(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (25/11/2020) posisi aussie dalam pair AUDUSD bergerak bearish dan turun sedikit dari posisi tertinggi 2 bulan yang dicapai pada sesi Asia. Aussie melemah di tengah koreksi dolar AS secara indeks dan penguatan sentimen perdagangan aset risiko serta pergerakan kuat harga minyak mentah.
Kekuatan aussie dibatasi oleh rilis data ekonomi untuk total pekerjaan konstruksi Australia yang turun 2,6% kuartal ke kuartal dalam periode kuartal yang berakhir September, menyusul penurunan 0,3% pada periode sebelumnya.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya merosot di pasar uang Eropa setelah terkoreksi sesi sebelumnya; ditekan naiknya permintaan risk assets oleh perkembangan positif pengadaan vaksin dan harapan akan adanya stimulus fiscal AS.
Sentimen positif yang mendukung kekuatan aussie hari ini selain stabilnya laju keuntungan pasar global juga kenaikan harga minyak mentah yang melonjak tinggi ke posisi tertinggi 9 bulan di pasar komoditas.
Sentimen pergerakan selanjutnya dapat berubah sejalan pergerakan bursa saham global dan dari laporan ekonomi Amerika Serikat seperti data prelim PDB AS Q3/2020, data klaim pengangguran, dan data sentimen konsumen survey UoM. Kemudian terdapat data minor seperti durable goods orders, New homes sales, PCE index dan trade balance.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD ditutup menguat. Kini pair berada di posisi 0,7347 dan berusaha mendaki kembali ke posisi 0.7372, jika tembus capai resisten kuatnya di 0.7385 – 0.7410. Namun jika terjadi koreksi, pair akan turun kembali ke posisi 0.7324, jika tembus lanjut ke posisi support kuat di 0.7298 – 0.7240.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



