(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa saham Asia berakhir mixed pada hari Kamis (02/05) karena pernyataan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve mematahkan ekspektasi investor untuk penurunan suku bunga dan investor menyaksikan negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan China.
Pasar saham di daratan China ditutup untuk liburan, namun bursa saham Hang Seng buka dengan indeks Hang Seng ditutup naik 0,83 persen berakhir pada 29.944,18. Kuatnya indeks di support kenaikan saham saham AIA lebih dari 3% dan saham HSBC Holding 0,37%.
Indeks Kospi di bursa saham Korea Selatan naik 0,42 persen menjadi 2.212,75. Sentimen positif datang dari laporan sektor manufaktur di Korea Selatan yang bangkit dan pindah ke area ekspansi pada bulan April, dari 48,8 pada bulan Maret menjadi 50,2.
Perdagangan saham di kawasan Pasifik ditutup mixed dengan bursa Australia berakhir lebih rendah setelah laporan pendapatan yang mengecewakan dari AMP dan National Australia Bank. Indeks acuan ASX 200 turun 37,50 poin atau 0,59 persen menjadi 6.338,40 dengan saham NAB turun 0,3 persen karena memangkas dividen dalam upaya untuk menopang neraca keuangannya. Saham AMP turun 2,6 persen setelah melaporkan kenaikan hampir sembilan kali lipat dalam arus kas kuartal pertama di unit manajemen kekayaannya.
Berbeda dengan saham Selandia Baru membukukan keuntungan yang kuat dengan indeks acuan NZX 50 melonjak 119,33 poin atau 1,20 persen menjadi 10.085,75. Investor mengabaikan laporan pemerintah yang menunjukkan bahwa jumlah total izin bangunan yang dikeluarkan di Selandia Baru turun 6,9 persen bulan ke bulan di bulan Maret.
Kawasan Asia Tenggara, indeks Komposit KLSE Malaysia turun 0,6 persen sedangkan perdagangan saham bursa Jakarta Indonesia turun 1,25 persen ke posisi 6374.42. Tekanan kuat indeks dipicu oleh anjloknya saham-saham unggulan sektor konsumer dan aneka industri.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



