(Vibiznews-Index) – Perdagangan saham di bursa Amerika Serikat kembali memberikan keuntungan kepada mayoritas indeks utamanya hingga penutupan sesi yang berakhir Rabu dinihari WIB (22/7/2020). Dow Jones dan S&P500 masih bergerak kuat di zona hijau, namun Nasdaq alami profit taking setelah sebelumnya mencapai rekor penutupan tertinggi.
Indeks Nasdaq turun 86,73 poin atau 0,8 persen menjadi 10.680,36, indeks Dow Jones naik 159,53 poin atau 0,6 persen menjadi 26.840,40 dan indeks S&P 500 naik 5,46 poin atau 0,2 persen menjadi 3.257,30.
Penguatan Dow Jones sebagian disebabkan oleh lonjakan kuat oleh saham energi Chevron dan saham Exxon Mobil yang masing-masing naik 7,1 persen dan 5,1 persen, yang merespon lonjakan harga minyak mentah dunia ke level tertinggi empat bulan pada $41,96 per barel.
Sementara itu, saham IBM anjlok 0,25% meskipun raksasa perusahaan teknologi tersebut melaporkan kinerja keuangan mereka pada periode kuartal kedua yang melampaui perkiraan analis.
Melihat pergerakan secara sektoral, sektor energi bergerak kuat dengan Philadelphia Oil Service Index melonjak 6,9 persen, NYSE Arca Oil Index melonjak 5,9 persen dan NYSE Arca Natural Gas Index melonjak 4,7 persen. Saham perbankan juga meningkat dengan ndeks Bank KBW naik 3,9 persen.
Terjadi pergerakan sebaliknya pada saham bioteknologi yang turun tajam dengan Indeks Bioteknologi Arca NYSE anjlok 2,6 persen, berkontribusi kuat menekan indeks Nasdaq. Kelemahan juga terjadi pada saham-saham perangkat lunak dengan penurunan 1,3 persen oleh Dow Jones A.S. Software Index.
Kekuatan saham sepanjang sesi merespon berita bahwa para pemimpin Uni Eropa menyetujui paket stimulus €350 miliar terhadap ekonomi negara anggota terkena pandemi.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



