(Vibiznews-Forex) – Pair USDJPY perdagangan hari Kamis (20/12) terus bergerak lemah sejak perdagangan sesi Asia oleh kuatnya permintaan safe haven yen Jepang dibandingkan dolar AS sehingga membuat pair kini sedang bergerak di posisi terendah dalam 2 -1/2 bulan. Sentimen pasar yang menjual aset beresiko oleh kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global pasca pengumuman kebijakan Fed dan BOJ.
Fed mengumumkan kenaikan suku bunganya yang keempat di tahun 2018 sesuai harapan namun menurunkan proyeksi kenaikan suku bunga berikutnya di tahun 2019. Kemudian pagi ini BOJ umumkan kebijakan moneter yang tidak berubah dengan alasan gejolak ekonomi global. Pengumuman bank sentral 2 negara yang bertolak belakang ini memberikan sentimen perdagangan safe haven, dimana bursa saham banyak merugi.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY yang sudah tembus support di S1 berusaha turun ke S2 dan jika tembus lanjut menuju S3. Namun jika bergerak kuat pair akan kembali naik menuju posisi awal sesi di 112.45 dan jika tembus akan mendaki ke MA5 D1 di 112.61 sebelum mencapai R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 113.26 | 112.95 | 112.68 | 112.35 | 112.11 | 111.78 | 111.51 |
| Buy Avg | 112.64 | Sell Avg | 111.78 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group


