(Vibiznews – Index) – Memantau perkembangan perdagangan saham di kawasan Asia jelang akhir sesi hari Senin (19/11), indeks beberapa bursa bergerak mixed menyusul isyarat pelemahan dari Wall Street akhir pekan lalu ditengah kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan AS-China dan kekhawatiran baru tentang Brexit.
Investor juga bereaksi dengan hati-hati terhadap berita bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC, para pemimpin dari 21 negara Asia-Pasifik gagal menyepakati kesepakatan bersama dalam KTT di Papua Nugini.
Bursa saham Australia menurun oleh kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan AS-China serta Brexit. Indeks acuan S & P / ASX 200 kehilangan 24,30 poin atau 0,42 persen menjadi 5.706,30, turun dari 5,704.20 sebelumnya.
Pasar saham Jepang menguat meskipun ada tekanan dari Wall Street Jumat dan kekhawatiran yang masih ada tentang ketegangan perdagangan AS-Cina. Data perdagangan hari ini menunjukkan peningkatan ekspor Jepang selama bulan Oktober mendorong sentimen investor. Indeks acuan Nikkei 225 naik 138,82 poin atau 0,64 persen menjadi 21.819,16, setelah menyentuh tinggi 21,852.92 pada perdagangan awal.
Di tempat lain di kawasan Asia, bursa yang alami pelemahan seperti Selandia Baru, Singapura, Malaysia dan Taiwan. Namun untuk bursa yang menguat seperti bursa Shanghai, Korea Selatan, Hong Kong dan Indonesia.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Asido Situmorang



