{"id":601718,"date":"2026-09-04T15:13:40","date_gmt":"2026-09-04T08:13:40","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=601718"},"modified":"2026-09-04T15:15:06","modified_gmt":"2026-09-04T08:15:06","slug":"arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/","title":{"rendered":"Arah Baru Kebijakan Bank Sentral Global, The Fed hingga BoJ Jadi Sorotan"},"content":{"rendered":"<p>Empat bank sentral utama dunia memasuki periode penting dalam menentukan arah kebijakan moneter. Federal Reserve (The Fed), European Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ) menghadapi tekanan berbeda, mulai dari inflasi yang kembali meningkat, harga energi yang tinggi, hingga risiko terhadap pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>Perubahan ekspektasi kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi pasar global, terutama nilai tukar, obligasi, dan aset berisiko dalam beberapa bulan mendatang.<\/p>\n<p><strong>The Fed: Kenaikan Suku Bunga Semakin Terbuka<\/strong><\/p>\n<p>Sebelumnya, The Fed diperkirakan masih memiliki ruang untuk menunggu dan memberikan waktu bagi inflasi untuk kembali menuju target 2% dalam 12 bulan ke depan.<\/p>\n<p>Namun, arah tersebut mulai berubah setelah pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole. Warsh mengisyaratkan bahwa bank sentral dapat mengambil tindakan karena inflasi dinilai telah bertahan terlalu tinggi dalam waktu yang cukup lama, sementara pasar tenaga kerja masih berada dalam kondisi full employment.<\/p>\n<p>Di sisi lain, kondisi keuangan dinilai belum cukup ketat untuk memberikan tekanan yang signifikan terhadap inflasi.<\/p>\n<p>Perubahan komunikasi tersebut menunjukkan pergeseran bias kebijakan The Fed. Jika sebelumnya bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga kecuali data mengharuskan kenaikan, kini kenaikan suku bunga menjadi skenario dasar kecuali data ekonomi memberikan alasan untuk menahannya.<\/p>\n<p>Dengan perubahan tersebut, kenaikan suku bunga pada 16 September menjadi skenario yang paling mungkin.<\/p>\n<p>Meski demikian, kenaikan tersebut belum tentu menjadi awal dari siklus pengetatan baru. Penciptaan lapangan kerja yang masih lemah, pertumbuhan ekonomi yang berada di sekitar tren, serta inflasi yang mulai melandai menjadi alasan untuk melihat langkah tersebut sebagai tindakan manajemen risiko.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, The Fed berpotensi menaikkan suku bunga untuk menjaga kredibilitas kebijakan dan mengantisipasi risiko inflasi, bukan untuk memulai rangkaian kenaikan secara agresif.<\/p>\n<p><strong>ECB: Harga Energi Menjadi Risiko Utama<\/strong><\/p>\n<p>ECB juga diperkirakan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan September.<\/p>\n<p>Sejumlah anggota ECB sebelumnya telah mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli. Sejak saat itu, perekonomian zona euro menunjukkan ketahanan yang lebih baik dari perkiraan terhadap dampak perang di Timur Tengah.<\/p>\n<p>Ketahanan tersebut antara lain didukung oleh pergeseran permintaan. Penutupan Selat Hormuz memberikan tekanan lebih besar kepada sejumlah pesaing Eropa di Asia, sehingga sebagian pesanan beralih kepada perusahaan-perusahaan Eropa. Stimulus fiskal yang telah diumumkan sebelumnya juga memberikan tambahan dukungan terhadap perekonomian.<\/p>\n<p>Namun, tekanan inflasi masih menjadi perhatian. Inflasi headline terus bergerak naik meskipun inflasi inti dan inflasi sektor jasa belum menunjukkan tekanan yang mengkhawatirkan.<\/p>\n<p>Kenaikan harga minyak serta meningkatnya risiko guncangan baru pada harga gas menjadi faktor yang dapat memperkuat tekanan inflasi.<\/p>\n<p>Karena itu, kenaikan suku bunga kedua ECB tahun ini dapat dipandang sebagai langkah preventif atau \u201cinsurance rate hike\u201d. Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat kredibilitas ECB sekaligus mencegah dampak lanjutan dari kenaikan harga energi, termasuk risiko second-round effects terhadap inflasi.<\/p>\n<p><strong>BoE: Kenaikan Suku Bunga Masih Sulit<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, ruang bagi Bank of England untuk kembali menaikkan suku bunga masih relatif terbatas.<\/p>\n<p>Pasar saat ini memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga hingga musim panas tahun depan. Namun, dukungan di dalam Monetary Policy Committee masih terfragmentasi.<\/p>\n<p>Pada pertemuan Juli, hanya tiga dari sembilan anggota komite yang mendukung kenaikan suku bunga. Enam anggota lainnya masih berada di kubu yang memilih mempertahankan suku bunga.<\/p>\n<p>Pernyataan Claire Lombardelli turut memperkuat pandangan tersebut. Ia sebelumnya dipandang sebagai kandidat yang berpotensi bergabung dengan kelompok hawkish, tetapi menyatakan bahwa keputusan untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir bukanlah keputusan yang sulit.<\/p>\n<p>BoE sebelumnya menjadikan inflasi 4% sebagai salah satu ambang penting karena level tersebut secara historis lebih berpotensi memicu second-round effects.<\/p>\n<p>Kenaikan harga gas alam memang meningkatkan risiko inflasi. Namun, inflasi diperkirakan hanya mencapai puncak sementara sekitar 3,5% pada musim dingin mendatang. Angka tersebut masih di bawah puncak inflasi 2022, ketika BoE masih aktif memangkas suku bunga.<\/p>\n<p>Dengan asumsi anggaran Oktober tidak menghasilkan pelonggaran fiskal yang signifikan, BoE diperkirakan dapat memangkas suku bunga dua kali pada 2027.<\/p>\n<p><strong>BoJ: Normalisasi Kebijakan Berlanjut<\/strong><\/p>\n<p>Bank of Japan diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September menjadi 1,25%.<\/p>\n<p>Sebagian besar anggota BoJ memperkirakan tingkat suku bunga netral berada di sekitar 2% dan melihat inflasi dapat bertahan di atas target 2% dalam horizon kebijakan.<\/p>\n<p>Perhatian pasar kini tertuju pada makna kenaikan September. Apakah langkah tersebut menandai percepatan siklus pengetatan atau hanya merupakan langkah kompromi setelah dukungan Departemen Keuangan AS terhadap yen pada akhir Juli?<\/p>\n<p>Skenario dasar memperkirakan dua kenaikan lanjutan pada Januari dan April tahun depan. BoJ berpotensi mempercepat pengetatan sebelum kenaikan pajak konsumsi pada April.<\/p>\n<p>Namun, total pengetatan sebesar 75 basis poin dalam enam bulan ke depan masih belum menjadi kepastian. Pemerintah Jepang tetap berkomitmen terhadap agenda pro-growth dan akan mempertimbangkan risiko pengetatan moneter yang terlalu cepat terhadap pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p><strong>Pasar Bersiap Menghadapi Perbedaan Kebijakan<\/strong><\/p>\n<p>Keempat bank sentral tersebut kini berada pada jalur kebijakan yang berbeda.<\/p>\n<p>The Fed dan ECB cenderung bergerak lebih hawkish untuk mengantisipasi tekanan inflasi. BoE masih menghadapi dilema antara menjaga stabilitas harga dan menopang pertumbuhan, sementara BoJ melanjutkan normalisasi kebijakan secara bertahap.<\/p>\n<p>Perbedaan arah kebijakan tersebut menjadi faktor penting bagi pasar global. Perbedaan arah suku bunga dapat meningkatkan volatilitas mata uang dan pasar obligasi, sekaligus memengaruhi daya tarik aset berisiko.<\/p>\n<p>Dalam beberapa bulan ke depan, perhatian pasar tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada komunikasi para bank sentral mengenai langkah berikutnya. Perubahan kecil dalam ekspektasi kebijakan dapat menjadi katalis bagi pergerakan pasar global.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Empat bank sentral utama dunia memasuki periode penting dalam menentukan arah kebijakan moneter. Federal Reserve (The Fed), European Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ) menghadapi tekanan berbeda, mulai dari inflasi yang kembali meningkat, harga energi yang tinggi, hingga risiko terhadap pertumbuhan ekonomi. Perubahan ekspektasi kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi pasar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101031,"featured_media":589849,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[14922,3011],"tags":[],"class_list":["post-601718","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-economy-and-business","category-news-insight"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Arah Baru Kebijakan Bank Sentral Global, The Fed hingga BoJ Jadi Sorotan - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Arah Baru Kebijakan Bank Sentral Global, The Fed hingga BoJ Jadi Sorotan - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Empat bank sentral utama dunia memasuki periode penting dalam menentukan arah kebijakan moneter. Federal Reserve (The Fed), European Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ) menghadapi tekanan berbeda, mulai dari inflasi yang kembali meningkat, harga energi yang tinggi, hingga risiko terhadap pertumbuhan ekonomi. Perubahan ekspektasi kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi pasar [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-04T08:13:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-04T08:15:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Federal-Reserve-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"940\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"788\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kristanto Nugroho\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kristanto Nugroho\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/\",\"name\":\"Arah Baru Kebijakan Bank Sentral Global, The Fed hingga BoJ Jadi Sorotan - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Federal-Reserve-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-04T08:13:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-04T08:15:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ab8c0e34ef493acf62c0a6b01eef3108\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Federal-Reserve-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Federal-Reserve-1.jpg\",\"width\":940,\"height\":788},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Arah Baru Kebijakan Bank Sentral Global, The Fed hingga BoJ Jadi Sorotan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ab8c0e34ef493acf62c0a6b01eef3108\",\"name\":\"Kristanto Nugroho\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/94d25d2082f4c98bcbae05e8010a8b71?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/94d25d2082f4c98bcbae05e8010a8b71?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kristanto Nugroho\"},\"description\":\"CEO of Vibiz Media Network, currently he is also the advisor of Vibiz Consulting.\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/kristanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Arah Baru Kebijakan Bank Sentral Global, The Fed hingga BoJ Jadi Sorotan - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Arah Baru Kebijakan Bank Sentral Global, The Fed hingga BoJ Jadi Sorotan - Vibiznews.com","og_description":"Empat bank sentral utama dunia memasuki periode penting dalam menentukan arah kebijakan moneter. Federal Reserve (The Fed), European Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ) menghadapi tekanan berbeda, mulai dari inflasi yang kembali meningkat, harga energi yang tinggi, hingga risiko terhadap pertumbuhan ekonomi. Perubahan ekspektasi kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi pasar [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-09-04T08:13:40+00:00","article_modified_time":"2026-09-04T08:15:06+00:00","og_image":[{"width":940,"height":788,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Federal-Reserve-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kristanto Nugroho","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kristanto Nugroho","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/","name":"Arah Baru Kebijakan Bank Sentral Global, The Fed hingga BoJ Jadi Sorotan - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Federal-Reserve-1.jpg","datePublished":"2026-09-04T08:13:40+00:00","dateModified":"2026-09-04T08:15:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ab8c0e34ef493acf62c0a6b01eef3108"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Federal-Reserve-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Federal-Reserve-1.jpg","width":940,"height":788},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/09\/04\/arah-baru-kebijakan-bank-sentral-global-the-fed-hingga-boj-jadi-sorotan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Arah Baru Kebijakan Bank Sentral Global, The Fed hingga BoJ Jadi Sorotan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ab8c0e34ef493acf62c0a6b01eef3108","name":"Kristanto Nugroho","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/94d25d2082f4c98bcbae05e8010a8b71?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/94d25d2082f4c98bcbae05e8010a8b71?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kristanto Nugroho"},"description":"CEO of Vibiz Media Network, currently he is also the advisor of Vibiz Consulting.","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/kristanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/601718","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101031"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=601718"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/601718\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":601719,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/601718\/revisions\/601719"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/589849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=601718"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=601718"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=601718"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}