Bursa Amerika Koreksi Lanjutan Setelah Pengumuman Kebijakan The Fed

550
wall street
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Amerika alami pergerakan koreksi lanjutan pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (28/1/2021) setelah bank sentral Amerika umumkan kebijakan moneter pertama di tahun 2021. Semua indeks utama Wall Street terkoreksi cukup signifikan, Nasdaq dan S&P500 menjauh dari rekor tertinggi baru pada awal pekan.  

Indeks Dow Jones turun 633,87 poin atau 2,1 persen menjadi 30.303,17, indeks Nasdaq turun 355,47 poin atau 2,6 persen menjadi 13.270,60 dan indeks S&P 500 merosot 98,85 poin atau 2,6 persen menjadi 3.750,77. Selain kekhawatiran dampak virus corona dan ketidakpastian tentang prospek paket stimulus AS, tekanan jual di Wall Street terjadi merespon pengumuman Fed dan laporan kerugian perusahaan besar.

The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diperkirakan sebelumnya dan mengungkapkan rencananya untuk mempertahankan program pembelian aset senilai $120 miliar/bulan. Namun bank sentral AS tersebut tidak memberikan kejelasan tambahan tentang prospek pembelian obligasi.

Lihat: The Fed Pertahankan Suku Bunga dan Stimulus $120 Miliar/bulan

Dari laporan keuangan perusahaan, saham Boeing anjlok 3,95%  setelah raksasa kedirgantaraan itu melaporkan kerugian kuartal keempat yang tajam dan penundaan jet baru seri 777x. Raksasa kopi Starbucks juga turun tajam 6,51% setelah melaporkan hasil fiskal kuartal pertama yang beragam dan memperkirakan pendapatan fiskal kuartal kedua fiskal yang lebih lemah dari perkiraan. Starbucks pun mengumumkan hengkangnya Chief Operating Officer Rosalind Brewer.

Namun ada juga perusahaan yang laporkan optimis, saham Microsoft  ditutup sedikit lebih tinggi setelah raksasa perangkat lunak itu melaporkan hasil fiskal kuartal kedua yang mengalahkan ekspektasi.

Dari laporan ekonomi yang dirilis,  Departemen Perdagangan laporkan data pesanan baru untuk barang tahan lama manufaktur naik jauh lebih sedikit dari yang diharapkan di bulan Desember. Durable goods orders  naik tipis 0,2 persen pada Desember setelah melonjak  naik 1,2 persen pada November.

Secara sektoral, untuk sektor yang paling melemah hari ini yaitu saham semikonduktor dengan penurunan 5,2 persen oleh Indeks Semikonduktor Philadelphia. Saham pembuat Chip Advanced Micro Devices dan Texas Instruments membukukan kerugian tajam meskipun melaporkan hasil kuartalan yang lebih baik dari yang diharapkan dengan  memberikan proyeksi yang optimis.

Kemudian pelemahan substansial juga terlihat di antara saham emas dengan penurunan 4,4 persen oleh Indeks Bugs Emas Arca NYSE pada level penutupan terendah dalam tujuh bulan. Saham keuangan juga tertekan hingga menyeret KBW Bank Index dan NYSE Arca Broker / Dealer Index turun masing-masing sebesar 3,5 persen dan 3,2 persen.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here