Kospi 25 November Koreksi Rekor Tertingginya oleh Kasus Harian Covid-19

430
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan mengakhiri kenaikan lima sesi berturut-turut pada hari Rabu (25/11/2020) setelah mencapai tertinggi sepanjang masa pada sesi sebelumnya. Indeks Kospi retreat oleh aksi profit taking  setelah awal sesi melonjak ke rekor tertinggi baru merespon lonjakan Dow Jones di bursa Wall Street semalam. 

Sentimen investor di bursa Korsel memudar setelah  Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea melaporkan 382 lebih kasus baru COVID-19, mendorong otoritas kesehatan untuk mempertimbangkan memberlakukan pembatasan anti virus yang lebih ketat secara nasional.

Kekuatan awal sesi juga di-support oleh rilis data ekonomi,  Indeks Survei Bisnis naik menjadi 85 pada November 2020 dari 79 pada Oktober, membukukan data  tertinggi sejak April 2012 karena ekonomi terus pulih dari pandemi virus corona.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) harian ditutup turun 16,22 poin atau 0,62 persen pada 2.601,54, setelah sempat naik ke posisi 2.642.  Demikian untuk indeks Kospi200 turun 1,98 poin atau 0,57% ke posisi 348.30, setelah naik ke posisi tertinggi  353.96 dan turun ke posisi terendah di  346.17.

Retreat kekuatan Kospi di picu oleh anjloknya saham-saham utama seperti saham pemimpin pasar Samsung Electronics kehilangan 1,62 persen, saham SK hynix merosot 1,42 persen, saham raksasa portal internet Naver turun 1,42 persen, saham LG Chem turun 1,38 persen, saham Samsung SDI turun 2,54 persen dan Hyundai Motor turun 0,83 persen.

Namun masih ada saham utama yang bergerak positif seperti saham  POSCO naik 0,2 persen, saham Samsung Biologics naik tipis 0,12 persen dan saham Celltrion melonjak 9,45 persen setelah perusahaan akan mengajukan persetujuan bersyarat untuk perawatan antibodi CT-P59.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here