Bursa Wall Street Tertekan Anjloknya Saham Teknologi di Nasdaq

495
wall street nasdaq

(Vibiznews – Indeks) –  Penurunan lanjutan harga saham teknologi kembali membuat perdagangan bursa Amerika melemah, dengan ketiga indeks utamanya semakin tertekan di zona merahnya. Indeks Nasdaq ditutup melemah cukup signifikan pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (25/3/2021), Dow Jones dan S&P500 hanya moderat.   

Indeks Dow Jones turun tipis hanya 3,09 poin atau kurang dari sepersepuluh persen menjadi 32.420,06. Indeks Nasdaq jatuh 265,81 poin atau 2 persen menjadi 12.961,89 dan indeks S&P 500 turun 21,38 poin atau 0,6 persen menjadi 3.889,14. Pelemahan saham di sektor teknologi ini terjadi merespon penurunan lanjutan imbal hasil obligasi AS.

Yield obligasi AS 10-tahun  bergerak lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut dan sekarang telah jatuh 14 basis poin sejak mencapai tertinggi 14-bulan Kamis lalu. kini yield mencapai posisi 1,61%.

Sentimen investor juga diperberat oleh laporan Departemen Perdagangan  yang menunjukkan pesanan baru untuk barang tahan lama manufaktur AS secara tak terduga turun di bulan Februari. Durable Goods Orders  merosot 1,1 persen pada Februari setelah melonjak 3,5 persen pada Januari, lebih lemah dibandingkan ekspektasi kenaikan 0,8%.

    Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Secara sektoral, saham teknologi yang memimpin pelemahan saham seperti anjloknya Indeks Jaringan Arca NYSE turun 2,2 persen menunjukkan tekanan pada saham jaringan. Kelemahan substansial juga terjadi di antara saham bioteknologi hingga membuat NYSE Arca Biotechnology Index anjlok 2,2 persen, level penutupan terendah dalam lebih dari empat bulan.

Saham perangkat lunak, perangkat keras komputer dan semikonduktor juga berada di bawah tekanan yang juga berkontribusi pada penurunan tajam Nasdaq. Dalam sektor teknologi, saham Intel  menunjukkan penurunan substansial pada hari itu, merosot 2,3 persen setelah melonjak 6,2 persen ke level terbaiknya dalam lebih dari setahun di awal perdagangan.

Lompatan awal Intel terjadi setelah CEO Pat Gelsinger menguraikan jalan perusahaan ke depan untuk memproduksi, merancang, dan memberikan produk kepemimpinan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. Kemudian Gelsinger mengumumkan rencana membangun dua pabrik baru di Arizona. Dia mengatakan Intel juga berencana menjadi penyedia utama kapasitas pengecoran di AS dan Eropa untuk melayani pelanggan secara global.

Dari semua sektor hanya sektor energi yang menunjukkan rebound setelah tertekan sebelumnya, kenaikan saham energi dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah. Seperti saham Chevron  yang berakhir dengan lonjakan 2.68%.

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here