Mengakhiri perdagangan valas Singapura hari Kamis (03/03), dollar SGD anjlok cukup signifikan terhadap dollar setelah pekan lalu rally dalam 5 hari berturut. Pelemahan kurs Singapura ini disebabkan sedang menguatnya kurs Amerika Serikat terhadap beberapa rival utamanya di pasar spot sore.
Demikian juga terhadap rupiah, dollar Singapura anjlok parah terhadap rupiah bahkan merupakan pelemahan terbesar dalam 1 tahun terakhir tepatnya sejak perdagangan tanggal 23 Maret 2015. Pekan lalu secara mingguan kurs SGD menguat secara mingguan.
Memantau kurs dolar Singapura pada pair USDSGD saat ini (09:50:11 GMT) bergerak turun di kisaran 1.3836 setelah diawal perdagangan dibuka pada level 1.3736. Pada perdagangan sebelumnya pair USDSGD menutup harian dengan bearish yang berakhir di 1.3743.
Mengukur kekuatan dolar Singapura terhadap Rupiah pada pair SGDIDR di pasar spot saat ini bergulir lemah di kisaran 9456.67 setelah perdagangan sebelumnya ditutup lemah 9,489.96. Dan untuk transaksi antar bank ditanah air hari ini berdasarkan kurs BI harga jual dollar Singapura lebih rendah menjadi 9,509.08 dibandingkan dengan harga jual sebelumnya di harga 9,533.59.
Secara teknikal, Analyst Vibiz Research Center melihat pergerakan pair USDSGD esok hari diperkirakan bearish kembali, dan berdasarkan harga tinggi perdagangan hari ini di 1.3986 dan posisi rendah di 1.3898 pair ini berpotensi berada di kisaran 1.3888 esok hari.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



