(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia Kamis (11/2/2021) masih bergerak negatif melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya, terkoreksi dari posisi tertinggi 2 pekan oleh pergerakan rebound dolar AS. Pair tertekan beralihnya sentimen pasar ke aset safe haven dan rilis data ekonomi China yang buruk terkait data inflasinya kontraksi.
Pair juga sulit melanjutkan rally sebelumnya setelah rilis data Indeks Harga Konsumen AS yang lebih lemah dari yang diharapkan untuk bulan Januari dan suramnya pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam risalah FOMC bulan lalu. Powell memperingatkan untuk tidak terlalu optimis atas data ketenagakerjaan AS dan menghidupkan kembali kesiapan untuk menjaga kebijakan moneter tetap mudah. Ini menjadi alasan dolar AS menguat sebagai safe haven.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak konsolidasi di awal pasar uang Asia setelah terkoreksi 4 sesi berturut sebelumnya. Dolar AS tertekan oleh buruknya rilis data inflasi bulan Januari yang masih dibawah ekspektasi.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD bergerak lemah, pair yang kini berada pada posisi 0.7712 sedang turun mendekati posisi S1 hingga S2. Namun jika terkoreksi pair akan naik ke posisi pivot, dan jika tembus mendaki ke R1 dan juga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7784 | 0.7769 | 0.7745 | 0.7731 | 0.7706 | 0.7692 | 0.7667 |
| Buy Avg | 0.7748 | Sell Avg | 0.7714 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



