Pada penutupan perdagangan Kamis (16/03), indeks Hang Seng di Bursa Hongkong ditutup naik 246,11 poin, atau 1,21 persen, di 20503.81. Penguatan indeks Hang Seng didukung kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga AS dan kenaikan minyak mentah.
Lihat : Indeks Hang Seng 17 Maret Terangkat Kebijakan The Fed Dan Naiknya Minyak Mentah
Sementara itu, harga minyak mentah berjangka AS lebih tinggi 1,22 persen pada $ 38,93 per barel setelah menetap naik 5,8 persen dalam perdagangan AS semalam, sementara harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,47 persen, atau 19 sen, di $ 40,52 setelah naik 4 persen semalam.
Kenaikan terjadi setelah persediaan minyak mentah mingguan lebih kecil dari yang diperkirakan, dan berita positif bahwa produsen minyak utama akan bertemu pada 17 April di Qatar untuk membahas tentang pembekuan produksi.
Pada akhir perdagangan saham hari ini, saham-saham yang menguatkan bursa Hong Kong adalah China Unicom Hong Kong Ltd yang naik 9,07%, saham CNOOC Ltd naik 5,06%, saham PetroChina Co Ltd naik 4,43%, saham China Shenhua Energy Co Ltd naik 3,36%, saham China Resources Power Holdings Co Ltd naik 3,05%.
Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng terpantau naik 178 poin atau 0,88% pada 20,484.00, naik dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 20,306.00.
Sore ini setelah penutupan perdagangan telah dirilis data Unemployment Rate Februari yang membukukan hasil 3,3%, sama dengan perkiraan ekonom dan hasil sebelumnya.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Hang Seng selanjutnya masih berpotensi menguat terbatas dengan potensi penguatan bursa global, namun perlu dicermati pergerakan harga minyak mentah yang bisa mempengaruhi pergerakan bursa Hong Kong. Indeks Hang Seng diperkirakan akan bergerak di kisaran Support 19.892-19.364 dan kisaran Resistance 20.814-21.341.
Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



