(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY awali pekan ini dengan ditutup rebound setelah 4 hari berturut bearish oleh bangkitnya kembali sentimen investor terhadap perdagangan aset resiko meskipun indeks dolar alami pelemahan. Pair mendapat tenaga dari pergerakan saham AS yang untung dan juga naiknya posisi imbal hasil obligasi AS.
Sentimen positif datang dari penundaan sanksi AS terhadap apa yang dilakukan China terhadap rakyat Xinjiang, demi menjaga kestabilan negoisasi perdagangan dengan China. Sentimen ini mendominasi penggerak pasar sehingga memperkuat bursa saham global, yang menghiraukan data penjualan rumah AS yang masih kontraksi.
Sebagai katalis penggerak hari ini pertama perkembangan data kasus baru infeksi wabah covid-19 dan juga permasalahan AS dengan China. Dari sisi data ekonomi Jepang, hari ini akan dirilis data flash PMI Manufaktur Jibun bulan Juni yang diperkirakan lebih tinggi.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak bullish, sehingga awal sesi jika bergerak positif akan mendaki ke posisi 107.00 dan jika tembus naik ke posisi R1 hingga R3. Namun jika pergerakan sebaliknya akan turun menuju posisi 106.80 dan jika tembus lanjut ke posisi S1 hingga S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 107.30 | 107.14 | 107.02 | 106.88 | 106.76 | 106.62 | 106.50 |
| Buy Avg | 106.98 | Sell Avg | 106.75 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


