(Vibiznews-Forex) – Posisi poundsterling dalam pair GBPUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Jumat (9/4/2021) memperpanjang trend pelemahan sepanjang pekan ini hingga menembus posisi support kuat hariannya. Poundsterling terdesak oleh pergerakan rebound kuat dolar AS dan juga permasalahan Brexit serta covid-19.
Terjadi unjuk rasa yang ricuh di jalan-jalan kota Belfast – Irlandia Utara akibat polemik penerapan aturan imigrasi dan perdagangan yang diperketat sebagai dampak Brexit. Kerusuhan tersebut tepat 100 hari setelah perjanjian Brexit yang disertai dengan lemparan bom molotov.
Inggris juga sedang bergulat dengan pasokan vaksin yang terhambat, diperburuk oleh bencana baru-baru ini atas dampak buruk vaksin AstraZeneca. Keraguan untuk mengambil perlindungan terhadap virus akan meningkat setelah para ahli menemukan hubungan antara pembekuan darah langka dan inokulasi.
Dari laporan ekonomi, indeks harga rumah Halifax di Inggris naik 6,5 persen dari tahun sebelumnya pada Maret 2021, terbesar sejak November lalu, karena kepercayaan di pasar perumahan telah didorong oleh kelanjutan langkah-langkah dukungan pemerintah.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya sedang rebound kuat di pasar uang Eropa setelah anjlok ke posisi terendah 2 pekan sebelumnya; mendapat kekuatan dari kenaikan yield obligasi AS 10 tahun dan juga menurunnya sentimen aset risiko.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD melemah, dan kini pair berada di posisi 1.3691 yang berusaha naik kembali ke posisi 1.3750, jika tembus akan naik ke resisten kuat di 1.3770 – 1.3800. Namun jika berbalik arah, akan turun kembali menuju posisi 1.3669, jika tembus akan meluncur ke support lemahnya di 1.3644 – 1.3610.
Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting



