(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS pada perdagangan di sesi Eropa hari Selasa (18/12) memperpanjang penurunan retreat dari puncak 1-1/2 tahun dan terus terbebani oleh spekulasi yang berkembang bahwa Fed akan menandakan jeda untuk siklus pengetatan moneter pada pertemuan minggu ini.
Kekhawatiran ini terlihat dari jatuhnya hasil obligasi Treasury AS baru-baru ini. Bahkan, imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah AS jatuh ke level terendah sejak Agustus dan melemahkan sentimen yang sudah lemah terhadap perdagangan dolar.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival-rival utamanya kini berada di posisi 96.89 setelah pada perdagangan sesi Asia dibuka pada posisi 97.10 dan sempai mencapai posisi tinggi di 97.17 pada sesi Asia. Indeks sudah menembus area support kuatnya dan sedang turun menuju support lemahnya.
Terhadap rival utamanya, dolar AS paling banyak ditekan oleh mata uang Yen Jepang sebagai aset safe haven ditengah anjloknya perdagangan bursa saham global. Bursa saham anjlok parah dimulai dari perdagangan Wallstreet semalam yang turun hingga 2 persen lebih dan diikuti oleh perdagangan saham kawasan Asia. Terpantau yen bergerak rally selama 3 hari berturut terhadap dolar AS.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group Editor: Jul Allens


