(Vibiznews-Forex) – Pelemahan pair AUDUSD terjun ke posisi terendah sejak Mey 2017 perdagangan sebelumnya dipicu oleh penguatan dolar AS merespon optimis data ekonominya. Dan masuk sesi Asia hari Jumat (21/02/2020) masih tertekan oleh kuatnya dolar sebagai aset safe haven dan lemahnya data ekonomi Australia.
Pasar masih dikhawatirkan tentang wabah koronavirus yang korbannya bertambah ke negara tetangga China, kemudian pada laporan pekerjaan Australia yang suram dan penurunan suku bunga PBOC membuat pair tetap di bawah tekanan. Karena data pekerjaan yang suram, RBA diperkirakan akan umumkan penurunan suku bunga lebih cepat.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD masih bergerak bearish oleh posisi dibawah SMA 20. Namun bargain hunting dapat angkat pair mendaki menuju posisi 0.6650, jika tembus lanjut ke R1 hingga R2. Namun jika kemudian bergerak negatif kembali akan meluncur ke posisi 0.6600 jika tembus ke S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.6752 | 0.6722 | 0.6668 | 0.6640 | 0.6585 | 0.6555 | 0.6502 |
| Buy Avg | 0.6700 | Sell Avg | 0.6650 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



