{"id":601049,"date":"2026-08-19T19:05:53","date_gmt":"2026-08-19T12:05:53","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=601049"},"modified":"2026-08-19T19:12:40","modified_gmt":"2026-08-19T12:12:40","slug":"emas-pasar-global-senilai-us31-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/","title":{"rendered":"Emas, Pasar Global Senilai US$31 Triliun"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibiznews-Kolom) Emas yang terus menarik perhatian investor sebenarnya merupakan bagian dari pasar global yang jauh lebih besar dan kompleks daripada sekadar perdagangan logam mulia. Di balik harga emas terdapat stok fisik yang sangat besar, pasar investasi, bank sentral, industri perhiasan, teknologi, hingga jaringan perdagangan dengan nilai transaksi ratusan miliar dolar setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Emas yang Tak Pernah Benar-Benar Hilang<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Emas telah menjadi bagian dari kehidupan manusia selama ribuan tahun. Namun, daya tariknya tidak hanya bertahan karena sejarah dan nilai budayanya. Di balik logam yang sering dipandang sebagai simbol kekayaan tersebut terdapat sebuah pasar global dengan skala yang luar biasa besar. Menurut <em>Gold Market Primer, Market Size and Structure<\/em> dari World Gold Council, lebih dari 220.000 ton emas telah ditambang sepanjang sejarah manusia. Pada akhir 2025, seluruh stok emas yang berada di atas permukaan bumi diperkirakan bernilai sekitar US$31 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa emas bukan sekadar komoditas tambang, melainkan salah satu aset paling besar dan paling luas kepemilikannya di dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang membuat emas berbeda dari banyak komoditas lainnya adalah sifatnya yang hampir tidak dapat dihancurkan. Emas yang pernah ditambang tidak hilang begitu saja setelah digunakan. Ia dapat berubah bentuk dari perhiasan menjadi batangan, dari batangan menjadi cadangan bank sentral, atau kembali masuk ke pasar melalui proses daur ulang. Karena itu, pasar emas tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak emas yang ditambang setiap tahun, tetapi juga oleh bagaimana stok emas yang sudah ada berpindah tangan. World Gold Council memperkirakan stok emas di atas permukaan bumi mencapai sekitar 220.700 ton pada akhir 2025, memperlihatkan betapa besar persediaan historis yang masih menjadi bagian dari sistem pasar saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebagian Besar Emas Dunia Sudah Pernah Ditambang<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sekitar 220.000 ton emas yang berada di atas permukaan bumi, perhiasan menyumbang sekitar 45 persen atau sekitar 99.700 ton. Bank sentral dan lembaga resmi memegang sekitar 17 persen atau 38.600 ton sebagai cadangan. Sementara itu, batangan dan koin mencapai sekitar 21 persen atau 47.000 ton. Sisanya berada dalam bentuk ETF berbasis emas fisik, kepemilikan OTC oleh institusi dan investor bernilai tinggi, serta berbagai penggunaan teknologi dan industri. Komposisi tersebut memperlihatkan satu hal penting, emas memiliki banyak wajah. Bagi sebagian orang, emas adalah perhiasan. Bagi investor, ia merupakan aset untuk diversifikasi. Bagi bank sentral, emas merupakan bagian dari cadangan strategis. Sementara bagi industri teknologi, emas adalah bahan dengan karakteristik yang tidak mudah digantikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberagaman penggunaan ini menjadi salah satu alasan mengapa pasar emas relatif tahan terhadap perubahan pada satu sektor tertentu. Ketika permintaan perhiasan melemah, misalnya, permintaan investasi dapat mengambil peran. Sebaliknya, ketika ketidakpastian ekonomi berkurang dan investor mengurangi kepemilikan emas, permintaan konsumen dapat tetap memberikan dukungan. World Gold Council menggambarkan struktur tersebut sebagai pasar dengan basis pasokan dan permintaan yang beragam, baik secara geografis maupun berdasarkan kegunaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dari Perhiasan Menjadi Aset Finansial<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan penting dalam struktur pasar emas terjadi ketika emas semakin terintegrasi dengan sistem keuangan global. World Gold Council memperkirakan total pasar emas yang dapat diinvestasikan mencapai sekitar US$15 triliun, yang terdiri dari investasi fisik sekitar US$14 triliun dan derivatif sekitar US$1,5 triliun. Investasi fisik tersebut mencakup batangan dan koin, ETF berbasis emas fisik, kepemilikan OTC serta cadangan emas yang dimiliki bank sentral dan lembaga resmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Batangan dan koin tetap menjadi bentuk investasi yang paling nyata. Investor dapat memiliki emas secara langsung tanpa bergantung pada instrumen keuangan. Namun, perkembangan ETF berbasis emas fisik memberikan pilihan lain bagi investor yang menginginkan eksposur terhadap harga emas tanpa harus menyimpan logamnya sendiri. Di sisi lain, terdapat pasar OTC atau <em>over-the-counter<\/em>, tempat transaksi dan kepemilikan emas dilakukan melalui jalur yang tidak selalu terlihat seperti produk yang diperdagangkan di bursa. World Gold Council memperkirakan kepemilikan OTC dapat berada pada kisaran 5.000 hingga 10.000 ton. Dengan struktur seperti itu, emas telah berkembang jauh melampaui konsep tradisional tentang logam mulia yang disimpan di brankas atau dikenakan sebagai perhiasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Emas Memiliki Dua Wajah<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keunikan emas terletak pada apa yang disebut World Gold Council sebagai <em>dual nature<\/em> atau sifat ganda. Di satu sisi, emas merupakan barang konsumsi. Perhiasan menyumbang bagian penting dari permintaan, sementara teknologi juga menggunakan emas untuk berbagai aplikasi. Di sisi lain, emas merupakan aset investasi dan bagian dari cadangan resmi bank sentral. Dalam rata-rata sepuluh tahun hingga 2025, struktur permintaan global terdiri atas sekitar 29 persen jewellery, 6 persen technology, 43 persen investment dan 21 persen central banks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sifat ganda ini membuat emas dapat merespons kondisi ekonomi dengan cara yang berbeda. Dalam periode pertumbuhan ekonomi, meningkatnya pendapatan dapat mendorong pembelian perhiasan dan barang konsumsi. Sebaliknya, ketika ketidakpastian meningkat, investor dapat mencari aset yang dianggap mampu memberikan perlindungan dan diversifikasi. Dalam kondisi seperti itu, permintaan investasi terhadap emas dapat meningkat. Karena itu, harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh produksi tambang atau permintaan perhiasan. Suku bunga riil, nilai mata uang, selera risiko investor dan kondisi ekonomi global juga dapat memengaruhi arus investasi ke emas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Bank Sentral Kembali Menempatkan Emas di Posisi Strategis<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu perkembangan paling menarik dalam beberapa tahun terakhir adalah kembalinya bank sentral sebagai pembeli penting emas. Pada akhir 2025, bank sentral secara global diperkirakan memegang sekitar 38.600 ton emas dengan nilai sekitar US$5 triliun. Pada kuartal pertama 2026, emas menyumbang sekitar 29 persen dari total cadangan yang dialokasikan secara global, hanya berada di bawah dolar AS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alasan bank sentral menyimpan emas juga berbeda dengan alasan konsumen membeli perhiasan atau investor membeli batangan. Emas dipandang memiliki manfaat sebagai diversifikasi, penyimpan nilai jangka panjang dan aset yang dapat memberikan perlindungan dalam situasi krisis. Survei World Gold Council pada 2026 menunjukkan bahwa kinerja emas ketika terjadi krisis, kemampuannya sebagai diversifier dan fungsinya sebagai penyimpan nilai jangka panjang menjadi alasan utama bank sentral mempertahankan emas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan ini juga merupakan bagian dari tren yang lebih panjang. Menurut World Gold Council, sejak akhir 2009 bank sentral kembali menjadi pembeli bersih emas secara berkelanjutan. Dorongannya antara lain kebutuhan diversifikasi, likuiditas dan perlindungan terhadap risiko. Bagi pasar emas, keterlibatan bank sentral memberikan dimensi baru. Emas tidak lagi hanya dipandang sebagai aset yang dibeli individu ketika kondisi ekonomi tidak pasti, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengelolaan cadangan negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pasokan Emas Tidak Hanya Berasal dari Tambang<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi pasokan, emas juga memiliki karakteristik yang berbeda dari banyak komoditas lain. World Gold Council memperkirakan sekitar 75 persen pasokan emas berasal dari produksi tambang dan 25 persen dari emas hasil daur ulang. Produksi tambang tersebar secara geografis dan tidak didominasi oleh satu wilayah saja. Namun, kontribusi <em>recycling<\/em> membuat pasar emas memiliki semacam mekanisme penyeimbang alami. Ketika harga emas meningkat dan pemilik emas lama memiliki insentif untuk menjual, emas yang sebelumnya berada dalam bentuk perhiasan, batangan atau kepemilikan lainnya dapat kembali masuk ke pasar. Dengan demikian, pasokan emas tidak sepenuhnya bergantung pada penambangan baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini sangat penting karena pertumbuhan stok emas global relatif lambat. Stok di atas permukaan bumi diperkirakan bertambah sekitar 1,8 persen per tahun melalui produksi tambang baru. Pertumbuhan yang lambat tersebut memperkuat karakter emas sebagai aset yang langka, sekaligus menjelaskan mengapa perubahan permintaan dalam jangka pendek, khususnya yang berasal dari arus investasi, dapat memberikan pengaruh berarti terhadap harga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pasar Emas Sangat Likuid<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ukuran pasar emas juga tercermin dari aktivitas perdagangannya. Rata-rata volume perdagangan emas global mencapai sekitar US$361 miliar per hari pada 2025. Angka tersebut setara dengan sekitar 3.000 ton emas yang berpindah tangan setiap hari. London menjadi pusat penting untuk perdagangan OTC, sementara pasar seperti COMEX dan Shanghai Futures Exchange memiliki peranan besar dalam perdagangan derivatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Likuiditas tersebut menjadi salah satu keunggulan utama emas sebagai aset. Investor dapat membeli atau menjual emas dalam skala besar melalui berbagai pasar dan instrumen. Pasar derivatif juga berperan dalam proses tersebut. Kontrak <em>futures<\/em> dan <em>options<\/em> memungkinkan pelaku pasar melakukan lindung nilai terhadap perubahan harga tanpa harus selalu memindahkan emas fisik. Pada akhir 2025, nilai <em>open interest<\/em> futures dan options emas diperkirakan sekitar US$1,5 triliun. Dengan demikian, aktivitas perdagangan emas jauh lebih besar daripada sekadar transaksi emas fisik di toko atau pasar bullion.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Mengapa Perubahan Permintaan Dapat Menggerakkan Harga?<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sinilah struktur pasar emas menjadi menarik. Di satu sisi terdapat stok yang sangat besar\u2014lebih dari 220.000 ton\u2014yang telah dikumpulkan selama ribuan tahun. Di sisi lain, pertambahan stok baru berlangsung relatif lambat. Ketika terjadi perubahan besar dalam preferensi investor, sebagian kecil dari stok yang sudah ada dapat berpindah dari satu pemilik ke pemilik lain. Dalam situasi ketidakpastian ekonomi, misalnya, investor dapat meningkatkan alokasi terhadap emas. Arus dana tersebut dapat memberikan tekanan terhadap harga karena pertumbuhan pasokan baru tidak dapat meningkat secara cepat. Sebaliknya, ketika investor mengurangi eksposur terhadap emas, sebagian stok lama dapat kembali ditawarkan ke pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inilah salah satu karakteristik yang membuat emas berbeda dari komoditas yang sepenuhnya bergantung pada produksi baru. Sebagian besar emas yang pernah ditambang masih berada dalam sistem ekonomi dalam berbagai bentuk. World Gold Council menekankan bahwa sifat permanen dari stok tersebut membuat pasar emas tidak semata-mata ditentukan oleh produksi tambang baru, tetapi juga oleh arus emas di antara berbagai bentuk kepemilikan dan penggunaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dari Barang Mewah Menjadi Aset Strategis<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan emas dalam tiga dekade terakhir memperlihatkan perubahan yang cukup mendasar. Pertumbuhan ekonomi di negara-negara emerging market mendorong konsumsi perhiasan dan pembelian batangan serta koin. Munculnya ETF berbasis emas fisik membuka akses baru bagi investor. Bank sentral kembali meningkatkan pembelian emas, sementara pengalaman krisis keuangan global memperkuat persepsi emas sebagai aset diversifikasi dan perlindungan ketika sistem keuangan mengalami tekanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua perkembangan tersebut memperluas basis permintaan emas. Tidak lagi hanya mengandalkan konsumen perhiasan, pasar emas kini melibatkan investor ritel, institusi, bank sentral, industri teknologi, perusahaan tambang, refinery, bursa, pasar OTC dan berbagai penyedia instrumen keuangan. Keberagaman tersebut juga membantu menjaga stabilitas pasar karena pelemahan pada satu sumber permintaan tidak selalu berarti pelemahan seluruh pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kekuatan emas justru terletak pada kombinasi antara kelangkaan, stok yang besar, daya tahan, likuiditas dan keragaman permintaan. Lebih dari 220.000 ton emas yang telah ditambang masih berada di atas permukaan bumi, sementara pasar investasinya telah berkembang menjadi pasar bernilai lebih dari US$15 triliun. Emas dengan demikian bukan sekadar logam yang disimpan untuk menghadapi masa sulit. Ia telah menjadi bagian dari sistem keuangan global\u2014diperdagangkan oleh investor, disimpan oleh bank sentral, digunakan oleh industri, diwariskan sebagai kekayaan, dan terus berpindah dari satu bentuk kepemilikan ke bentuk lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan mungkin justru di situlah letak kekuatan emas, nilai emas tidak hanya berasal dari apa yang ditambang hari ini, tetapi dari seluruh stok yang telah dikumpulkan manusia selama ribuan tahun dan tetap dapat kembali bergerak di pasar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Kolom) Emas yang terus menarik perhatian investor sebenarnya merupakan bagian dari pasar global yang jauh lebih besar dan kompleks daripada sekadar perdagangan logam mulia. Di balik harga emas terdapat stok fisik yang sangat besar, pasar investasi, bank sentral, industri perhiasan, teknologi, hingga jaringan perdagangan dengan nilai transaksi ratusan miliar dolar setiap hari. Emas yang Tak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101053,"featured_media":581483,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[669,3,2987],"tags":[57],"class_list":["post-601049","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","category-featured","category-news","tag-emas"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Emas, Pasar Global Senilai US$31 Triliun - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Emas, Pasar Global Senilai US$31 Triliun - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews-Kolom) Emas yang terus menarik perhatian investor sebenarnya merupakan bagian dari pasar global yang jauh lebih besar dan kompleks daripada sekadar perdagangan logam mulia. Di balik harga emas terdapat stok fisik yang sangat besar, pasar investasi, bank sentral, industri perhiasan, teknologi, hingga jaringan perdagangan dengan nilai transaksi ratusan miliar dolar setiap hari. Emas yang Tak [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-19T12:05:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-19T12:12:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/gold-emas-3-1-e1760313402424.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/\",\"name\":\"Emas, Pasar Global Senilai US$31 Triliun - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/gold-emas-3-1-e1760313402424.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-19T12:05:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-19T12:12:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/gold-emas-3-1-e1760313402424.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/gold-emas-3-1-e1760313402424.jpg\",\"width\":1200,\"height\":960,\"caption\":\"emas\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Emas, Pasar Global Senilai US$31 Triliun\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\",\"name\":\"Fadjar Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Emas, Pasar Global Senilai US$31 Triliun - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Emas, Pasar Global Senilai US$31 Triliun - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews-Kolom) Emas yang terus menarik perhatian investor sebenarnya merupakan bagian dari pasar global yang jauh lebih besar dan kompleks daripada sekadar perdagangan logam mulia. Di balik harga emas terdapat stok fisik yang sangat besar, pasar investasi, bank sentral, industri perhiasan, teknologi, hingga jaringan perdagangan dengan nilai transaksi ratusan miliar dolar setiap hari. Emas yang Tak [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-08-19T12:05:53+00:00","article_modified_time":"2026-08-19T12:12:40+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":960,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/gold-emas-3-1-e1760313402424.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Dewanto","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/","name":"Emas, Pasar Global Senilai US$31 Triliun - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/gold-emas-3-1-e1760313402424.jpg","datePublished":"2026-08-19T12:05:53+00:00","dateModified":"2026-08-19T12:12:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/gold-emas-3-1-e1760313402424.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/gold-emas-3-1-e1760313402424.jpg","width":1200,"height":960,"caption":"emas"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/08\/19\/emas-pasar-global-senilai-us31-triliun\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Emas, Pasar Global Senilai US$31 Triliun"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf","name":"Fadjar Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/601049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101053"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=601049"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/601049\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":601052,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/601049\/revisions\/601052"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/581483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=601049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=601049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=601049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}