Bursa Hang Seng Ditutup Merugi Secara Mingguan dan Bulanan

870

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham di Hong Kong akhir pekan hari Jumat (31/01/2020)  menghapus kenaikan harga saham di sesi pagi dan ditutup anjlok ke posisi terendah sejak perdagangan 5 Desember 2019. Penutupan merah hari ini juga sekaligus menutup perdagangan bulan Januari yang merugi dibandingkan perdagangan bulan sebelumnya.

Indeks Hang Seng ditutup turun 0,5 persen pada 26,312,63 poin,  mengakhiri perdagangan secara mingguan melemah dalam 2 pekan berturut dan anjlok 5 persen lebih.  Secara bulanan Hang Seng anjlok 6,70 persen. Indeks China Enterprises dengan 60 saham unggulan turun 0,8 persen menjadi 10.240,51 poin.

Para pelaku pasar takut  kemungkinan gangguan di pasar keuangan Hong Kong dan Cina, terutama jika ada kemungkinan pemerintah China memperpanjang liburan untuk bank oleh wabah virus Corona yang terus menelan korban di China.

Otoritas Moneter Hong Kong mengatakan sekitar 20-30 persen cabang bank diperkirakan akan ditutup sementara dan beberapa cabang yang tersisa akan dibuka untuk waktu yang terbatas, sebagai bagian dari langkah-langkah untuk melawan penyebaran virus.

Sebuah agen promosi perdagangan internasional China mengatakan akan menawarkan sertifikat force majeure kepada perusahaan yang berjuang untuk mengatasi dampak epidemi virus corona pada bisnis mereka dengan mitra di luar negeri.

Melihat pergerakan saham secara sektoral, saham perawatan kesehatan turun 1,6 persen sementara saham energi kehilangan 1,5 persen, namun saham Cyclical consumer countersnaik 0,4 persen. Saham top gainers  adalah saham Sands China yang naik 1,6 persen sedangkan saham top looser adalah saham China Petroleum & Chemical Crop, yang turun 2,4 persen.

Untuk pergerakan selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center pergerakan bursa saham Hong Kong selanjutnya diperkirakan  masih berpotensi lemah oleh sentimen diatas.  Untuk kisaran support Hang Seng di posisi 26250 – 26000 dan posisi resisten indeks berada di 27150 – 27400.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here