{"id":600753,"date":"2026-08-11T08:00:45","date_gmt":"2026-08-11T01:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=600753"},"modified":"2026-08-11T09:27:20","modified_gmt":"2026-08-11T02:27:20","slug":"rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/","title":{"rendered":"Rekomendasi Forex USD\/JPY 11 Agustus 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketegangan Timur Tengah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibiznews &#8211; Forex) USD\/JPY bergerak menguat pada awal pekan, naik sekitar 0,73% dan diperdagangkan di kisaran 158,95 setelah sempat memantul dari level rendah 156,68 pada perdagangan Jumat. Penguatan dolar terhadap yen didorong oleh kombinasi data neraca transaksi berjalan Jepang yang mengejutkan pasar ke sisi negatif, sikap The Fed yang masih hawkish, serta permintaan safe haven dolar di tengah eskalasi ketegangan Timur Tengah \u2014 faktor yang sama yang turut mengangkat indeks dolar AS secara keseluruhan.<\/p>\n<h3><strong>Analisis Fundamental<\/strong><\/h3>\n<h4>1. Defisit Neraca Transaksi Berjalan Jepang yang Mengejutkan<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kementerian Keuangan Jepang melaporkan defisit transaksi berjalan sebesar \u00a592,3 miliar untuk Juni, jauh meleset dari ekspektasi pasar yang memperkirakan surplus \u00a51,512 triliun. Ini merupakan defisit pertama dalam 17 bulan terakhir, yang mengakhiri rentetan surplus yang selama ini menjadi salah satu penopang fundamental yen. Kementerian Keuangan mengaitkan pelemahan ini dengan kenaikan harga minyak serta pembayaran dividen yang besar kepada investor asing. Data ini secara langsung melemahkan yen karena mengindikasikan berkurangnya aliran modal masuk struktural yang biasanya menopang mata uang Jepang.<\/p>\n<h4>2. Perpecahan Sikap Bank of Japan (BoJ)<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Risalah Summary of Opinions dari pertemuan kebijakan BoJ 30-31 Juli mengungkap adanya perpecahan pandangan di internal dewan gubernur. Sebagian anggota menginginkan suku bunga tetap ditahan untuk menilai dampak tertunda (lagged effect) dari kenaikan sebelumnya, sementara sebagian lain mendukung pengetatan lanjutan \u2014 bahkan mempercepatnya \u2014 dengan alasan meningkatnya risiko inflasi ke sisi atas. Analis BNY mencatat bahwa nada diskusi secara keseluruhan <strong>condong ke arah pengetatan lebih lanjut<\/strong>, dengan pergeseran fokus dari sekadar &#8220;mendorong inflasi ke 2%&#8221; menjadi &#8220;mencegah overshoot&#8221; \u2014 mengindikasikan kekhawatiran bahwa menunda kenaikan suku bunga terlalu lama justru berisiko memaksa BoJ melakukan kenaikan yang lebih besar dan mendadak di kemudian hari (&#8220;double shock&#8221;).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasar kini memperhitungkan probabilitas sekitar 50% untuk kenaikan suku bunga BoJ sebesar 25 bps pada September, dengan ekspektasi kenaikan penuh tercapai pada akhir tahun. Faktor ini menjadi penyeimbang penting yang berpotensi membatasi pelemahan yen lebih lanjut, meski dalam jangka pendek sentimen masih dikuasai oleh data defisit transaksi berjalan.<\/p>\n<h4>3. Sikap The Fed yang Tetap Hawkish<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejalan dengan tren yang mengangkat indeks dolar AS secara umum, komentar hawkish dari pejabat The Fed serta ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga masih &#8220;melekat&#8221; (masih dalam pertimbangan) turut memberi dukungan tambahan bagi dolar terhadap yen. TD Securities mencatat bahwa arah kebijakan The Fed selanjutnya akan sangat bergantung pada rilis data inflasi AS pekan ini, yang akan menjadi penentu penting arah selisih suku bunga AS-Jepang ke depan.<\/p>\n<h4>4. Ketegangan Timur Tengah dan Permintaan Safe Haven Dolar<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meningkatnya risiko di Selat Hormuz turut mendorong permintaan safe haven terhadap dolar AS, sebagaimana tercermin pada penguatan indeks dolar AS secara luas. Meski yen secara tradisional juga berperan sebagai aset safe haven, dalam skenario saat ini dolar tampak lebih diuntungkan karena kombinasi faktor domestik Jepang (defisit transaksi berjalan) yang justru menekan yen di saat bersamaan.<\/p>\n<h4>5. Risiko Intervensi Bersama AS-Jepang<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Faktor risiko unik yang membedakan USD\/JPY dari pasangan mata uang lain adalah <strong>risiko intervensi resmi<\/strong>. Awal Agustus lalu, otoritas Jepang dan Departemen Keuangan AS telah melakukan intervensi bersama untuk menahan pelemahan tajam yen, dengan Menteri Keuangan Jepang menegaskan pihaknya &#8220;tidak akan ragu melakukan intervensi terkoordinasi lebih lanjut di masa depan.&#8221; Level psikologis 160,00 menjadi area yang diawasi ketat oleh otoritas kedua negara, sehingga potensi kenaikan USD\/JPY ke arah level tersebut berisiko memicu intervensi verbal maupun aktual yang dapat membalikkan arah pergerakan secara tiba-tiba dan tajam.<\/p>\n<h3><strong>Analisis Teknikal<\/strong><\/h3>\n<p>Secara teknikal, USD\/JPY sedang berada dalam fase konsolidatif dengan bias jangka pendek condong naik setelah memantul dari support Jumat di 156,68. Harga saat ini bergerak mendekati level retracement Fibonacci 38,2% dari penurunan tajam sebelumnya dari level tertinggi empat dekade yang disentuh pada Juli \u2014 area ini bertindak sebagai resistance teknikal alami. Indikator MACD pada grafik 4 jam mencatatkan momentum positif, sementara RSI berada di kisaran netral 50, mengindikasikan momentum yang membaik namun belum menunjukkan tren kuat searah.<\/p>\n<p>&#8211; <strong>Resistance terdekat:<\/strong> 159,58 \u2013 160,00 (area retracement 50% dari titik rendah intervensi, sekaligus zona psikologis yang diawasi ketat otoritas AS-Jepang karena risiko intervensi)<\/p>\n<p>&#8211; <strong>Support terdekat:<\/strong> 158,00 \u2013 156,68 (area low Jumat lalu, sekaligus support struktural jangka pendek)<\/p>\n<p>Selama USD\/JPY bertahan di atas 156,68, struktur rebound jangka pendek masih relevan untuk dipertahankan.<\/p>\n<h3><strong>Proyeksi &amp; Rekomendasi Trading<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Bias: Bullish terbatas (capped bullish) jangka pendek<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Analyst Vibiz Research Center memperkirakan USD\/JPY akan cenderung bergerak menguat terbatas pada perdagangan selanjutnya, didukung oleh defisit transaksi berjalan Jepang yang mengejutkan pasar, sikap The Fed yang masih hawkish, dan permintaan safe haven dolar di tengah ketegangan Timur Tengah. Namun demikian, ruang penguatan cenderung terbatas mengingat risiko intervensi resmi AS-Jepang serta ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ yang mulai terbentuk di pasar.<\/p>\n<table width=\"600\">\n<thead>\n<tr>\n<td width=\"200\"><strong>Skenario<\/strong><\/td>\n<td width=\"200\"><strong>Level<\/strong><\/td>\n<td width=\"200\"><strong>Aksi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"200\">Breakout Resistance<\/td>\n<td width=\"200\">159,58 \u2013 160,00<\/td>\n<td width=\"200\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Waspadai risiko intervensi resmi; peluang <strong>sell on strength<\/strong> menjelang 160,00<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"200\">Rentang Konsolidasi<\/td>\n<td width=\"200\">156,68 \u2013 159,58<\/td>\n<td width=\"200\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Wait and see, cermati data CPI AS pekan ini dan sinyal lanjutan dari BoJ<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"200\">Break Support<\/td>\n<td width=\"200\">158,00 \u2013 156,68<\/td>\n<td width=\"200\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Potensi penguatan yen lanjutan; peluang <strong>sell on rebound<\/strong> jika data BoJ semakin hawkish<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Rekomendasi:<\/strong> BUY terbatas menuju resistance 159,58, dengan tetap mewaspadai risiko pembalikan tajam mendekati 160,00 akibat potensi intervensi resmi otoritas Jepang-AS. Trader jangka pendek disarankan mengambil profit sebagian di area 159,58\u2013159,80 dan menempatkan stop loss di bawah 158,00 untuk mengantisipasi pembalikan cepat.<\/p>\n<h3>Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Risiko intervensi resmi<\/strong> AS-Jepang jika USD\/JPY mendekati atau menembus 160,00 \u2014 berpotensi memicu pembalikan tajam dan mendadak.<\/li>\n<li><strong>Data inflasi AS (CPI) pekan ini<\/strong> yang dapat mengubah ekspektasi jalur suku bunga The Fed secara signifikan.<\/li>\n<li><strong>Sinyal hawkish lanjutan dari BoJ<\/strong> menjelang pertemuan kebijakan September, yang dapat mempercepat penguatan yen jika probabilitas kenaikan suku bunga terus naik dari level 50% saat ini.<\/li>\n<li><strong>Perkembangan Selat Hormuz dan negosiasi AS-Iran<\/strong> yang dapat mengubah arah permintaan safe haven secara umum.<\/li>\n<\/ol>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><em>Disclaimer: Analisis ini disusun oleh Vibiz Research Center untuk tujuan informasi dan edukasi pasar, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli\/menjual instrumen keuangan tertentu. Keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.<\/em><\/h6>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews &#8211; Forex) USD\/JPY bergerak menguat pada awal pekan, naik sekitar 0,73% dan diperdagangkan di kisaran 158,95 setelah sempat memantul dari level rendah 156,68 pada perdagangan Jumat. Penguatan dolar terhadap yen didorong oleh kombinasi data neraca transaksi berjalan Jepang yang mengejutkan pasar ke sisi negatif, sikap The Fed yang masih hawkish, serta permintaan safe haven [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":321325,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[91,21],"tags":[],"class_list":["post-600753","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forex","category-recommendation"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rekomendasi Forex USD\/JPY 11 Agustus 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketegangan Timur Tengah - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rekomendasi Forex USD\/JPY 11 Agustus 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketegangan Timur Tengah - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews &#8211; Forex) USD\/JPY bergerak menguat pada awal pekan, naik sekitar 0,73% dan diperdagangkan di kisaran 158,95 setelah sempat memantul dari level rendah 156,68 pada perdagangan Jumat. Penguatan dolar terhadap yen didorong oleh kombinasi data neraca transaksi berjalan Jepang yang mengejutkan pasar ke sisi negatif, sikap The Fed yang masih hawkish, serta permintaan safe haven [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-11T01:00:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-11T02:27:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/yenx.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Asido Situmorang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Asido Situmorang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/\",\"name\":\"Rekomendasi Forex USD\/JPY 11 Agustus 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketegangan Timur Tengah - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/yenx.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-11T01:00:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-11T02:27:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/f4e69d2aa33cbc21150bf5f4c57a0ff9\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/yenx.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/yenx.jpg\",\"width\":750,\"height\":450,\"caption\":\"nikkei yen\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rekomendasi Forex USD\/JPY 11 Agustus 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketegangan Timur Tengah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/f4e69d2aa33cbc21150bf5f4c57a0ff9\",\"name\":\"Asido Situmorang\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3b63d42ac4ef6516f2d81883f4324f6c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3b63d42ac4ef6516f2d81883f4324f6c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Asido Situmorang\"},\"description\":\"Asido is now the Senior Research Economic of Vibiz Research Center and Editor in Chief of Vibiznews.com, that makes market analysis (fundamental &amp; technical) and research of the economy and business of Indonesia and globally, as well as other related topics such as capital and money market. He also actively writing hundreds of journals, analytical articles and columns in Vibiznews.com.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/asido-situmorang\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rekomendasi Forex USD\/JPY 11 Agustus 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketegangan Timur Tengah - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rekomendasi Forex USD\/JPY 11 Agustus 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketegangan Timur Tengah - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews &#8211; Forex) USD\/JPY bergerak menguat pada awal pekan, naik sekitar 0,73% dan diperdagangkan di kisaran 158,95 setelah sempat memantul dari level rendah 156,68 pada perdagangan Jumat. Penguatan dolar terhadap yen didorong oleh kombinasi data neraca transaksi berjalan Jepang yang mengejutkan pasar ke sisi negatif, sikap The Fed yang masih hawkish, serta permintaan safe haven [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-08-11T01:00:45+00:00","article_modified_time":"2026-08-11T02:27:20+00:00","og_image":[{"width":750,"height":450,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/yenx.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Asido Situmorang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Asido Situmorang","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/","name":"Rekomendasi Forex USD\/JPY 11 Agustus 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketegangan Timur Tengah - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/yenx.jpg","datePublished":"2026-08-11T01:00:45+00:00","dateModified":"2026-08-11T02:27:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/f4e69d2aa33cbc21150bf5f4c57a0ff9"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/yenx.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/yenx.jpg","width":750,"height":450,"caption":"nikkei yen"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/11\/rekomendasi-forex-usd-jpy-11-agustus-2026-dapat-naik-terpicu-ketegangan-timur-tengah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rekomendasi Forex USD\/JPY 11 Agustus 2026 : Dapat Naik Terpicu Ketegangan Timur Tengah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/f4e69d2aa33cbc21150bf5f4c57a0ff9","name":"Asido Situmorang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3b63d42ac4ef6516f2d81883f4324f6c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3b63d42ac4ef6516f2d81883f4324f6c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Asido Situmorang"},"description":"Asido is now the Senior Research Economic of Vibiz Research Center and Editor in Chief of Vibiznews.com, that makes market analysis (fundamental &amp; technical) and research of the economy and business of Indonesia and globally, as well as other related topics such as capital and money market. He also actively writing hundreds of journals, analytical articles and columns in Vibiznews.com.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/asido-situmorang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/600753","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=600753"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/600753\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":600756,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/600753\/revisions\/600756"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/321325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=600753"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=600753"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=600753"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}