(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Jepang pada perdagangan hari Kamis (30/01/2020) ditutup dengan kerugian yang cukup signifikan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah virus Corona Wuhan yang sedang berlangsung dan telah merenggut lebih dari 170 nyawa dan telah menginfeksi lebih dari 7.700 sejauh ini.
Infeksi dilaporkan telah menyebar di setidaknya 15 negara, sementara Komite Darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan bertemu lagi di Jenewa hari ini untuk memutuskan apakah penyebaran virus sekarang menjadi keadaan darurat global. Sebuah penerbangan carteran kedua dengan para pengungsi Jepang dari Wuhan telah mendarat di Jepang dengan sembilan orang menunjukkan gejala demam.
Indeks Nikkei ditutup merosot 402 poin atau 1,7% berakhir pada 22.977 basis poin, indeks sempat terjun ke posisi 22,882. Sedangkan indeks berjangka kontrak bulan Maret mengalami penurunan sebesar 355 poin atau 1,53% menjadi 22,873 basis poin yang merupakan posisi terendah 3 bulan, indeks sempat turun ke posisi 22,860 dan naik ke posisi 23,283. Indeks Topix turun 1,48% menjadi 1674,77 basis poin.
Pelemahan indeks nikkei mendapat tekanan dari anjloknya beberapa saham kapital besar yang dipimpin oleh saham 3M Co turun 2,2%, saham Verizon Communications Inc anjlok 2%, saham Walt Disney Co turun -1,7% dan saham Cisco Systems Inc ambruk 1,5%.
Untuk pergerakan selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center pergerakan bursa saham Jepang diperkirakan berpotensi lemah oleh yen Jepang yang diperkirakan menguat. Untuk kisaran suppor indeks berjangka berada di 22840 – 22520, dan untuk kisaran resisten di posisi 23300 – 23620.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Editor: Asido Situmorang



