Pergerakan kurs pound yang dibuka kuat sejak perdagangan sesi Asia akhirnya terkoreksi cukup signifikan terhadap dollar pada perdagangan sesi Eropa setelah perdagangan sebelumnya berhasil rally kuat hingga memyentuh posisi tertinggi dalam sebulan. Kekuatan pound perdagangan sebelumnya selain diterima dari terpukulnya dollar juga dipicu oleh pernyataan BOE saat umumkan kebijakan moneter yang tidak berubah semalam.
Pound pada awal perdagangan sesi Asia pagi tadi menguat menerima sentimen dari pernyataan Mark Carney selaku gubernur BOE yang menyampaikan posisi suku bunnga bank sentral tersebut lebih baik ditinggikan dari pada tidak berubah sama sekali di posisi rendah.
Dari sisi pergerakan dollar AS, indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya berhasil mengalahkan kekuatan rivalnya tersebut dan malam ini akan semakin kuat oleh rilis data Prelim UoM Consumer Sentiment.
Pergerakan kurs poundsterling di sesi Eropa (10:30:35 GMT) melemah terhadap dollar AS, setelah dibuka kuat pada 1.4475 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs pound turun 38 pips atau 0,4% dan nilai bergulir berada pada 1.4437.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD dapat turun ke posisi support 1.4301-1.4129 namun jika koreksi naik maka pair dapat kembali ke kisaran 1.4503.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



