Wall Street Cetak Rekor Merespon Kebijakan Fed, Nasdaq dan S&P500 Tertinggi Sepanjang Sejarah

571
wall street
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Amerika kembali mencetak rekor dengan 2 indeks utamanya cetak rekor penutupan tertinggi pada perdagangan yang berakhir Kamis (17/12/2020). Namun pada penutupan Wall Street beberpa saat lalu Dow Jones masuk zona merah terkoreksi rilis data retail sales yang menurun.

Indeks Dow Jones merosot 44,77 poin atau 0,2 persen menjadi 30.154,54, indeks Nasdaq naik 63,13 poin atau 0,5 persen menjadi 12.658,19 dan indeks S&P 500 naik 6,55 poin atau 0,2 persen menjadi 3.701,17. Penutupan indeks yang beragam di Wall Street terjadi setelah Fed mengumumkan keputusan mempertahankan suku bunga tidak berubah sementara juga mengungkapkan rencana untuk melanjutkan program pembelian asetnya sampai ekonomi menunjukkan kemajuan substansial.

Lihat: The Fed Umumkan Suku Bunga Tetap dan Tinggikan Proyeksi PDB 2021

Tekanan jual pada Dow Jones terjadi setelah Departemen Perdagangan merilis laporan sebelum dimulainya perdagangan yang menunjukkan penjualan ritel merosot lebih dari yang diharapkan di bulan November. Retail sales turun 1,1 persen pada November setelah terjadi  penurunan 0,1 persen  pada Oktober, sebelumnya data diperkirakan  turun 0,3 persen.

Selain itu Asosiasi Nasional Pembangun Rumah juga merilis laporan yang menunjukkan kepercayaan pembangun rumah mundur lebih dari yang diharapkan pada Desember setelah mencapai rekor tertinggi pada November.

Melihat pergerakan sektoral, sebagian besar sektor utama mengakhiri hari dengan hanya menunjukkan pergerakan sederhana. Sektor yang menguat hanya sektor perangkat lunak dan saham emas, dengan  Dow Jones U.S. Software Index melonjak 2 persen ke level penutupan terbaik dalam tiga bulan dan NYSE Arca Gold Bugs Index naik 1,8 persen.

Kekuatan yang cukup besar juga terlihat di antara saham-saham emas, yang tercermin dari kenaikan 1,8 persen yang dibukukan oleh . Penguatan di sektor ini terjadi karena harga emas bergerak lebih tinggi dalam perdagangan elektronik.

Saham yang melemah didominasi oleh  saham gas alam dengan menekan NYSE Arca Natural Gas Index turun 1,6 persen. Kelemahan yang signifikan juga terjadi pada pergerakan saham utilitas, Dow Jones Utility Average ditutup dengan penurunan 1,4 persen.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here