(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Selasa (6/10/2020) posisi poundsterling dalam pair GBPUSD terpangkas dari kekuatan pound yang sempat naik ke posisi tertinggi sejak 8 September. Pair bergerak negatif kini oleh posisi rebound dolar AS dan kekhawatiran hard brexit.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya terpantau bergerak rebound dari kisaran posisi terendah 3 pekan oleh bangkitnya kembali sentimen perdagangan safe haven terkait berita perkembangan virus corona di kawasan Eropa.
Sementara itu pembicaraan informal Brexit dilanjutkan di Brussel menjelang KTT Uni Eropa hari Kamis. Inggris dan UE berjanji untuk mencapai kesepakatan tentang hubungan masa depan mereka pada 15 Oktober, dengan pemerintah PM Boris Johnson tetap berkomitmen untuk mencoba menyetujui aturan FTA dan memperingatkan bahwa mereka akan mulai mengerjakan perencanaan tanpa kesepakatan jika tidak ada konsensus sebelumnya.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD ditutup bearish. Kini pair berada di posisi 1,3022. Pair tertekan turun ke posisi pivot di awal sesi 1.3006, jika tembus dapat lanjut ke support kuat di 1,2963-1,2895. Namun jika naik kembali, akan mendaki kembali ke posisi di 1.3058, jika tembus capai resisten kuat harian di 1,3090-1,3136.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



