(Vibiznews – Indeks) – Masih terjadi tekanan jual pada perdagangan bursa saham Jepang selama 3 sesi berturut pada hari Selasa (23/3/2021), yang membuat indeks Nikkei bertahan di posisi terendah 2 pekan. Kerugian harian yang dialami Nikkei hari ini dipicu kekhawatiran pasar global dan juga pengetatan kebijakan China.
Sentimen investor global sedang tertekan oleh bangkitnya gelombang ketiga kasus covid-19 di Eropa dan tensi yang tinggi antara negara barat dengan China terkait pelanggaran HAM di wilayah Uighur.
Kemudian investor khawatirkan beberapa kebijakan China daratan yang menekan bisnis perusahaan besar Jepang ke negara tersebut. Seperti pembuat robot Fanuc dan pembuat mesin konstruksi Komatsu hingga menekan saham mereka anjlok 1,53% dan 1,24% masing – masing.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 178,23 poin atau 0,61% menjadi 2.8995,92, terendah sejak 8 Maret. Demikian untuk indeks Topix turun 0,94% menjadi 1.971,48. Demikian indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2021 bergerak negatif dengan turun 120 poin atau 0,41% ke posisi 28810.
Saham yang paling tertekan di Nikkei yaitu saham Kawasaki Kisen Kaisha turun 7,21%, saham Rakuten yang anjlok 6,69% dan saham Mitsui OSK Lines turun 5,82%. Untuk penguatan saham terbesar yaitu saham Japan Exchange Group melonjak 2,87%, diikuti oleh saham Canon dan Shionogi & Co yang naik 1,95% dan 1,76% masing-masing.
Saham yang naik paling banyak pada indeks Topix adalah saham Nintendo yang naik 1,59%, diikuti oleh saham Seven & i Holdings naik 1,23%. Sedangkan saham Mitsubishi UFJ Financial Group dan Central Japan Railway, yang masing-masing anjlok lebih dari 3%, menjadi saham yang merugi di Topix.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting


