(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (19/8/2020) posisi kurs euro terhadap dolar AS dalam pair EURUSD bergerak naik setelah sepanjang sesi Asia retreat. Pair bergerak di kisaran tertinggi 2 tahun oleh karena investor memantau putaran baru pembicaraan Brexit dan juga anjloknya dolar AS.
Indeks dolar jatuh untuk sesi ke-6 berturut-turut yang diperdagangkan di sekitar 92, di level terendah sejak Mei 2018 karena investor mencerna kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi AS, ketidakpastian apakah anggota parlemen AS akan mencapai kesepakatan tentang paket bantuan virus corona baru, dan memuncaknya ketegangan AS-China.
Sementara itu, investor masih dikhawatirkan oleh kenaikan tajam kasus baru virus corona di Spanyol, Prancis, dan Jerman yang dapat menghambat pemulihan ekonomi kawasan. Berita kenaikan kasus baru ini sempat memerahkan bursa Eropa saat pembukaan tadi.
Sebagai informasi, pergerakan kurs Euro mengalami kinerja bulan terbaiknya dalam satu dekade pada bulan Juli lalu didukung oleh paket bantuan besar-besaran yang disepakati oleh para pemimpin Uni Eropa dan juga posisi pelemahan dolar AS. Dan secara bulanan juga, kurs euro bergerak bullish selama 4 bulan berturut.
Untuk pergerakan selanjutnya secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair EURUSD lanjut menguat, dan kini pair berada di posisi 1.1945 yang mendekati kisaran resisten kuat harian pair. Selanjutnya akan mendaki menuju 1.1970 sebelum ke posisi resisten selanjutnya di 1.1990 – 1.2050. Namun jika terjadi koreksi negatif, pair akan meluncur ke posisi 1.1900, jika tembus turun ke support kuatnya di 1.1863-1.1822.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



