Lonjakan Saham Masih Terjadi di Wall Street, Nasdaq dan S&P500 Cetak Rekor Tertinggi Lagi

656

(Vibiznews-Index) – Pada perdagangan bursa saham Amerika yang berakhir Rabu dinihari WIB (26/8/2020),  masih terlihat lonjakan saham yang membuat 2 indeks utamanya kembali cetak rekor tertinggi baru. Hanya indeks Nasdaq dan S&P500 ditutup gain dan  berada di posisi rekor tertinggi sepanjang sejarahnya, sedangkan indeks Dow Jones retreat dari level penutupan terbaiknya dalam enam bulan.

Indeks Dow Jones turun 60,02 poin atau 0,2 persen pada 28.248,44, indeks S&P 500 naik 12,34 poin atau 0,4 persen menjadi 3.443,62 dan indeks Nasdaq menguat 86,75 poin atau 0,8 persen menjadi 11.466,47.  Penurunan Dow Jones terjadi karena saham Exxon Mobil, saham Raytheon dan saham Pfizer  bergerak lebih rendah menyusul berita bahwa mereka akan dihapus dari indeks blue chip.

Ketiga saham tersebut akan digantikan oleh Salesforce.com, Honeywell, dan Amgen  yang membukukan kenaikan kuat pada hari itu. Perubahan pada komponen Dow Jones terjadi karena pemecahan saham 4-untuk-1 Apple  yang akan datang akan mengurangi bobot indeks di sektor teknologi informasi.

Sentimen positif datang dari laporan  Departemen Perdagangan AS yang menunjukkan lonjakan penjualan rumah baru yang jauh lebih besar dari yang diharapkan. Penjualan rumah baru melonjak 13,9 persen ke tingkat tahunan 901.000 pada Juli setelah melonjak sebesar 15,1 persen ke tingkat 791.000 pada bulan Juni.

Namun sentimen tersebut dibatasi oleh laporan terpisah dari Conference Board yang menunjukkan indeks kepercayaan konsumen merosot ke 84,8 pada Agustus setelah jatuh ke 91,7 yang direvisi turun pada Juli.

Secara sektoral, saham perangkat lunak bergerak lebih tinggi secara signifikan selama sesi perdagangan, mendorong Indeks Perangkat Lunak AS Dow Jones naik 1,3 persen dan mencapai rekor penutupan tertinggi. Saham bioteknologi dan semikonduktor juga  cetak keuntungan besar yang berkontribusi pada rally indeks  Nasdaq.

Saham – saham besar di Nasdaq yang masih terjadi lonjakan seperti saham Facebook naik 3,43%, saham Alphabet naik 1,69% dan saham Amazon naik 1,14%. Di sisi lain, saham jasa minyak melemah setelah rally yang terjadi di sesi sebelumnya dengan Indeks Layanan Minyak Philadelphia turun 1,5 persen. Bearish  saham jasa minyak menghiraukan adanya  kenaikan harga minyak mentah.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here