Mengakhiri perdagangan pasar valas tanah air hari Jumat (18/03), kekuatan rupiah yang terpangkas sejak awal perdagangan akhirnya ditutup negatif namun secara mingguan masih berhasil kalahkan dollar untuk 10 pekan berturut. Selain itu posisi rupiah akhir pekan ini masih berada di posisi tertinggi sejak 6 Mei tahun 2015.
Meskipun rupiah sedang bergerak lemah namun optimisme asing investasi di bursa saham lokal tambah kuat sehingga lebih banyak aksi beli yang dilakukan dan berhasil menambah net buy asing dari Rp217 miliar menjadi Rp747 miliar perdagangan siang ini.
Pergerakan kurs Rupiah di pasar spot siang ini bergerak negatif dengan posisi penurunan 0,32% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13116/US$ setelah dibuka kuat pada level Rp13039/US$. Penguatan kurs hingga siang ini seiring dengan penguatan yang dilakukan BI sedikit terhadap kurs jisdor dan juga kurs transaksi antar bank.
Kurs Jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini diperkuat ke posisi 13084 dari hari sebelumnya 13166 pada hari Kamis (17/03), sedangkan kurs transaksi antar bank menguat ke posisi 13113 dari posisi 13232 perdagangan sebelumnya.
Dan untuk pergerakan kurs Rupiah perdagangan awal pekan depan, analyst Vibiz Research Center memperkirakan Rupiah bergerak positif kembali meski dollar berpotensi akan menguat diakhir perdagangan pekan ini.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens



