Setelah poundsterling berhasil naik ke posisi penguatan tertinggi dalam 1 bulan perdagangan terhadap dollar, pergerakan di pasar spot forex sesi Asia Selasa (21/6) terpangkas oleh aksi profit taking pasar. Tampaknya pelaku pasar forex mulai waspada mendekati waktu referendum yang dilakukan pada tanggal 23 Juni nanti.
Perdagangan sebelumnya berhasil naik k epuncak tertinggi sebulan didorong oleh jajak pendapat yang mendukung kuat untuk ‘remain‘ pada referendum Brexit di Inggris hari Kamis pekan ini. Remain berarti Inggris akan tetap di Uni Eropa.
Pergerakan kurs poundsterling di sesi Asia (03:00:35 GMT) bergerak lemah terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih tinggi pada 1.4699 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs pound turun 42 pips atau 0,4% dan nilai bergulir berada pada 1.4657.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD lanjut turun ke kisaran 1.4602-1.4540. Namun jika tidak sampai kisaran tersebut maka pair dapat naik lagi ke kisaran 1.4755.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang