Di tengah perdagangan forex sesi Asia, kurs yen Jepang yang sudah menguat melawan dollar AS sejak awal perdagangan sesi Asia bertambah kuat setelah menerima sentimen dari pemberitaan juru bicara pemerintah Jepang yang membantah berita bahwa PM Jepang Shinzo Abe akan menunda kenaikan pajak penjualan yang direncanakan pada April 2017.
Sebelumnya juga dalam pertemuan G7, Menteri Keuangan Jepang Taro Aso menyatakan pihaknya akan menaikkan pajak penjualan di negerinya dari 8 persen menjadi 10 persen meskipun tidak memberitahu kapan akan dilakukannya.
Kedua sentimen ini berhasil menekan sentimen prospek kenaikan Fed rate pada bulan Juni yang isyunya akan disampaikan Janet Yellen pada hari Jumat besok. Fed rate merencanakan akan menaikkan kembali suku bunganya sebanyak 2 kali dan pernyataan pejabat Fed beberapa hari terakhir bahwa suku bunga harus segera dinaikkan. Sentimen ini yang membuat dollar menguat tinggi juga melawan kurs yen.
Lihat: Posisi Dollar AS Kamis Pagi Masih Terancam
Pergerakan kurs yen di sesi Asia (02:00:35 GMT)menguat terhadap dollar AS, USDJPY yang dibuka lemah pada 110,19 di awal perdagangan (00.00 GMT) turun 0,5% dan nilai pair bergulir berada pada 109,65.
Untuk pergerakan pair hingga akhir perdagangan sesi malam, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair USDJPY lanjut turun ke kisaran 109.25-108,73. Namun jika terjadi koreksi maka pair dapat naik menuju kisaran 110,53- 110,98.


