(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY sesi Eropa hari Rabu (14/11) menangkap beberapa tawaran baru meskipun sekarang tampak berjuang membangun momentum menuju kisaran 114,00. Sekalipun perdagangan sebelumnya bearish, di sesi Asia mendapatkan kembali beberapa daya tarik positif oleh optimisme perdagangan AS-China yang terbaru.
Penasihat ekonomi gedung putih Larry Kudlow menegaskan bahwa AS sedang berbicara dengan China lagi tentang masalah perdagangan. Berita itu terus membebani status safe-haven Yen Jepang. Selain itu Yen Jepang lebih terbebani oleh data domestik yang suram, menunjukkan bahwa ekonomi menyusut pada tingkat tahunan 1,2% pada kuartal ketiga dan memperkuat pandangan Bank of Japan (BoJ) bahwa kebijakan perlu tetap akomodatif untuk beberapa waktu.
Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi oleh rilis kunci dari angka inflasi konsumen AS terbaru untuk beberapa dorongan baru pengetatan kebijakan Fed. Kemudian diikuti oleh pidato Ketua Fed Jerome Powell yang mungkin memainkan peran penting dalam menentukan langkah pair berikutnya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY berusaha melaju ke posisi R1 dan jika tembus maka akan mendaki ke resistennya di R2 hingga R3. Namun jika terkoreksi kembali, pair akan turun ke 113.74 dan jika tembus akan meluncur kembali menuju S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 114.60 | 114.35 | 114.05 | 113.79 | 113.49 | 113.21 | 112.91 |
| Buy Avg | 114.00 | Sell Avg | 113.70 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group


