Bank Sentral Australia atau RBA mengumumkan kebijakan moneternya yang terbaru hari Selasa (7/3) dengan memutuskan tidak mengubah suku bunganya di posisi 1,50%. Alasan RBA tidak mengubah suku bunganya melihat pertumbuhan ekonomi yang terjadi di dalam negeri dan inflasi yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Setelah RBA memutuskan tidak mengubah suku bunganya, aussie dollar yang perdagangan sebelumnya terpukul oleh kekuatan dollar dan penurunan harga minyak mentah bangkit kembali dan melaju kencang ke posisi tertinggi dalam 3 hari. Namun kekuatan aussie ini dibatasi oleh pernyataan Gubernur RBA yang tidak menyampaikan prospek kenaikan suku bunga dengan alasan posisi suku bunga sekarang memfasilitasi pertumbuhan ekonomi selama ini.
Pergerakan kurs aussie sesi Asia (11:00:46 WIB) bergerak rally terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah pada 0.7578 awal perdagangan sesi Asia (07.00 WIB), kurs aussie kini bergulir pada posisi 0.7617.
Untuk perdagangan selanjutnya, kekuatan sentimen posisi RBA rate yang tidak berubah dapat pudar kembli jika harga minyak mentah kembali terkoreksi hingga turun signifikan atau kuatnya fundamental dollar AS terhadap banyak rival utamanya seperti yang terjadi pada perdagangan awal pekan kemarin.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center Editor: Asido Situmorang



