengan instrumen suku bunga yang tinggi pada dasarnya adalah upaya menggeser risiko dari stabilitas makro ke dalam postur operasional perbankan komersial. Ketika bank sentral mematok suku bunga sebagai benteng pertahanan, beban likuiditas langsung dirasakan oleh sektor riil dan lembaga keuangan.<\/p>\n<p>Kewaspadaan Manajemen Risiko Operasional:<br \/>\nLonjakan Cost of Fund memaksa perbankan untuk menyesuaikan bunga kredit. Hal ini menuntut penerapan pemikiran kritis dalam pengawasan operasional, mengingat eskalasi gagal bayar (Non-Performing Loan \/ NPL) dapat meningkat drastis jika risiko kredit tidak dimitigasi secara presisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhirnya, efektivitas kebijakan moneter tidak sekadar diukur dari keberhasilan menjaga batas plafon harga mata uang, melainkan juga kemampuannya meredam volatilitas harian. Fluktuasi nilai tukar yang liar sering kali lebih merusak perencanaan operasional perbankan dan dunia usaha dibandingkan angka nominal pelemahan itu sendiri. Kepastian dan prediktabilitas tetap menjadi jangkar utama bagi pertumbuhan<br \/>\njangka panjang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews \u2013 Economy) Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah proaktif untuk memperkuat stabilitas moneter dalam negeri, dengan menaikkan suku bunga atau BI rate pada hari Kamis (18\/6\/2026). Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026, bank sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":573129,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[353],"tags":[14607,6761],"class_list":["post-599661","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-banking-insurance","tag-bi-rate-2","tag-suku-bunga"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Analisis Ekonomi: Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap Stabilitas Rupiah dan Risiko Sektor Perbankan - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Analisis Ekonomi: Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap Stabilitas Rupiah dan Risiko Sektor Perbankan - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews \u2013 Economy) Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah proaktif untuk memperkuat stabilitas moneter dalam negeri, dengan menaikkan suku bunga atau BI rate pada hari Kamis (18\/6\/2026). Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026, bank sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-17T08:05:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Fokus-Stabilitas-Rupiah-BI-Mempertahankan-BI-Rate-Tetap-6.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"993\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"488\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Asido Situmorang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Asido Situmorang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/\",\"name\":\"Analisis Ekonomi: Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap Stabilitas Rupiah dan Risiko Sektor Perbankan - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Fokus-Stabilitas-Rupiah-BI-Mempertahankan-BI-Rate-Tetap-6.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-07-17T08:05:05+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-17T08:05:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/f4e69d2aa33cbc21150bf5f4c57a0ff9\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Fokus-Stabilitas-Rupiah-BI-Mempertahankan-BI-Rate-Tetap-6.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Fokus-Stabilitas-Rupiah-BI-Mempertahankan-BI-Rate-Tetap-6.jpeg\",\"width\":993,\"height\":488,\"caption\":\"Sumber: Bank Indonesia (youtube)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Analisis Ekonomi: Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap Stabilitas Rupiah dan Risiko Sektor Perbankan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/f4e69d2aa33cbc21150bf5f4c57a0ff9\",\"name\":\"Asido Situmorang\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3b63d42ac4ef6516f2d81883f4324f6c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3b63d42ac4ef6516f2d81883f4324f6c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Asido Situmorang\"},\"description\":\"Asido is now the Senior Research Economic of Vibiz Research Center and Editor in Chief of Vibiznews.com, that makes market analysis (fundamental &amp; technical) and research of the economy and business of Indonesia and globally, as well as other related topics such as capital and money market. He also actively writing hundreds of journals, analytical articles and columns in Vibiznews.com.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/asido-situmorang\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Analisis Ekonomi: Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap Stabilitas Rupiah dan Risiko Sektor Perbankan - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Analisis Ekonomi: Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap Stabilitas Rupiah dan Risiko Sektor Perbankan - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews \u2013 Economy) Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah proaktif untuk memperkuat stabilitas moneter dalam negeri, dengan menaikkan suku bunga atau BI rate pada hari Kamis (18\/6\/2026). Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026, bank sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-07-17T08:05:05+00:00","og_image":[{"width":993,"height":488,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Fokus-Stabilitas-Rupiah-BI-Mempertahankan-BI-Rate-Tetap-6.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Asido Situmorang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Asido Situmorang","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/","name":"Analisis Ekonomi: Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap Stabilitas Rupiah dan Risiko Sektor Perbankan - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Fokus-Stabilitas-Rupiah-BI-Mempertahankan-BI-Rate-Tetap-6.jpeg","datePublished":"2026-07-17T08:05:05+00:00","dateModified":"2026-07-17T08:05:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/f4e69d2aa33cbc21150bf5f4c57a0ff9"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Fokus-Stabilitas-Rupiah-BI-Mempertahankan-BI-Rate-Tetap-6.jpeg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Fokus-Stabilitas-Rupiah-BI-Mempertahankan-BI-Rate-Tetap-6.jpeg","width":993,"height":488,"caption":"Sumber: Bank Indonesia (youtube)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/07\/17\/analisis-ekonomi-dampak-kenaikan-suku-bunga-bi-terhadap-stabilitas-rupiah-dan-risiko-sektor-perbankan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Analisis Ekonomi: Dampak Kenaikan Suku Bunga BI Terhadap Stabilitas Rupiah dan Risiko Sektor Perbankan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/f4e69d2aa33cbc21150bf5f4c57a0ff9","name":"Asido Situmorang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3b63d42ac4ef6516f2d81883f4324f6c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3b63d42ac4ef6516f2d81883f4324f6c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Asido Situmorang"},"description":"Asido is now the Senior Research Economic of Vibiz Research Center and Editor in Chief of Vibiznews.com, that makes market analysis (fundamental &amp; technical) and research of the economy and business of Indonesia and globally, as well as other related topics such as capital and money market. He also actively writing hundreds of journals, analytical articles and columns in Vibiznews.com.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/asido-situmorang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/599661","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=599661"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/599661\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":599662,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/599661\/revisions\/599662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/573129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=599661"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=599661"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=599661"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}