(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan gagal memperpanjang kenaikan untuk 7 sesi berturut-turut, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 7 pekan lebih pada awal perdagangan hari Jumat (9/4/2021). Namun secara mingguan indeks Kospi berhasil perpanjang weekly gain untuk 3 pekan berturut.
Indeks Kospi akhir pekan tertekan oleh kekhawatiran kenaikan kasus covid-19 di Korea Selatan dan berita rencana penutupan di salah satu pabrik Hyundai Motor selama 2 hari karena kekurangan chip. KDCA melaporkan penambahan 671 kasus baru COVID-19 pada hari ini setelah sebelumnya 700 kasus baru.
Sementara itu, dari laporan ekonomi hari ini surplus akun berjalan Korea Selatan meningkat di bulan Februari karena ekspor naik 9,5% per tahun di Februari, kenaikan ke-4 bulan berturut-turut, sementara impor naik 13,9%.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup 11,38 poin atau 0,36% menjadi 3131,88 . Demikian untuk indeks Kospi200 berjangka anjlok 2,56 poin atau 0,60% ke posisi 424.30, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 428.65 dan sempat turun ke posisi terendah di 423.33.
Tekanan pada Kospi dipicu oleh anjloknya saham-saham kapital besar seperti saham pemimpin pasar Samsung Electronics kehilangan 1,3 persen , saham SK hynix merosot 2,78 persen, saham Hyundai Motor anjlok 1,3 persen dan saham Celltrion turun 0,64 persen.
Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



