(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (29/3/2021) berbalik arah dan menembus posisi resisten kuat hariannya setelah pada sesi Asia di support kuatnya. Selain terbatasnya dolar AS, poundsterling juga mendapat kekuatan dari kebijakan pemerintah Inggris melonggarkan pembatasan penguncian.
Pemerintah Inggris pada hari Senin 29 Maret mengambil langkah signifikan menuju pelonggaran pembatasan penguncian, dengan orang-orang diizinkan untuk bertemu dalam kelompok yang terdiri dari enam atau dua keluarga dan pembukaan kembali tim olahraga luar ruangan.
Namun investor masih terus memantau lonjakan infeksi dan perpanjangan langkah-langkah pembatasan di Eropa. Awal bulan ini, Bank of England membiarkan kebijakan moneter tidak berubah dan gagal memberikan sinyal peningkatan pembelian obligasi bank sentral dalam beberapa bulan mendatang.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang dollar melandai di pasar uang Eropa setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; mendekati level 4,5 bulan tertingginya ditopang optimisme pemulihan ekonomi di AS dan vaksinasi yang lebih maju dari Eropa.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD menguat, dan kini pair berada di posisi 1.3827 yang sedang mendaki ke posisi resisten lemahnya di 1.3857 – 1.3890. Namun jika terkoreksi kembali akan turun menuju posisi 1.3755, jika berhasil tembus akan meluncur ke support lemahnya di 1.3690 – 1.3659.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



