Nikkei Bulan November Melonjak 15%, Monthly Gain Terbesar dalam 27 Tahun

586
Photo by Vibizmedia

(Vibiznews – Indeks) – Mengakhiri perdagangan bulan November, bursa saham  Jepang alami profit taking setelah mencapai posisi tertinggi 30 tahun pada awal sesi pada hari Senin (30/11/2020). Namun sepanjang bulan November indeks Nikkei  melonjak 15%, kenaikan bulanan terbesar dalam 27 tahun karena optimisme atas kemajuan dalam pengembangan vaksin COVID-19.

Tekanan profit taking hari ini juga tertekan oleh pengunduran diri Presiden dan Chief Executive Officer Bursa Efek Tokyo Koichiro Miyahara karena kegagalan sistem yang menyebabkan suspensi sepanjang hari yang belum pernah terjadi sebelumnya di bursa bulan lalu.

Namun terdapat sentimen positif dari rilis data ekonomi Jepang;  produksi industri naik 3,8% bulan ke bulan di bulan Oktober, kenaikan bulan kelima berturut-turut. Kemudian penjualan ritel naik 6,4% tahun ke tahun, pertumbuhan pertama sejak Februari dan terkuat sejak September 2019.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 211,09 poin atau 0,79% lebih rendah ke posisi 26433,62. Demikian  untuk indeks Topix 1,77% lebih rendah pada 1.754,92, namun secara bulanan menandai bulan terbaiknya sejak April 2013. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Desember 2020  bergerak negatif dengan turun 170 poin atau 0,64%  ke posisi 26.460.

Melihat pergerakan indeks secara sektoral, sektor penerbangan dan transportasi darat terpukul, masing-masing turun 3,59% dan 2,29% karena meningkatnya jumlah kasus virus corona di Jepang. Saham ANA Holdings turun sebanyak 1,4% setelah maskapai tersebut mengatakan pada hari Jumat akan menerbitkan saham baru untuk mengumpulkan $3,2 miliar. Demikian juga saham kereta api seperti saham Tobu Railway anjlok 4.03%.

 Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here