Bursa Wall Street Terkoreksi oleh Profit Taking Saham Teknologi

728
wall street pasar saham
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) – Terjadi aksi profit taking pada perdagangan saham bursa Amerika Serikat yang berakhir Rabu dinihari WIB (30/12/2020), sehingga lonjakan saham sebelumnya terkoreksi. Semua indeks utama Wall Street ditutup dalam zona merah yang retreat dari posisi rekor tertinggi mereka.

Indeks Dow Jones merosot 68,30 poin atau 0,2 persen menjadi 30.335,67, indeks Nasdaq turun 49,20 poin atau 0,4 persen menjadi 12.850,22 dan indeks S&P 500 tergelincir 8,32 poin atau 0,2 persen menjadi 3.727,04. Sebelumnya terjadi penguatan awal sesi ke rekor tertinggi lanjutan yang diuntungkan oleh window dressing, karena beberapa fund manager berusaha meningkatkan portofolionya hingga akhir tahun.

Sentimen yang memicu profit taking juga datang dari berita pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell, R-Ken, diindikasikan tidak menyetujui RUU DPR dengan suara bulat untuk menaikkan paket bantuan warga AS pasca covid-19 dari $600 ke $2000. Selain itu volume perdagangan menurun dikarenakan aksi investor yang sudah libur lebih cepat.

Secara sektoral, terpantau mayoritas saham kesehatan dan farmasi yang bergerak kuat. Selebihnya masuk zona merah seperti saham jaringan tertekan hingga menyeret Indeks Jaringan Arca NYSE turun 1,7 persen, juga saham bioteknologi dengan penurunan 1,6 persen oleh Indeks Bioteknologi Arca NYSE.

Di sektor bioteknologi, saham Arcturus Therapeutics bergerak turun tajam karena analis kecewa dengan hasil uji coba Tahap 1/2 dari kandidat vaksin COVID-19. Demikian saham tembakau, perangkat keras komputer dan jasa minyak juga bergerak turun pada hari itu.

Saham-saham raksasa teknologi yang sebelumnya melonjak juga terkoreksi seperti saham Facebook turun 0,18%, saham Apple turun 1,33%, saham Microsoft turun 0,36% dan saham Alphabet turun 0,98%.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here