(Vibiznews-Economy) – Pemerintah China mengumumkan kondisi pertumbuhan ekonomi negaranya periode kuartal kedua tahun 2019 secara tahunan pada hari Senin (15/07) lebih rendah dari periode kuartal sebelumnya namun sesuai dengan ekspektasi pasar yang diperkirakan akan turun. Posisi pertumbuhan kuartal kedua tersebut merupakan posisi pertumbuhan ekonomi terendah selama 27 tahun terakhir.
Kantor Statistik China umumkan pertumbuhan ekonomi China naik 6,2 persen tahun ke tahun di kuartal kedua tahun, melambat dari ekspansi ekonomi sebelumnya di 6,4 persen. Itu adalah tingkat pertumbuhan PDB terendah sejak kuartal pertama 1992. Namun secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi tumbuh 1,6 persen atau naik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya di 1,4 persen. Ini merupakan laju ekspansi kuartalan yang terkuat sejak kuartal September 2018

Pemerintah China melihat merosotnya pertumbuhan tahunan dipicu oleh melemahnya permintaan global dan pinjaman luar negeri yang mengkhawatirkan oleh pemerintah daerah. Selain itu juga dampak yang terjadi di tengah perselisihan perdagangan terus-menerus dengan AS.
Meskipun secara tahunan PDB China periode Q2-2019 melambat, Kantor Statistik China (NBS) menyatakan perekonomian China masih dalam kisaran yang wajar pada semester pertama tahun 2019. Dan itu menjadi dasar yang baik untuk mencapai target pertumbuhan setahun penuh.
Ekonomi China memang menghadapi situasi yang rumit dengan meningkatnya ketidakpastian eksternal, karenanya China akan melakukan upaya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



