(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia Rabu (17/3/2021) kembali alami tekanan melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya oleh pergerakan positif dolar AS pasca kenaikan kembali imbal hasil obligasi AS. Pair yang juga kurs komoditas mendapat tekanan dari koreksi harga minyak mentah untuk 3 sesi berturut.
Risalah dari pertemuan kebijakan terbaru RBA menggemakan pernyataan Gubernur Lowe baru-baru ini, menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi sedang berjalan dengan baik dan lebih kuat dari yang diharapkan sebelumnya dan memperkuat bahwa dukungan moneter yang signifikan akan dibutuhkan di negara itu sampai bank sentral tujuan inflasi dan pengangguran tercapai.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak terbatas di awal pasar uang Asia setelah menguat sesi sebelumnya. Investor berhati-hati jelang pengumuman kebijakan moneternya, yang mungkin memberikan petunjuk tentang apakah bank sentral akan menjauh dari kebijakan moneter ultra-longgar.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD bergerak lemah, pair yang kini berada pada posisi 0.7735 sedang turun ke posisi S1 dan juga S2. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya, pair akan naik kembali menuju posisi 0.7746 sebelum mendaki ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7852 | 0.7813 | 0.7782 | 0.7744 | 0.7712 | 0.7674 | 0.7643 |
| Buy Avg | 0.7755 | Sell Avg | 0.7720 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



