(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) sebelumnya turun 54,66 poin atau 2,78 persen menjadi 1.908,27, merupakan level terendah sejak 17 Februari 2016 ketika indeks ditutup pada posisi 1.883,94 poin. Demikian indeks Kospi200 berjangka, turun 9,25 poin atau 3,49% ke posisi 255,75, dan sempat naik ke posisi tinggi 264,50 dan terjun ke posisi rendah 255,30.
Kospi turun hampir 3 persen dengan terjun ke level terendah dalam hampir 4 tahun di tengah meningkatnya keraguan tentang rencana stimulus AS untuk melawan virus corona dan aksi jual saham oleh investor asing.
Perdagangan hari ini di bursa Korea berpotensi bearish oleh keraguan pasar akan langkah-langkah stimulus yang akan dilakukan negara-negara besar melawan implikasi negatif dari Corona. Selain itu juga mendapat sentimen negatif dari perdagangan saham bursa Amerika Serikat semalam.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi berpotensi rawan terbatas. Jika indeks dibuka positif dan berhasil menembus posisi 261.00 akan lanjut ke R2 hingga R3. Namun jika bergerak negatif akan turun ke posisi 253.00, dan jika tembus meluncur ke posisi S1 hingga S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 272.00 | 268.00 | 261.90 | 258.60 | 252.50 | 249.30 | 243.20 |
| Buy Avg | 261.00 | Sell Avg | 253.00 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



