Pergerakan poundsterling sesi Eropa hari Senin (10/10) berhasil rebound setelah 2 hari perdagangan terakhir anjlok berturut-turut ditengah bangkitnya kembali dollar AS terhadap banyak rivalnya. Sejak awal sesi Asia kurs pound Inggris masih terpukul dengan kejadian buruk yang terjadi pada perdagangan sesi Asia hari Jumat lalu.
Sebelumnya mata uang Inggris ini sudah tertekan oleh sentimen Hard Brexit yang dikumandangkan oleh PM Inggris Theresa May awal pekan lalu yang membuat pair GBPUSD bergerak dalam zona merah.
Pergerakan kurs pound di sesi Eropa (11:00:35 GMT) menguat terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya pada 1.2401 di awal perdagangan sesi Asia (00.00 GMT), kurs pound naik 27 pips dan pair bergulir berada pada posisi 1.2428.
Untuk perdagangan selanjutnya hingga penutupan perdagangan sesi Amerika yang berakhir besok pagi, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair GBPUSD akan naik ke kisaran 1.2478 – 1.2574. Namun jika tidak mencapai kisaran tersebut maka dapat saja turun lagi ke kisaran 1.2334-1.2297.
Joel/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang



