(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY awal sesi Asia Kamis (17/9/2020) bergerak kuat di kisaran terendah 7 pekan yang dicapai sesi sebelumnya oleh posisi indeks dolar sedang bergerak kuat menembus posisi resisten kuatnya. Pergerakan yen sedang menanti pengumuman kebijakan moneter BOJ.
Dolar AS yang sempat melemah setelah Fed mengatakan suku bunga akan tetap mendekati nol hingga 2023, namun bangkit kembali merespon komentar bank sentral tersebut perkirakan ekonomi AS akan pulih dari krisis virus corona berkat penurunan tingkat pengangguran.
Lihat: Federal Reserve Pertahankan Suku Bunga Tidak Berubah Hingga 2023
Kekuatan yen sebelumnya didapat atas terpilihnya secara resmi Yoshihide Suga sebagai perdana menteri baru Jepang oleh Majelis Rendah Parlemen Jepang dan dari laporan surplus perdagangan JPY 248,3 miliar pada bulan Agustus, mencatat surplus kedua dalam lima bulan.
Pergerakan selanjutnya menanti hasil pertemuan bank sentral Jepang yang akan umumkan kebijakan moneter terbarunya, dengan BOJ diperkirakan akan membiarkan sikap pelonggaran moneternya tidak berubah. Selain itu juga perhatikan perkembangan sentimen global setelah pengumuman kebijakan Fed dan juga BOE pada sesi Eropa.
Sebagai katalis sentimen dari rilis data ekonomi, pada sesi Amerika akan dirilis laporan klaim pengangguran mingguan dan data Phily Fed manufacturing yang dapat pengaruhi pergerakan dolar AS selanjutnya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY akan bergerak bullish, awal sesi akan mendaki ke posisi 105.10 dan jika tembus naik ke posisi R1 hingga R2. Namun jika terjadi koreksi turun menuju posisi 104.80 dan jika tembus lanjut ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 105.95 | 105.70 | 105.30 | 105.05 | 104.68 | 104.42 | 104.06 |
| Buy Avg | 105.30 | Sell Avg | 104.70 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


