{"id":600579,"date":"2026-08-06T21:51:21","date_gmt":"2026-08-06T14:51:21","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=600579"},"modified":"2026-08-06T21:53:33","modified_gmt":"2026-08-06T14:53:33","slug":"ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/","title":{"rendered":"IPO SpaceX Simpulkan Valuasi Tinggi Tak Selalu Berbuah Keuntungan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'Open Sans', 'Helvetica Neue', sans-serif;\">(Vibiznews-Kolom) Penawaran saham perdana (IPO) SpaceX pada Juni 2026 menjadi salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah pasar modal global. Dengan valuasi mencapai <\/span><em style=\"font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'Open Sans', 'Helvetica Neue', sans-serif;\">US$1,77 triliun<\/em><span style=\"font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'Open Sans', 'Helvetica Neue', sans-serif;\">, perusahaan antariksa yang didirikan Elon Musk tersebut mencatatkan IPO terbesar sepanjang sejarah sekaligus menempatkan dirinya sejajar dengan kelompok perusahaan teknologi paling bernilai di dunia. Antusiasme investor begitu besar sehingga harga saham melonjak pada hari pertama perdagangan, memperkuat keyakinan bahwa SpaceX merupakan simbol baru ekonomi berbasis teknologi tinggi yang menggabungkan industri peluncuran roket, layanan internet satelit Starlink, dan kecerdasan buatan melalui xAI. Namun di balik euforia tersebut, muncul dua kisah berbeda yang menggambarkan bahwa harga pasar dan keuntungan investor tidak selalu berjalan seiring. Di satu sisi, penelitian akademik mempertanyakan apakah valuasi tersebut benar-benar mencerminkan fundamental perusahaan. Di sisi lain, investigasi <\/span><em style=\"font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'Open Sans', 'Helvetica Neue', sans-serif;\">The Wall Street Journal<\/em><span style=\"font-family: Verdana, BlinkMacSystemFont, -apple-system, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen, Ubuntu, Cantarell, 'Open Sans', 'Helvetica Neue', sans-serif;\"> menunjukkan bahwa sebagian investor justru kehilangan kesempatan menikmati lonjakan harga tersebut karena mekanisme investasi yang tidak mereka pahami sepenuhnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian Alexander F. Wagner berjudul <em>Valuing SpaceX: Cash Flows versus the Cost of Capital<\/em> memberikan salah satu analisis paling komprehensif mengenai valuasi SpaceX. Menggunakan model arus kas terdiskonto (<em>discounted cash flow<\/em>), pembagian bisnis berdasarkan segmen, serta pendekatan <em>real options<\/em>, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa nilai fundamental SpaceX berada pada kisaran <em>US$860 miliar hingga US$1,13 triliun<\/em>, jauh di bawah harga IPO sebesar <em>US$1,77 triliun<\/em>. Dengan kata lain, terdapat selisih valuasi ratusan miliar dolar yang tidak dapat dijelaskan hanya melalui proyeksi pertumbuhan bisnis perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang menarik, Wagner tidak menyatakan bahwa harga IPO tersebut pasti salah. Sebaliknya, ia berpendapat bahwa harga tersebut mencerminkan asumsi yang sangat optimistis mengenai masa depan sekaligus penerimaan investor terhadap tingkat pengembalian yang lebih rendah dibandingkan risiko yang mereka tanggung. Dalam modelnya, hampir seluruh variabel operasional\u2014mulai dari margin Starlink, pertumbuhan bisnis peluncuran roket, hingga pendapatan xAI\u2014harus berada di ujung paling optimistis agar valuasi mendekati harga pasar. Sebaliknya, hanya diperlukan penurunan kecil pada tingkat diskonto untuk menghasilkan valuasi yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa harga SpaceX lebih banyak berbicara mengenai bagaimana investor menilai risiko dibandingkan mengenai kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Temuan tersebut memiliki implikasi yang lebih luas. Dalam teori keuangan, semakin tinggi harga suatu aset, semakin rendah tingkat pengembalian yang diharapkan apabila seluruh proyeksi pertumbuhan benar-benar terwujud. Dengan membeli saham pada harga yang sangat tinggi, investor pada dasarnya telah membayar sebagian besar keuntungan masa depan di muka. Wagner memperkirakan bahwa harga IPO SpaceX mengimplikasikan tingkat pengembalian sekitar <em>6,86 persen per tahun<\/em>, lebih rendah dibandingkan yang lazim diharapkan investor terhadap perusahaan dengan karakteristik pertumbuhan tinggi dan risiko besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian tersebut juga memberikan perspektif menarik mengenai sumber optimisme pasar. Menurut Wagner, arus dana indeks maupun kebutuhan diversifikasi portofolio memang berkontribusi terhadap tingginya harga saham, tetapi penggerak utama tetap berasal dari keyakinan investor bahwa pertumbuhan masa depan akan melampaui seluruh proyeksi konservatif. Dengan kata lain, premium valuasi bukan sekadar refleksi kinerja perusahaan, melainkan cerminan ekspektasi kolektif bahwa SpaceX akan menciptakan pasar-pasar baru yang belum sepenuhnya tercermin dalam model keuangan konvensional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, euforia tersebut ternyata tidak dinikmati oleh semua pihak yang merasa telah menjadi investor SpaceX sejak sebelum IPO. Investigasi <em>The Wall Street Journal<\/em> mengungkap bahwa sejumlah investor ritel yang membeli eksposur terhadap SpaceX melalui <em>Special Purpose Vehicles<\/em> (SPV) justru mendapati kepemilikan mereka telah dijual bertahun-tahun sebelum perusahaan resmi melantai di bursa. Ketika mereka membuka portal investasi setelah IPO bersejarah tersebut, saham yang mereka yakini masih dimiliki ternyata sudah tidak ada lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus tersebut terutama melibatkan investor yang membeli unit investasi melalui pengelola dana seperti <em>Late Stage Management<\/em>, yang menawarkan akses terhadap perusahaan privat sebelum IPO. Skema SPV selama ini memang menjadi salah satu cara bagi investor individu memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan teknologi yang belum tercatat di bursa. Investor membeli kepemilikan pada suatu kendaraan investasi, bukan secara langsung memiliki saham perusahaan. Mekanisme seperti ini selama bertahun-tahun dipandang sebagai solusi untuk membuka akses terhadap peluang investasi yang sebelumnya hanya tersedia bagi investor institusional dan individu dengan kekayaan sangat besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun investigasi WSJ menunjukkan bahwa struktur tersebut juga memiliki konsekuensi hukum dan ekonomi yang tidak selalu dipahami investor. Berdasarkan ketentuan dalam dokumen investasi, pengelola SPV memiliki ruang untuk menjual aset yang dimiliki kendaraan investasi tersebut sebelum IPO. Dalam sejumlah kasus, penjualan dilakukan pada 2024 ketika valuasi SpaceX memang telah meningkat pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bagi pengelola dana, transaksi tersebut menghasilkan keuntungan. Akan tetapi, bagi investor yang berharap menikmati kenaikan harga setelah IPO 2026, keputusan tersebut justru mengakhiri partisipasi mereka jauh sebelum momen paling menguntungkan terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini menunjukkan bahwa investasi pada perusahaan privat memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan membeli saham di pasar terbuka. Pada perusahaan publik, kepemilikan saham tercatat secara langsung atas nama investor sehingga setiap aksi korporasi dapat dipantau secara transparan. Sebaliknya, dalam struktur <em>Special Purpose Vehicles<\/em> (SPV), investor sebenarnya memiliki kepemilikan pada suatu kendaraan investasi yang kemudian memiliki saham perusahaan target. Hubungan hukum semacam ini membuat hak investor bergantung pada perjanjian yang disusun oleh pengelola dana. Ketika pengelola memutuskan untuk menjual kepemilikan berdasarkan ketentuan yang telah disepakati, investor belum tentu memiliki hak untuk menolak keputusan tersebut. Kondisi inilah yang menjadi inti persoalan yang diungkap <em>The Wall Street Journal<\/em>, yakni adanya kesenjangan antara ekspektasi investor dan realitas struktur investasi yang mereka masuki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari perspektif ekonomi, fenomena tersebut memperlihatkan bahwa akses terhadap investasi perusahaan privat tidak selalu identik dengan kepemilikan manfaat ekonomi hingga perusahaan memasuki bursa saham. Selama beberapa tahun terakhir, semakin banyak startup berteknologi tinggi memilih bertahan lebih lama sebagai perusahaan privat. Akibatnya, peluang menikmati pertumbuhan awal perusahaan bergeser dari pasar publik menuju pasar privat yang didominasi dana ventura, investor institusional, dan berbagai kendaraan investasi alternatif. Kehadiran SPV kemudian dipandang sebagai jembatan agar investor individu dapat ikut berpartisipasi. Namun kasus SpaceX menunjukkan bahwa akses tersebut membawa lapisan risiko tambahan yang tidak selalu terlihat pada saat investasi dilakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Temuan ini menjadi semakin menarik apabila dibandingkan dengan hasil penelitian Alexander F. Wagner. Di satu sisi, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa harga IPO SpaceX mencerminkan ekspektasi yang sangat optimistis dan mengimplikasikan tingkat pengembalian yang relatif rendah apabila dibandingkan dengan risiko perusahaan. Dengan kata lain, investor yang membeli saham pada harga IPO sebenarnya sudah menerima valuasi yang sangat tinggi. Di sisi lain, sebagian investor SPV bahkan tidak memperoleh kesempatan untuk menentukan sendiri apakah mereka ingin membeli, menjual, atau tetap mempertahankan investasinya setelah IPO. Mereka kehilangan pilihan tersebut karena kepemilikannya telah dialihkan jauh sebelum perusahaan memasuki pasar publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan kedua kelompok investor tersebut memberikan pelajaran penting mengenai makna kepemilikan dalam dunia investasi modern. Investor publik menghadapi risiko bahwa mereka membeli aset dengan harga yang mungkin terlalu mahal. Sebaliknya, investor SPV menghadapi risiko tambahan berupa struktur hukum dan tata kelola investasi yang dapat mengubah posisi mereka tanpa keterlibatan langsung. Dengan demikian, risiko investasi tidak lagi hanya berasal dari prospek bisnis perusahaan, melainkan juga dari desain kontrak dan mekanisme kelembagaan yang menghubungkan investor dengan aset yang dimilikinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus SpaceX juga diperkirakan akan mendorong meningkatnya perhatian regulator terhadap transparansi investasi di pasar privat. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan <em>private capital<\/em> berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan pasar modal tradisional. Semakin banyak perusahaan memilih menunda IPO karena lebih mudah memperoleh pendanaan dari investor privat dengan valuasi yang terus meningkat. Akibatnya, berbagai instrumen investasi baru bermunculan untuk memenuhi permintaan investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. Tanpa standar transparansi yang memadai, potensi kesalahpahaman mengenai hak investor dapat semakin besar, terutama ketika perusahaan akhirnya memasuki pasar publik dengan valuasi yang jauh lebih tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi industri pengelolaan aset, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memilih perusahaan yang tepat, tetapi juga oleh kualitas tata kelola investasi. Struktur kepemilikan, hak suara, mekanisme penjualan, distribusi hasil investasi, hingga ketentuan mengenai likuiditas sama pentingnya dengan analisis fundamental perusahaan. Banyak investor cenderung memusatkan perhatian pada nama besar perusahaan, pertumbuhan pendapatan, atau prospek teknologi, sementara klausul hukum dalam dokumen investasi sering kali justru menentukan bagaimana keuntungan tersebut pada akhirnya dibagikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kisah SpaceX menghadirkan ironi yang menarik. Perusahaan ini berhasil menciptakan salah satu IPO paling spektakuler dalam sejarah dengan valuasi yang masih menjadi perdebatan di kalangan akademisi dan praktisi keuangan. Namun pada saat yang sama, sebagian investor yang sejak awal ingin menjadi bagian dari perjalanan perusahaan justru tidak menikmati puncak apresiasi nilai tersebut. Penelitian Alexander F. Wagner mengingatkan bahwa harga saham yang sangat tinggi belum tentu didukung oleh fundamental yang sepadan, sementara investigasi <em>The Wall Street Journal<\/em> menunjukkan bahwa memiliki eksposur terhadap perusahaan privat belum tentu berarti memiliki hak untuk menikmati seluruh kenaikan nilainya. Kedua perspektif tersebut bertemu pada satu kesimpulan bahwa dalam dunia investasi modern, keuntungan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memilih perusahaan terbaik, tetapi juga oleh pemahaman terhadap valuasi, struktur kepemilikan, dan aturan yang mengatur bagaimana hak ekonomi investor dijalankan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Kolom) Penawaran saham perdana (IPO) SpaceX pada Juni 2026 menjadi salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah pasar modal global. Dengan valuasi mencapai US$1,77 triliun, perusahaan antariksa yang didirikan Elon Musk tersebut mencatatkan IPO terbesar sepanjang sejarah sekaligus menempatkan dirinya sejajar dengan kelompok perusahaan teknologi paling bernilai di dunia. Antusiasme investor begitu besar sehingga harga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101053,"featured_media":600582,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[669],"tags":[15533],"class_list":["post-600579","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","tag-spacex"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>IPO SpaceX Simpulkan Valuasi Tinggi Tak Selalu Berbuah Keuntungan - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"IPO SpaceX Simpulkan Valuasi Tinggi Tak Selalu Berbuah Keuntungan - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews-Kolom) Penawaran saham perdana (IPO) SpaceX pada Juni 2026 menjadi salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah pasar modal global. Dengan valuasi mencapai US$1,77 triliun, perusahaan antariksa yang didirikan Elon Musk tersebut mencatatkan IPO terbesar sepanjang sejarah sekaligus menempatkan dirinya sejajar dengan kelompok perusahaan teknologi paling bernilai di dunia. Antusiasme investor begitu besar sehingga harga [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-06T14:51:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-06T14:53:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/SpaceX-.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/\",\"name\":\"IPO SpaceX Simpulkan Valuasi Tinggi Tak Selalu Berbuah Keuntungan - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/SpaceX-.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-06T14:51:21+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-06T14:53:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/SpaceX-.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/SpaceX-.jpg\",\"width\":1200,\"height\":800,\"caption\":\"SpaceX\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"IPO SpaceX Simpulkan Valuasi Tinggi Tak Selalu Berbuah Keuntungan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\",\"name\":\"Fadjar Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"IPO SpaceX Simpulkan Valuasi Tinggi Tak Selalu Berbuah Keuntungan - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"IPO SpaceX Simpulkan Valuasi Tinggi Tak Selalu Berbuah Keuntungan - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews-Kolom) Penawaran saham perdana (IPO) SpaceX pada Juni 2026 menjadi salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah pasar modal global. Dengan valuasi mencapai US$1,77 triliun, perusahaan antariksa yang didirikan Elon Musk tersebut mencatatkan IPO terbesar sepanjang sejarah sekaligus menempatkan dirinya sejajar dengan kelompok perusahaan teknologi paling bernilai di dunia. Antusiasme investor begitu besar sehingga harga [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-08-06T14:51:21+00:00","article_modified_time":"2026-08-06T14:53:33+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/SpaceX-.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Dewanto","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/","name":"IPO SpaceX Simpulkan Valuasi Tinggi Tak Selalu Berbuah Keuntungan - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/SpaceX-.jpg","datePublished":"2026-08-06T14:51:21+00:00","dateModified":"2026-08-06T14:53:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/SpaceX-.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/SpaceX-.jpg","width":1200,"height":800,"caption":"SpaceX"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/06\/ipo-spacex-valuasi-tinggi-tak-selalu-berbuah-keuntungan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"IPO SpaceX Simpulkan Valuasi Tinggi Tak Selalu Berbuah Keuntungan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf","name":"Fadjar Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/600579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101053"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=600579"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/600579\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":600585,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/600579\/revisions\/600585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/600582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=600579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=600579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=600579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}