(Vibiznews – Forex) – Pair AUDUSD pada sesi Asia Kamis (1/4/2021) bergerak terbatas pada area support setelah melewati tekanan 3 sesi berturut sebelumnya. Awal sesi dibuka lebih rendah oleh pembukaan dolar AS yang kuat dan anjloknya harga minyak mentah, kemudian naik kembali merespon kuatnya perdagangan aset risiko.
Setelah rilis data yang kurang optimis seperti kontraksi lanjutan retal sales dan juga turunnya surplus dagang, laju pair tertahan kembali. Surplus perdagangan Australia turun menjadi AUD7,53 miliar pada Februari 2020 dari rekor tertinggi Januari sebesar AUD9,62 miliar, dan meleset dari perkiraan pasar sebesar AUD 9,7 miliar, merupakan surplus perdagangan terkecil sejak November 2020.
Data retail sales Australia menunjukkan sedikit perbaikan pada area kontraksinya yang turun 0,8% pada bulan Maret, lebih kuat dari kontraksi sebelumnya dan juga perkiraan di -1,1%. Sebelumnya juga dirilis data Indeks Kinerja Manufaktur Australia menurut AIG meningkat menjadi 59,9 pada Maret 2021 dari 58,8 pada bulan sebelumnya, naik untuk bulan keenam berturut-turut dan data tertinggi sejak Maret 2018.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang bergerak flat di pasar uang Asia setelah koreksi tipis sesi sebelumnya. Sentimen investor dipengaruhi progres stimulus fiskal AS dan juga vaksinasi yang agresif akan membantu Amerika Serikat memimpin pemulihan pandemi global.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD melemah, pair yang kini berada pada posisi 0.7590 dan sedang turun ke posisi 0.7578 sebelum meluncur ke S1 dan juga S2. Namun jika kuat kembali, pair akan mendaki ke posisi 0.7599 sebelum mendaki ke R1 hingga R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0.7672 | 0.7654 | 0.7624 | 0.7605 | 0.7575 | 0.7557 | 0.7528 |
| Buy Avg | 0.7608 | Sell Avg | 0.7570 |
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



