{"id":604346,"date":"2026-11-03T08:34:59","date_gmt":"2026-11-03T01:34:59","guid":{"rendered":"https:\/\/vibiznews.com\/?p=604346"},"modified":"2026-11-03T08:35:37","modified_gmt":"2026-11-03T01:35:37","slug":"singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/","title":{"rendered":"Singapura dan Hong Kong Berebut Triliunan Dolar Asia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Vibiznews-Kolom) Persaingan Singapura dan Hong Kong untuk menjadi pusat keuangan utama Asia memasuki babak baru. Kali ini, medan persaingannya bukan sekadar infrastruktur perbankan, pasar modal, atau kemudahan berbisnis, melainkan kebijakan perpajakan yang dirancang untuk menarik orang-orang paling berpengaruh dalam dunia investasi. Kedua kota tersebut menyadari bahwa keputusan sejumlah kecil pengelola dana, investor kelas dunia, dan pemilik kekayaan besar dapat menentukan ke mana triliunan dolar mengalir dan di mana aktivitas ekonomi baru akan berkembang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hong Kong berencana memperluas fasilitas keringanan pajak bagi <em>family offices<\/em> dan perusahaan pengelola dana. Sementara itu, Singapura menyiapkan paket insentif untuk menarik lebih banyak <em>asset managers<\/em>, pengelola investasi, hingga kemungkinan dana kekayaan negara atau <em>sovereign wealth funds<\/em>. Strategi keduanya memiliki tujuan serupa, yakni menjadikan kota masing-masing sebagai tempat terbaik bagi para pengambil keputusan investasi global untuk bekerja, mengelola kekayaan, dan menempatkan modal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persaingan ini sangat penting karena sektor keuangan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian kedua wilayah. Sektor keuangan Hong Kong menyumbang sekitar 26 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sedangkan kontribusinya di Singapura sekitar 14 persen. Keduanya juga telah memiliki aset kelolaan atau <em>assets under management<\/em> (AUM) lebih dari US$5 triliun. Dengan skala sebesar itu, tambahan arus investasi, perusahaan pengelola dana, dan tenaga profesional dapat menghasilkan dampak ekonomi yang sangat besar.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Insentif Pajak Menjadi Senjata Baru<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu bagian paling menarik dari rencana Hong Kong adalah perlakuan pajak terhadap <em>carried interest<\/em>. Istilah ini merujuk pada bagian keuntungan investasi yang diterima oleh pengelola dana sebagai kompensasi atas keberhasilan mengelola investasi. Dalam industri <em>private equity<\/em>, <em>venture capital<\/em>, dan sejumlah jenis dana investasi lainnya, <em>carried interest<\/em> dapat menjadi sumber pendapatan yang sangat besar bagi para manajer investasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui fasilitas perpajakan yang lebih menguntungkan, Hong Kong ingin memastikan bahwa para pengelola dana memiliki alasan finansial yang kuat untuk menjalankan aktivitas investasinya dari kota tersebut. Bagi manajer investasi dengan portofolio bernilai miliaran dolar, perbedaan perlakuan pajak dapat menghasilkan penghematan jutaan dolar. Bahkan, bagi kelompok pengelola dana tertentu, manfaat finansialnya dapat mencapai puluhan juta dolar dalam setahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Singapura tidak ingin tertinggal. Pemerintahnya juga menawarkan berbagai insentif perpajakan bagi perusahaan pengelola dana dan <em>family offices<\/em>. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat daya tarik Singapura sebagai pusat pengelolaan kekayaan internasional, sekaligus membuka peluang bagi masuknya institusi investasi besar, termasuk dana kekayaan negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, persaingan ini sesungguhnya bukan hanya mengenai berapa besar penghematan pajak yang dapat dinikmati para investor. Hal yang jauh lebih penting adalah modal yang berada di bawah kendali mereka. Ketika seorang pengelola dana memutuskan berkantor di Singapura atau Hong Kong, keputusan investasi yang dibuatnya dapat membawa aliran uang ke berbagai sektor, mulai dari perusahaan teknologi, infrastruktur, properti, industri manufaktur, hingga pasar saham.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Ke Mana Pengelola Dana Pergi, Ke Sana Modal Mengalir<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Industri <em>hedge funds<\/em> memberikan gambaran mengenai besarnya peluang yang diperebutkan kedua kota. Sejak 2025, lebih dari US$100 miliar telah mengalir ke industri tersebut. Pertumbuhan dana yang tersedia menciptakan kebutuhan terhadap semakin banyak manajer portofolio yang memiliki kemampuan untuk mengelola dan menginvestasikan modal dalam berbagai instrumen keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks ini, keberadaan pengelola investasi menjadi sangat strategis. Mereka bukan sekadar tenaga profesional yang bekerja di sebuah kantor keuangan, melainkan pihak yang menentukan bagaimana dana dialokasikan, perusahaan mana yang memperoleh pembiayaan, dan pasar mana yang mendapatkan tambahan likuiditas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, menarik seorang pengelola dana kelas dunia dapat memberikan manfaat ekonomi yang jauh melampaui pendapatan pribadinya. Kehadirannya berpotensi membawa perusahaan investasi, jaringan bisnis, tenaga profesional, konsultan hukum, akuntan, perbankan swasta, serta berbagai penyedia jasa keuangan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Efek berantai tersebut menjelaskan mengapa Singapura dan Hong Kong bersedia memberikan fasilitas pajak yang semakin kompetitif. Mereka tidak hanya mengejar tambahan penerimaan dari aktivitas ekonomi, tetapi juga ingin menguasai posisi strategis dalam jaringan keuangan global. Kota yang berhasil menjadi pusat pengambilan keputusan investasi akan memiliki pengaruh lebih besar terhadap pergerakan modal di kawasan Asia.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Hong Kong Berusaha Merebut Kembali Kepercayaan Investor<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Hong Kong, persaingan ini memiliki dimensi yang lebih besar karena kota tersebut sedang berupaya memulihkan daya tariknya setelah melewati berbagai tekanan politik dan ekonomi. Gelombang demonstrasi, meningkatnya pengaruh Beijing terhadap pemerintahan setempat, serta ketidakpastian mengenai masa depan kebebasan ekonomi telah memengaruhi persepsi sebagian kalangan profesional internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi semakin berat selama pandemi COVID-19. Kebijakan pembatasan perjalanan dan pengendalian kesehatan yang sangat ketat di kawasan Greater China mendorong sejumlah profesional ekspatriat dan kelompok masyarakat superkaya mempertimbangkan kembali tempat tinggal serta lokasi aktivitas bisnis mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Singapura menjadi salah satu tujuan utama perpindahan tersebut. Sejumlah keluarga kaya dan pengelola aset global memilih pindah ke Singapura, bukan hanya untuk menjalankan bisnis, tetapi juga untuk menetap bersama keluarga. Perpindahan tersebut memberikan keuntungan bagi Singapura dalam membangun ekosistem pengelolaan kekayaan internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hong Kong kemudian merespons dengan memperluas berbagai fasilitas dan insentif. Pemangkasan pajak menjadi salah satu instrumen penting untuk mengembalikan daya saingnya. Kebijakan yang memberikan perlakuan khusus terhadap <em>carried interest<\/em> menjadi bagian terbaru dari upaya tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada indikasi bahwa strategi pemulihan Hong Kong mulai menunjukkan hasil. Aktivitas pasar modal kembali meningkat dan memberikan momentum baru bagi industri keuangan. Dalam salah satu periode musim panas yang sibuk, pasar modal Hong Kong berhasil menghimpun dana sekitar US$47,5 miliar melalui penawaran saham perdana atau <em>initial public offerings<\/em> (IPO) dan <em>private placements<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aktivitas tersebut juga memperkuat optimisme bahwa pasar IPO Hong Kong berpeluang kembali mendekati tingkat aktivitas yang pernah dicapai pada 2021. Jika momentum ini berlanjut, Hong Kong tidak hanya akan memperoleh tambahan likuiditas pasar, tetapi juga berpotensi menarik kembali perusahaan dan tenaga profesional yang sebelumnya memindahkan aktivitas bisnisnya ke pusat keuangan lain.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Pertumbuhan Keuangan Membawa Konsekuensi Ekonomi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masuknya investor dan pengelola dana dalam jumlah besar memberikan dampak langsung terhadap perekonomian perkotaan. Permintaan terhadap gedung perkantoran, properti komersial, sekolah internasional, hotel, restoran, dan berbagai layanan premium ikut meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi ini memperlihatkan bahwa keberhasilan menjadi pusat keuangan internasional memiliki dua sisi. Di satu sisi, arus modal menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas bisnis, dan memperbesar permintaan terhadap jasa profesional. Di sisi lain, meningkatnya konsentrasi kekayaan dapat mendorong kenaikan harga properti, sewa tempat tinggal, makanan, dan berbagai kebutuhan perkotaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi masyarakat berpendapatan menengah dan rendah, dampak kenaikan harga tersebut belum tentu sejalan dengan peningkatan kesejahteraan mereka. Kota yang semakin menarik bagi miliarder dan investor global bisa menjadi semakin mahal bagi penduduk yang bekerja di sektor jasa, perdagangan, pendidikan, dan industri pendukung lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, pemerintah kedua wilayah menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa pertumbuhan industri keuangan tidak hanya memberikan keuntungan kepada kelompok berpendapatan tinggi. Ekspansi sektor keuangan idealnya juga menghasilkan kesempatan kerja yang lebih luas, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan sektor usaha domestik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Persaingan Tidak Hanya Ditentukan oleh Pajak<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menariknya, kebijakan perpajakan yang ditawarkan Singapura dan Hong Kong memiliki banyak kesamaan. Keduanya memahami bahwa investor global membutuhkan kepastian aturan, lingkungan bisnis yang kompetitif, dan fasilitas yang mendukung pengelolaan aset lintas negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, keunggulan pajak saja tidak cukup untuk menentukan pemenang. Kualitas infrastruktur keuangan, kedalaman pasar modal, akses terhadap jaringan perbankan internasional, ketersediaan tenaga profesional, serta kemudahan menjalankan kegiatan usaha akan menjadi faktor pembeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hong Kong memiliki kedekatan dengan China daratan dan akses terhadap pasar modal yang terhubung dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok. Posisi tersebut memberikan keunggulan tersendiri bagi investor yang ingin mengakses peluang ekonomi China. Sementara itu, Singapura menawarkan lingkungan bisnis internasional yang kuat, stabilitas kelembagaan, dan posisi strategis sebagai pintu masuk investasi ke Asia Tenggara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keduanya memiliki pasar dan keunggulan yang tidak sepenuhnya sama. Karena itu, persaingan mereka tidak selalu berarti satu kota harus kehilangan seluruh peluang ketika kota lainnya mengalami pertumbuhan. Investor bahkan dapat memanfaatkan kedua pusat keuangan tersebut untuk kebutuhan bisnis yang berbeda.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Risiko Fiskal dan Ketimpangan Menjadi Ujian<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di balik berbagai insentif tersebut, terdapat risiko yang tidak bisa diabaikan. Pengurangan pajak berarti pemerintah harus menerima potensi kehilangan penerimaan negara atau pendapatan publik dalam jangka pendek. Kebijakan ini baru memberikan manfaat fiskal apabila tambahan aktivitas ekonomi yang berhasil ditarik mampu menghasilkan penerimaan lain yang lebih besar pada masa mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika perusahaan dan pengelola dana hanya berpindah untuk menikmati fasilitas pajak tanpa menciptakan aktivitas ekonomi yang signifikan, insentif tersebut justru dapat menjadi beban bagi keuangan publik. Pemerintah harus menghitung apakah tambahan investasi, lapangan kerja, konsumsi, dan aktivitas bisnis benar-benar sebanding dengan penerimaan pajak yang dilepaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada pula persoalan keadilan sosial. Memberikan keringanan pajak kepada pengelola investasi yang sudah memperoleh pendapatan jutaan dolar dapat menimbulkan pertanyaan dari masyarakat luas. Ketika kelompok berpendapatan tinggi memperoleh perlakuan istimewa, sementara masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpuasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persaingan Singapura dan Hong Kong memperlihatkan bagaimana kebijakan pajak telah menjadi instrumen strategis dalam perebutan modal global. Keduanya tidak sekadar ingin menjadi tempat penyimpanan kekayaan, tetapi juga pusat pengambilan keputusan yang menentukan arah investasi Asia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemenangnya bukan semata-mata kota yang menawarkan tarif pajak paling rendah. Keunggulan jangka panjang akan ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem keuangan yang terpercaya, menyediakan infrastruktur bisnis yang efisien, menjaga stabilitas, dan memastikan manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Triliunan dolar yang diperebutkan memang dapat mengubah wajah perekonomian sebuah kota. Namun, ukuran keberhasilan sesungguhnya bukan hanya berapa banyak kekayaan dunia yang berhasil didatangkan, melainkan seberapa besar kekayaan tersebut mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan penduduknya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Vibiznews-Kolom) Persaingan Singapura dan Hong Kong untuk menjadi pusat keuangan utama Asia memasuki babak baru. Kali ini, medan persaingannya bukan sekadar infrastruktur perbankan, pasar modal, atau kemudahan berbisnis, melainkan kebijakan perpajakan yang dirancang untuk menarik orang-orang paling berpengaruh dalam dunia investasi. Kedua kota tersebut menyadari bahwa keputusan sejumlah kecil pengelola dana, investor kelas dunia, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":101053,"featured_media":592808,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[669],"tags":[2681],"class_list":["post-604346","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-column","tag-hong-kong"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Singapura dan Hong Kong Berebut Triliunan Dolar Asia - Vibiznews.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Singapura dan Hong Kong Berebut Triliunan Dolar Asia - Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Vibiznews-Kolom) Persaingan Singapura dan Hong Kong untuk menjadi pusat keuangan utama Asia memasuki babak baru. Kali ini, medan persaingannya bukan sekadar infrastruktur perbankan, pasar modal, atau kemudahan berbisnis, melainkan kebijakan perpajakan yang dirancang untuk menarik orang-orang paling berpengaruh dalam dunia investasi. Kedua kota tersebut menyadari bahwa keputusan sejumlah kecil pengelola dana, investor kelas dunia, dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Vibiznews.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-11-03T01:34:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-11-03T01:35:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/hongkong-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"2109\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fadjar Dewanto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/\",\"name\":\"Singapura dan Hong Kong Berebut Triliunan Dolar Asia - Vibiznews.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/hongkong-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-11-03T01:34:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-03T01:35:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/hongkong-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/hongkong-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":2109,\"caption\":\"hangseng Hong Kong\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Singapura dan Hong Kong Berebut Triliunan Dolar Asia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/\",\"name\":\"Vibiznews.com\",\"description\":\"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf\",\"name\":\"Fadjar Dewanto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fadjar Dewanto\"},\"description\":\"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/www.vibiznews.com\"],\"url\":\"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Singapura dan Hong Kong Berebut Triliunan Dolar Asia - Vibiznews.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Singapura dan Hong Kong Berebut Triliunan Dolar Asia - Vibiznews.com","og_description":"(Vibiznews-Kolom) Persaingan Singapura dan Hong Kong untuk menjadi pusat keuangan utama Asia memasuki babak baru. Kali ini, medan persaingannya bukan sekadar infrastruktur perbankan, pasar modal, atau kemudahan berbisnis, melainkan kebijakan perpajakan yang dirancang untuk menarik orang-orang paling berpengaruh dalam dunia investasi. Kedua kota tersebut menyadari bahwa keputusan sejumlah kecil pengelola dana, investor kelas dunia, dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/","og_site_name":"Vibiznews.com","article_published_time":"2026-11-03T01:34:59+00:00","article_modified_time":"2026-11-03T01:35:37+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":2109,"url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/hongkong-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Fadjar Dewanto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fadjar Dewanto","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/","url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/","name":"Singapura dan Hong Kong Berebut Triliunan Dolar Asia - Vibiznews.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/hongkong-scaled.jpg","datePublished":"2026-11-03T01:34:59+00:00","dateModified":"2026-11-03T01:35:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/#primaryimage","url":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/hongkong-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/vibiznews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/hongkong-scaled.jpg","width":2560,"height":2109,"caption":"hangseng Hong Kong"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/2026\/11\/03\/singapura-dan-hong-kong-berebut-triliunan-dolar-asia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/vibiznews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Singapura dan Hong Kong Berebut Triliunan Dolar Asia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#website","url":"https:\/\/vibiznews.com\/","name":"Vibiznews.com","description":"Berita Bisnis | Berita Komoditi | Berita Saham","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/vibiznews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/ba2cdc61f74966250426e208a83feabf","name":"Fadjar Dewanto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/vibiznews.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/07fae60539cb2c53642a35b195c6adc2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fadjar Dewanto"},"description":"Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.","sameAs":["http:\/\/www.vibiznews.com"],"url":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/author\/fadjar-dewanto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/604346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/101053"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=604346"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/604346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":604347,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/604346\/revisions\/604347"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/592808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=604346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=604346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vibiznews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=604346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}