(Vibiznews-Index) – Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) akhir pekan lalu ditutup turun 17,23 poin atau 0,57 persen pada posisi 3.026,26, terendah sejak 26 Februari. Demikian untuk indeks Kospi200 melemah 2,17 poin atau 0,52% ke posisi 412.00, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 413.78 dan sempat turun ke posisi terendah di 405.93.
Sentimen investor tertekan di tengah melonjaknya imbal hasil obligasi jangka panjang baik lokal maupun luar negeri. Kospi sepanjang minggu menguat 1,02% setelah pekan lalu terkoreksi. Yield Obligasi 10-tahun Korea Selatan melonjak ke tertinggi 26-bulan di 2,054% sementara suku bunga 10-tahun AS terangkat ke tertinggi 13-bulan di 1,569%

Sebagai penggerak pasar hari ini: paket stimulus fiskal senilai $1,9 triliun sudah disahkan Senat AS hari Sabtu lalu, kemudian bursa saham Wall Street akhir pekan lalu ditutup hijau merespon data ketenagakerjaan AS yang optimis dalam data NFP. Demikian harga minyak mentah mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun, karena OPEC dan sekutunya setuju untuk tidak meningkatkan pasokan pada bulan April karena mereka menunggu pemulihan permintaan yang lebih substansial.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center indeks Kospi200 rebound, awal sesi akan naik menuju posisi 416,00 dan jika tembus akan lanjut ke R2 hingga R3. Namun jika bergerak sebaliknya, indeks akan turun ke posisi 408.95 dan jika tembus turun ke posisi S1 hingga S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 423.06 | 418.42 | 415.21 | 410.57 | 407.36 | 402.72 | 399.51 |
| Buy Avg | 416.88 | Sell Avg | 407.57 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



